Hagia Sophia dan Surau Samping Rumahmu

Oleh: Taufiq Ishaq

KIBLAT.NET – Setelah 85 Tahun dijadikan museum, Hagia Sophia akhirnya kembali ke pangkuan umat Islam. Sebelum dilangsungkannya sholat Jumat perdana kemarin, jamaah sudah menggelar sajadah di pelataran masjid. Kita patut bergembira umat Islam kembali bisa bersimpuh dan menengadahkan tangan di sana.

Di Indonesia, sholat Jumat perdana di Hagia Sophia menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai kanal youtube berlomba-lomba menyiarkan kondisi terkini secara live. Media-media pun banyak yang memberikan update terbaru dari negeri yang ditaklukkan Muhammad Al-Fatih itu.

Bahkan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan mengatakan bahwa kebangkitan Hagia Sophia adalah pertanda pembebasan Masjid Al-Aqsa. Sebagai politisi, sah-sah saja jika Erdogan berbicara demikian meski kenyataannya masih sangat jauh.

Selebrasi pasca perjuangan yang alot tentu sangat wajar. Terlebih gol yang terjadi di Turki saat kepemimpinan Erdogan ini berkaitan dengan simbol umat Islam, yaitu masjid. Kita masih patut bersyukur umat Islam di berbagai dunia bersuka cita. Hamas pun turut mengibarkan bendera di Hagia Sophia.

Gegap gempita yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa ghirah umat Islam masih tersisa. Semangat untuk bangkit tidak pupus meski pelemahan di berbagai sendi keumatan terus berhembus. Barangkali, sekarang waktu yang tepat bagi umat Islam Indonesia untuk mengenang Aksi Bela Quran dengan berbagai jilidnya.

Namun masjid tetaplah masjid, di sanalah tempat kita bersujud. Tak memandang semegah apa masjid tersebut, selagi kita beribadah dengan ikhlas maka akan menjadi pahala bagi kita. Indahnya arsitektur Hagia Sophia dengan reotnya surau di samping rumahmu itu sama di mata Allah.

BACA JUGA  Turki Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac

Bagaimana jika ke Hagia Sophia untuk mentadaburi perjuangan Al-Fatih? Ya tidak masalah. Tapi dari suraumu pun hal itu bisa dilakukan. Justru bisa lebih mendalami karena umat Islam di Indonesia mayoritas tapi masjid satu dengan masjid lain tak saling bantu. Boro-boro mau menaklukan suatu wilayah, wilayahnya sendiri yang ada saja tak dikelola dengan baik.

Dengan bersliwerannya foto-foto, baik umat Islam yang pernah ke Hagia Sophia atau kemegahan Hagia Sophia, menjadikan orang lain punya keinginan menggebu-gebu kesana. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kita jangan bersusah-susah ke suatu tempat kecuali tiga. Yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsa dan Masjid Nabawi.

Dalam hadist tersebut tak disebutkan bahwa kita harus bersusah-susah untuk mendatangi Turki atau Hagia Sophia. Jangan sampai keinginan kita ke Turki mengalahkan keinginan kita berkunjung ke tiga tempat yang disebut dalam hadist Nabi Muhammad.

Meski demikian, yang bisa diambil pelajaran dari kembalinya Hagia Sophia menjadi masjid adalah masih adanya ghirah umat Islam mencintai simbolnya. Justru berbahaya jika kembalinya Hagia Sophia disikapi biasa-biasa saja. Namun, kegembiraan itu perlu ada rem-nya.

Penulis sendiri angkat topi untuk keberhasilan Erdogan dan tulisan ini sebagai pengingat bagi kita bahwa tak perlu glorifikasi berlebihan. Kita sujud di musholla yang catnya lapuk dengan sujud di Hagia Sophia insyaAllah sama di mata Allah.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat