... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Berpedang saat Khutbah di Hagia Sophia, Menag Turki: Ini adalah Simbol Penaklukan

KIBLAT.NET, Istanbul – Kepala agama Turki, Diyanet pada hari Jumat menjelaskan bahwa pedang secara tradisional dipegang selama penyampaian khutbah saat shalat sebagai simbol penaklukan.

Setelah memimpin shalat Jum’at di Masjid Hagia Sophia – shalat pertama setelah berbalik menjadi tempat ibadah Muslim – Ali Erba mengatakan kepada wartawan: “Khutbah (khutbah Jumat) telah disampaikan dengan pedang, tanpa gangguan, selama 481 tahun. Jika Allah mengizinkan, kami akan melanjutkan tradisi ini mulai sekarang.”

“Ini adalah tradisi di masjid-masjid yang merupakan simbol penaklukan,” jelas Erbaş, yang mengepalai Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet). Ia menambahkan bahwa Masjid Hagia Sophia adalah salah satu simbol penaklukan tersebut.

Hagia Sophia berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul, kemudian menjadi masjid dari tahun 1453 hingga 1934 – hampir 500 tahun – dan yang terbaru sebagai museum selama 86 tahun.

“Saya berharap banyak orang berdoa di masjid ini … belajar agama mereka di sini. Kami akan mencoba mengembalikan Madrasah Hagia Sophia agar berfungsi seperti yang terjadi selama tahun-tahun yang luar biasa dengan pelajaran Al-Quran di setiap sudut masjid.”

”Masjid juga berfungsi sebagai sekolah. Seperti halnya nabi kita mampu membesarkan teman-temannya di masjid, kita berusaha membesarkan anak-anak dan remaja kita di masjid,” kata Erbaş menambahkan.

Selain berfungsi sebagai masjid, Masjid Agung Hagia Sophia juga merupakan salah satu tujuan wisata utama Turki bagi pengunjung domestik dan asing.

BACA JUGA  Debat Mengemuka usai Media Turki Singgung Kembalinya Kekhilafahan Islam

Pada tahun 1985, selama menjadi museum, Hagia Sophia ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO. Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan para pemimpin Turki lainnya telah lama menganjurkan restorasi ke masjid yang berfungsi, terbuka untuk beribadah.

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk penggunaannya sebagai tempat ibadah.

Direktorat Urusan Agama Turki mengawasi layanan keagamaan di masjid, sementara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengawasi pekerjaan restorasi dan konservasi yang sedang berlangsung.

Harta arsitektural juga terbuka untuk wisatawan domestik dan asing secara gratis.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Hagia Sophia dan Surau Samping Rumahmu

Setelah 85 Tahun dijadikan museum, Hagia Sophia akhirnya kembali ke pangkuan umat Islam.

Sabtu, 25/07/2020 17:58 1

Opini

RUU HIP: Tawar-Menawar Harga Pancasila

Konon konsepsi Pancasila ala RUU HIP membuka peluang komunisme hidup kembali. Harganya tentu sangat mahal, menguras dompet umat Islam yang sudah jebol sana sini. Maka umat menawar dengan mempertahankan Pancasila seperti sekarang.

Sabtu, 25/07/2020 11:37 0

Indonesia

Madina Cabang Palu Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Masamba

Pada Selasa (21/07/2020), relawan Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) cabang Palu berangkat menuju Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara yang menjadi lokasi bencana banjir bandang.

Jum'at, 24/07/2020 21:30 0

Indonesia

Indonesia Terima 100 Ventilator Noninvasif dari Australia

Pemerintah Indonesia menerima bantuan peralatan medis dari Pemerintah Australia untuk penanganan Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.

Jum'at, 24/07/2020 20:22 1

Indonesia

Dianggap Bangun Dinasti Politik, Gibran Bingung

Gibran Rakabuming Raka menanggapi banyaknya tudingan yang menyebut bahwa dirinya tengah membangun dinasti politik

Jum'at, 24/07/2020 20:00 1

Indonesia

Kunjungan ke Unit Percetakan Al-Qur’an, Bukhori Yusuf: Produksi Mushaf Kita Masih Minim

Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf meminta produksi Mushaf Al-Qur'an untuk kebutuhan nasional segera ditingkatkan. Hal ini disampaikannya secara langsung kepada Kepala Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, Jammaludin M. Marki saat melakukan kunjungan ke UPQ Kemenag yang berlokasi di Ciawi, Kabupaten Bogor pada Kamis (23/07/2020).

Jum'at, 24/07/2020 19:11 0

Indonesia

Polemik Jenazah Covid-19 Dibakar, Tito Salahkan Media

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menanggapi polemik jenazah Covid-19 dibakar

Jum'at, 24/07/2020 16:58 1

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Sebab-sebab Kemuliaan Awal Dzulhijjah

Pada Khutbah Jumat kali ini, Kiblat.net menghadirkan naskah khutbah tentang sebab-sebab kemuliaan 10 awal Dzulhijjah

Kamis, 23/07/2020 23:58 0

Indonesia

Fahri Hamzah Ungkap ‘Tanda-tanda’ Sebelum Sang Ayah Wafat

Sebelum ayah Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meninggal dunia, ternyata mendiang ayah sempat mengatakan ingin pulang.

Kamis, 23/07/2020 21:54 0

Indonesia

Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Belum Urgen

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati angkat bicara menanggapi dibentuknya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 23/07/2020 21:44 0

Close