... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Refleksi Hari Anak: Pentingnya Seorang Muslim Berbuat Baik Kepada Anak

Foto: Ilustrasi anak-anak. (Sumber: Satujam.com)

Penulis: Azzam Diponegoro

KIBLAT.NET – Bagi sebagian orang, Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli mungkin hanya seremoni belaka. Bagi sebagian lainnya mungkin perlu dirayakan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan anak. Dan bagi sebagian terutama muslim baiknya diabaikan karena bagi seorang muslim hanya ada dua perayaan yaitu idul fitri dan idul adha.

Penulis sendiri sebenarnya masuk dalam kelompok ketiga, namun penulis tak mau mengabaikan bahwa pada 23 Juli pembicaraan publik sedang terfokus pada segala hal tentang anak. Tentu hal itu harus dimanfaatkan untuk sekedar ikut berbicara tentang anak tanpa berniat merayakan Hari Anak Nasional.

Sebagai agama yang sempurna, tema anak tentu saja tidak luput dibahas oleh syariat Islam. Bahkan ada beberapa aturan Islam tentang hubungan yang baik antara orang tua dengan anak terkadang masih jarang kita jumpai dalam keseharian muslim di negeri ini.

Dalam Islam, seorang anak memang diwajibkan berbakti kepada kedua orang tua. Namun tahukah anda jika seiring dengan turunnya perintah birrul walidain tersebut, ternyata Islam juga memerintahkan para orang tua untuk berbuat baik dan menyayangi anak-anaknya. Sehingga tercipta hubungan yang berkesinambungan. Orang tua menyayangi anaknya, lalu sang anak akan berbakti kepada orang tuanya.

Dalam hal menyayangi anak, Rasulullah SAW telah memberikan beberapa arahan maupun contoh bagi kita semua melalui sunnah-sunnahnya, di antaranya:

1. Mensyukuri Kehadiran Anak Tanpa Memandang Jenis Kelamin

Allah SWT berfirman:

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (As Syura : 49-50)

Di dalam ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan bahwa kondisi pasangan suami-istri di dunia ini terbagi menjadi empat macam, yaitu:

  • Pasangan suami istri yang dikaruniai anak perempuan saja.
  • Pasangan suami istri yang dikaruniai anak laki-laki saja.
  • Pasangan suami istri yang dikaruniai anak laki-laki dan perempuan.
  • Pasangan suami istri yang tidak dikaruniai anak (mandul).

Terdapat beberapa pendapat mengenai mengapa Allah SWT menaruh pasangan suami istri yang dikaruniai anak perempuan pada urutan pertama. Ada yang berpendapat bahwa hal itu untuk mendukung bayi-bayi perempuan, agar disambut oleh kedua orang tua mereka.

BACA JUGA  Rancangan Moderasi Ajaran Islam Kemenag Dikritisi Ratusan Intelektual Muslim

Ada pendapat lainnya yang mengatakan bahwa hal ini merupakan penjelasan dari kalimat “Allah SWT menciptakan apa yang dikehendakiNya”. Sebab pada umumnya, kebanyakan orang tua lebih mengharapkan kelahiran seorang bayi laki-laki ketimbang perempuan. Maka dari itu Allah SWT menyebutkan perempuan terlebih dahulu, sebagai isyarat bahwa jenis kelamin anak mutlak menjadi kehendak Allah SWT, meskipun manusia mempunyai harapan lain.

Namun Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mempunyai penafsiran berbeda, di dalam kitabnya yang berjudul tuhfatul maudud bi ahkamil maulud beliau menjelaskan, “Allah SWT mendahulukan anak-anak perempuan yang diabaikan dan disia-siakan oleh orang-orang jahiliyah, bahkan dikubur hidup-hidup. Yakni, anak-anak perempuan yang kalian abaikan dan kalian hina, Aku (Allah SWT) mendahulukan penyebutannya.”

Inti dari berbagai penafsiran tersebut adalah bahwa ketidaksukaan terhadap kelahiran anak perempuan merupakan salah satu perilaku jahiliyah. Allah SWT pun mencela perilaku tersebut dalam surat An Nahl ayat 58-59.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”

Ayat tersebut juga menyinggung perilaku para penafsir mimpi ketika ada yang datang kepada mereka, “Saya bermimpi seakan-akan wajah saya menghitam”, maka dia bertanya, “Apakah istrimu sedang hamil?”, jika jawabannya “ya”, maka sang penafsir akan berkata, “Istrimu akan melahirkan anak perempuan.”

Maka dari itu, melalui surat As Syura ayat 49-50 tersebut Allah SWT ingin menyampaikan bahwa Islam melarang seseorang untuk membeda-bedakan bayi perempuan dengan laki-laki. Apapun jenis kelaminnya masing-masing bayi berhak atas kasih sayang kedua orang tuanya.

Rasulullah SAW bahkan memberikan motivasi mengenai hal ini, dalam sebuah yang diriwayatkan uleh Imam Muslim beliau bersabda:

“Barangsiapa yang merawat dua orang anak perempuan hingga dewasa, maka pada hari kiamat dia akan datang bersamaku seperti ini,” Beliau menggabungkan kedua jarinya.” 

Dikisahkan juga pada suatu hari datang seorang wanita dengan dua anak perempuannya kepada Aisyah RA dan meminta sesuatu.Pada saat itu Aisyah RA hanya mempunyai sebutir kurma, lalu diberikan kepadanya. Wanita itu pun membagi kurma tersebut menjadi dua bagian dan memberikan masing-masing bagian kepada kedua anaknya, sedangkan dia sendiri tidak ikut makan. Setelah wanita tersebut pergi Aisyah RA pun menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW.

BACA JUGA  Disokong Rusia, Rezim Assad Akan Buat Hagia Sophia Tandingan

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu yang berasal dari anak perempuannya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari neraka.”

Begitulah Islam memerintahkan kepada kita, agar mensyukuri kehadiran anak perempuan dengan penuh kasih sayang, bukan dengan rasa malu dan kebencian.

2. Sunnah Mencium Anak Kecil

Dalam shahih Bukhari disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah RA, beliau menceritakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium Hasan bin Ali sedangkan di sisi beliau ada Aqra’ bin Haabis at-Tamimiy lagi duduk, maka berkata Aqra’, “Saya mempunyai sepuluh orang anak, tidak pernah saya mencium seorangpun di antara mereka”.

Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kepada Aqra’ kemudian bersabda:

“Barangsiapa yang tidak mengasihi pasti tidak akan dikasihi.”

Dan pada hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahuanhuma, dia bercerita bahwa pada suatu hari datang seorang Badui kepada Nabi SAW seraya mengatakan, “Kamu biasa mencium anak-anak kamu sedangkan kami tidak pernah mencium mereka.”

Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apa dayaku untuk menolongmu ketika Allâh telah mencabut kasih-sayang dari hatimu”(HR Bukhari Muslim)

Dan di dalam Musnad Ahmad disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha, “Pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW sedang berada di rumahku, pembantuku melaporkan bahwa Fatimah dan Ali ada di depan pintu rumah. Lalu Rasulullah SAW berkata kepadaku, ‘Berdirilah dan beri tempat untuk keluargaku.’ Kemudian saya berdiri dan menyingkir ke sisi rumah. Ali dan Fatimah masuk ke dalam rumah disertai Hasan dan Husein yang masih kecil. Rasulullah SAW meraih keduanya, lalu memangku mereka dan menciumnya.

Ketiga hadits tersebut secara gamblang menceritakan perilaku Rasulullah SAW terhadap anak-anak khususnya cucu beliau dengan menciumnya. Di mana hal itu merupakan ekspresi kasih sayang dan kelembutan beliau kepada mereka.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: 3. Mendoakan Kebaikan ...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Lembaga-lembaga Kemanusiaan Menghadapi Tantangan Besar di Suriah setelah Rusia Memveto Bantuan Lintas Perbatasan

“Dengan hanya satu titik persimpangan sekarang, kita akan menghadapi tantangan logistik yang sangat besar,” tambahnya.

Kamis, 23/07/2020 13:00 0

Afghanistan

Serangan Udara Tewaskan 45 Orang di Afghanistan, AS Mengaku Tak Terlibat

Qari Mohammad Yousuf Ahmadi, seorang juru bicara Taliban, mengatakan dalam sebuah pernyataan, dua serangan udara di Herat menewaskan delapan warga sipil dan melukai 12.

Kamis, 23/07/2020 12:42 0

Video News

Sejarah Hagia Sophia: Tiga Kali Beralih Fungsi, Kini Jadi Masjid

Presiden Turki Erdogan mengatakan bahwa situs dibuka untuk beribadah pada 24 Juli 2020 mendatang.

Kamis, 23/07/2020 08:53 0

Suara Pembaca

Agar Makan Kleponmu Menjadi Islami

Agar makan kleponmu bernilai ibadah di mata Allah.

Rabu, 22/07/2020 17:54 0

News

Menggema, Seruan Agar Palestina Dimuat Google dan Apple Map

Aktivis pro-Palestina telah meluncurkan kampanye online menyerukan Google dan Apple untuk memuat Palestina ke peta mereka. Raksasa internet disebut-sebut mencoba menghapus identitas Palestina dan mengubah fakta agar sesuai dengan tujuan Amerika dan Israel.

Rabu, 22/07/2020 16:13 0

Myanmar

Kasus Rohingya Belum Selesai, Suu Kyi Kembali Nyalon di Pemilu Myanmar

Juru bicara NLD Zaw Myint Maung mengumumkan hal itu setelah pertemuan Komite Eksekutif Pusat partai, bahwa Suu Kyi dan Presiden Win Myint akan maju dalam pemilihan 8 November.

Rabu, 22/07/2020 15:59 1

News

Ahli Sebut Penularan Corona Lebih Rentan di Rumah daripada di Luar

Ahli epidemiologi Korea Selatan telah menemukan bahwa orang lebih mungkin tertular virus corona baru dari anggota keluarga di rumah mereka sendiri daripada dari kontak di luar rumah.

Rabu, 22/07/2020 15:48 0

Indonesia

HRS Center Tantang Debat Megawati dan Yudian Soal Pembubaran BPIP

Habib Rizieq Syihab Center (HRS Center) melayangkan undangan debat terbuka kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Rabu, 22/07/2020 14:43 1

Indonesia

Jokowi: Kita Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Presiden Joko Widodo menerima tim uji klinis vaksin covid-19

Rabu, 22/07/2020 13:36 0

Indonesia

Mantan Komisioner KPU Siap Bongkar Kecurangan Pilpres 2019

Mantan  Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC)

Rabu, 22/07/2020 13:09 0

Close