18 Masalah Penting Seputar Qurban (Madzhab Syafii)

KIBLAT.NET – Secara etimologi qurban atau udh-hiyah adalah isim musytaq dari adh-dhuha, yang maknanya irtifaa’us syams atau naiknya matahari. Ibadah kurban disebut udh-hiyah karena hewan itu disembelih di waktu dhuha, berkata Al-Jauhariy, berkata Al-Ashma’iy, di sana empat bahasa kadang disebut أضحية (udh-hiyyah), kadang disebut إضحية (idh-hiyyah), kadang disebut ضحية (dhohiyyah) dan terkadang juga disebut أضحاة (adh-haatun).

Adapun makna secara syar’i adalah apa saja yang disembelih dari hewan ternak (unta, sapi, kambing) sebagai bentuk taqorrub kepada Allah ta’ala, waktunya dimulai dari hari raya idhul adha sampai hari tasyriq.

Bagi seseorang yang ingin berqurban tentu harus memperhatikan detail aturan syariat terkait ibadahnya tersebut. Agar qurbannya nanti sesuai dengan tuntunan syariat dan diterima di sisi Allah SWT.

Maka dari itu, kami menghadirkan rangkuman praktis dan singkat terkait ibadah qurban. Untuk mendapatkan rangkumannya, silahkan klik di sini.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat