... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengubahan Status Hagia Sophia Tak Akan Rusak Hubungan Rusia-Turki

KIBLAT.NET, Moskow – Posisi resmi Rusia terkait polemik pengubahan status Hagia Sophia adalah menganggap kebijakan itu masalah internal Turki, bahkan Moskow percaya keputusan itu akan menguntungkan para wisatawan, kata juru bicara Istana Kremlin pada Jumat (17/07/2020).

Dalam wawancara dengan penyiar lokal Avto Radio, Jubir Kremlin, Dmitry Peskov mengungkapkan semua orang sekarang dapat mengunjungi situs bersejarah Hagia Sophia secara gratis, selanjutnya tak ada lagi tiket yang cukup mahal saat itu masih menjadi museum.

Pekan lalu, pengadilan tinggi Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934, di mana Hagia Sophia diubah menjadi museum, keputusan tersebut membuka jalan situs itu difungsikan kembali jadi masjid setelah jeda 85 tahun.

“Mitra Turki kami menjelaskan bahwa semua bangunan itu akan dilestarikan dengan cara terbaik, dan semua orang dapat mengunjungi Hagia Sophia. Selain itu, saya akan memberi tahu anda, sebelumnya ada tiket yang cukup mahal untuk masuk ke Hagia Sophia,” kata Peskov.

“Dan sekarang tidak akan ada tiket itu lagi, pintu masuk akan dibuka gratis. Dalam hal ini, wisatawan kita akan mendapat manfaat,” sambungnya.

Dia mengatakan pemerintah Rusia menghormati pendapat Patriarkh Moskow dan seluruh warga Rusia dalam masalah ini, yang berbeda pandangan dari posisi negara.

Menurut Jubir Kremlin masalah Hagia Sophia tidak akan mempengaruhi hubungan Rusia dan Turki.

Dia memuji hubungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan dengan mengatakan kedua pemimpin itu memiliki gaya yang sama.

“Mereka bertemu, dan keduanya bertanggung jawab atas perkataan mereka, dan keduanya mengendalikan situasi, dan keduanya mampu membuat keputusan yang mengandung tanggung jawab besar dan cepat,” tuturnya.

Dia mengatakan pendekatan semacam itu adalah kunci untuk menemukan solusi untuk masalah yang sulit.

“Seperti dalam masalah Suriah dan lainnya,” pungkasnya.

Sumber: Anadolu
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Pengubahan Status Hagia Sophia Tak Akan Rusak Hubungan Rusia-Turki”

  1. Muhammad Fadhli

    bārokallōh

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Fraksi PKS Akan Terus Kawal RUU HIP Sampai Dibatalkan dari Prolegnas

Pemerintah memastikan menolak pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diusulkan DPR-RI. Namun, sebagai gantinya pemerintah mengusulkan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memperkuat badan yang terbentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018.

Senin, 20/07/2020 10:17 0

Indonesia

Pilkada Serentak 2020: Tito Usulkan Peraga Kampanye Berupa Masker dan Hand Sanitizer

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyarankan kepada KPU alat peraga kampanye pasangan calon di ajang Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 berupa masker dan hand sanitizer.

Senin, 20/07/2020 07:59 0

Indonesia

Tim Medis Laznas WIZ Gelar Operasi Kemanusiaan di Masamba

Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) melalui tim medisnya terlibat dalam operasi kemanusiaan untuk korban bencana banjir bandang yang melanda warga Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Senin, 20/07/2020 07:37 0

Indonesia

Gibran Maju Pilwalkot, Pengamat: Ini Bentuk Dinasti Politik

Pengamat Politik, Ujang Komarudin menegaskan bahwa majunya Gibran Rakabuming bentuk dinasti politik.

Ahad, 19/07/2020 10:19 0

Indonesia

Amnesty Sebut Vonis Kasus Novel Hanya Pengadilan Sandiwara

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap dua pelaku yang didakwa menyerang Novel Baswedan tetap gagal meyakinkan masyarakat bahwa negara benar-benar menegakkan keadilan untuk korban.

Ahad, 19/07/2020 06:31 0

Indonesia

Bukhori Yusuf: RUU BPIP Melanggar Prosedur

Anggota Baleg DPR-RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mengkritisi usulan Pemerintah mengganti RUU HIP dengan RUU BPIP yang tidak melalui prosedur. Ia meminta agar RUU BPIP yang diusulkan Pemerintah tersebut diajukan melalui mekanisme yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Ahad, 19/07/2020 06:08 0

Indonesia

Banjir Bandang Luwu Utara: Laznas WIZ Pasok Air Bersih untuk Korban

Banjir di Kabupaten Luwu Utara memberikan dampak yang cukup berat untuk warga. Salah satu dampak tersebut adalah krisis air bersih.

Ahad, 19/07/2020 05:52 0

Indonesia

Gibran Berpotensi Calon Tunggal Pilwalkot Solo

Putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming secara resmi menjadi bakal calon Walikota Solo pada Pilwalkot 2020 pada Desember mendatang.

Sabtu, 18/07/2020 07:19 0

Indonesia

Dinilai Tak Efektif, Pemprov DKI Jakarta Cabut Pemberlakuan SIKM

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencabut penggunaan Surat Izin Keluar-Masuk atau SIKM bagi warga yang ingin bepergian keluar daerah. Keputusan tersebut diambil dari hasil evaluasi terhadap efektivitas SIKM selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Jum'at, 17/07/2020 15:26 0

Indonesia

Sidang Perdata Yusuf Mansur Berlanjut, Investor Lain Mulai Berani Menggugat

Gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur di Pengadilan Negeri (PN) Tangerag, Banten, Kamis (16/07/2020) kemarin, sudah memasuki Duplik, dimana pihak tergugat menanggapi Replik yang disampaikan oleh pihak penggugat. Sebagaimana diketahui, dalam kasus peradilan perdata, setelah gugatan dibacakan oleh pihak penggugat, pihak tergugat akan membuat jawaban atas gugatan tersebut. Lalu, pihak penggugat memberi jawaban yang disampaikan tergugat, inilah yang disebut dengan Replik. Jawaban terhadap Replik penggugat ini disebut dengan Duplik.

Jum'at, 17/07/2020 14:50 0

Close
CLOSE
CLOSE