... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidang Perdata Yusuf Mansur Berlanjut, Investor Lain Mulai Berani Menggugat

Foto: Pimpinan PPPA Daarul Qur'an, Yusuf Mansur.

Oleh: HM Joesoef (Wartawan Senior)

KIBLAT.NET – Gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur di Pengadilan Negeri (PN) Tangerag, Banten, Kamis (16/07/2020) kemarin, sudah memasuki Duplik, dimana pihak tergugat menanggapi Replik yang disampaikan oleh pihak penggugat. Sebagaimana diketahui, dalam kasus peradilan perdata, setelah gugatan dibacakan oleh pihak penggugat, pihak tergugat akan membuat jawaban atas gugatan tersebut. Lalu, pihak penggugat memberi jawaban yang disampaikan tergugat, inilah yang disebut dengan Replik. Jawaban terhadap Replik penggugat ini disebut dengan Duplik.

Adapun sidang perdata yang sedang berjalan di PN Tangerang, dengan tergugat Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur, berkaitan dengan kasus condotel Moya Vidi di Yogyakarta dan patungan usaha untuk membangun hotel Siti yang ada di Tangerang. Kasusnya terjadi pada kurun 2013-2014. Karena janji-janji tentang perkembangan dua proyek tersebut tak juga didapat oleh para investor, maka lima orang investor melayangkan gugatan perdata pada Yusuf Mansur.

Rupayanya, setelah gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur berjalan di PN Tangerang, para investor lainnya juga mulai bersiap-siap melakukan hal yang sama, baik secara perdata maupun secara pidana. Jika sebelumnya para investor memilih diam, tidak lagi saat ini. Mereka mulai sadar akan hak-haknya, dan karena itu mereka mulai berani bersuara, bahkan menuntut hak-haknya lewat jalur hukum.

Sebagaimana diketahui, Yusuf Mansur dikenal cerdik membuat terobosan-terobosan menghimpun dana umat. Judulnya macam-macam, ada investasi batu bara, ada patungan usaha dan patungan aset, ada condotel Moya Vidi, ada Tabung Tanah, ada VSI yang menjadi cikal bakal PayTren, ada Treni Umroh, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA  Cegah Hoaks di Pilkada 2020, Polri Tingkatkan Patroli Siber

Semua bisnis tersebut mengalami masalah di tengah jalan. Bisnis macet atau merugi, tetapi investor tidak diberi informasi secara benar. Web sebagai pendukung untuk bisnis-bisnis tersebut juga tak lagi aktif. Mereka menghubungi Yusuf Mansur, nomornya sudah tidak aktif. Mereka mencari keadilan dengan mendatangi kantor Yusuf Mansur, baik yang di Jakarta maupun yang di Bandung, tidak pernah mendapat jawaban yang jelas, apalagi memuaskan. Oleh sebab itu, mereka memilih jalur hukum untuk mencari keadilan.

Selama ini, ternyata Yusuf Mansur tidak hanya membidik para investor di dalam negeri. Tetapi, para tenaga kerja Indonesia di luar negeri, Hong Kong, misalnya, menjadi sasarannya. Pada bulan Maret 2014 misalnya, Yusuf Mansur datang bersama rombongan dengan menawarkan berbagai produk. Seperti VSI, Condotel Moya Vidi, hotel Siti, Tabung Tanah, dan sebagainya. Mereka yang sudah bergabung dengan investasi yang digagas oleh Yusuf Mansur tersebut juga diikat dengan “sedekah paksa”, yakni bagi investor diminta untuk menjadi donatur tetap buat Daarul Qur’an sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Iming-imingnya, mereka yang bersedekah bulanan tersebut akan mendapat kemudahan jika mengirim anak-anak atau keponakannya menjadi santri di Daarul Qur’an. Iming-iming ini membuat para investor bersuka-ria. Tapi apa yang terjadi. Ketika para tenaga kerja Indonesia ini pulang ke tanah air, hendak mendaftarkan anak-anak atau keponakannya ke Daarul Qur’an, mereka tetap dikenakan biaya yang cukup mahal.

BACA JUGA  Kiblatorial: Manuver Ciptaker Sasar Pesantren

“Tidak ada yang gratis, semuanya berbayar,dan mahal,” begitu kata salah seorang investor yang pernah bekerja di Hong Kong, kepada penulis.

Atas semua janji-janji yang wanprestasi itulah, mereka para investor mulai menarik diri dan meminta kembali investasi yang pernah mereka tanam. Ada sedikit yang berhasil, tetapi mayoritas tidak berasil menarik dananya kembali. Mereka yang tidak berhasil menarik dananya itulah, setelah perjalanan panjang dan melelahkan, akhirnya memberanikan diri untuk membawanya ke jalur hukum. Inilah salah satu episode dimana Yusuf Mansur mulai serius digugat, baik secara perdata maupun secara pidana. Mereka mencari keadilan lewat jalur hukum. Wallahu A’lam.

NB: Tulisan ini telah tayang sebelumnya di thayyibah.com pada Jumat (17/07/2020) dengan judul “Para Investor Mulai Berani Menggugat Yusuf Mansur”.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Seruan Demo Besar di Iran, Tuntut Penggulingan Rezim Khamenei

KIBLAT.NET, Teheran – Aktivis Iran secara online menyerukan protes di seluruh negeri pada hari Jumat...

Jum'at, 17/07/2020 13:43 0

Timur Tengah

Pengadilan Bubarkan Cabang Ikhwanul Muslimin Yordania

Pengadilan tinggi Yordania telah membubarkan cabang Ikhwanul Muslimin di negara itu karena tidak dapat memperbarui status hukumnya.

Jum'at, 17/07/2020 13:38 0

Artikel

Muslim Bosnia Di Bawah Bayang-Bayang Genosida

Di tengah semua dinamika geopolitik di Balkan, Muslim Bosnia menghadapi satu hal yang pasti. Bayang-bayang genosida di masa lalu mulai menghantui mereka

Jum'at, 17/07/2020 05:59 0

Amerika

Sering Tak Pakai Masker, Presiden Brazil Kembali Dinyatakan Positif Corona

Hasil tes Covid-19 Presiden Brazil, Jair Bolsonaro kembali positif, ungkap sang presiden kepada wartawan di Brasilia pada Rabu (15/07/2020).

Kamis, 16/07/2020 09:29 0

Info Event

Pandemi Covid-19 Belum Usai, KAMMI Turki Gelar Daurah Marhalah I Virtual

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Turki sukses menggelar Daurah Marhalah I atau Latihan Kepemimpinan Tingkat I virtual perdana dalam sejarah panjang pengkaderan KAMMI. Pasalnya dikarenakan kondisi wabah Covid-19 yang melanda Turki menyebabkan akses berpergian dan izin untuk melakukan kegiatan berkumpul menjadi terbatas. Oleh karena itu KAMMI Turki berinisiatif mengadakan kegiatan ini via Zoom salah satu aplikasi meeting berbasis online.

Kamis, 16/07/2020 06:22 0

Suriah

Tak Kunjung Dipulangkan, Kerabat Anak Yatim Eks-ISIS Gugat Pemerintah Kanada

Gugatan itu meminta pengadilan untuk memerintahkan pemerintah Kanada agar mematuhi tugasnya.

Rabu, 15/07/2020 07:17 0

News

Kepala WHO: Covid 19 Jadi Musuh Publik No. 1

KIBLAT.NET, Brussels – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa masa mendatang...

Rabu, 15/07/2020 05:57 0

China

Cina Sebut Muncul “Penyakit Asing” yang Lebih Berbahaya dari Corona

Kedutaan besar Cina di Kazakhstan menyebut adanya "pneumonia asing" yang mematikan setelah bekas republik Soviet itu melaporkan lonjakan kasus pneumonia sejak Juni.

Rabu, 15/07/2020 05:52 0

Eropa

Hagia Sophia Menjadi Masjid, Kelompok Israel Bakar Bendera Turki

Sebuah kelompok yang terdiri dari sembilan warga Israel pada Senin (13/07/2020) membakar bendera Turki di depan Konsulat Turki di Yerusalem Timur untuk memprotes keputusan negara itu mengubah ikon Istanbul Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Selasa, 14/07/2020 20:04 0

Iran

Iran Dilaporkan Eksekusi Warganya yang Terkait CIA

Iran telah mengeksekusi seorang mantan pegawai Kementerian Pertahanan yang menjual informasi ke Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), menurut kejaksaan Iran pada Selasa (14/07/2020).

Selasa, 14/07/2020 18:46 0

Close