Seruan Demo Besar di Iran, Tuntut Penggulingan Rezim Khamenei

KIBLAT.NET, Teheran – Aktivis Iran secara online menyerukan protes di seluruh negeri pada hari Jumat setelah protes awal pecah di barat daya Iran pada hari Kamis. Para demonstran menuntut penggulingan rezim.

Protes anti-pemerintah pecah di kota barat daya Behbahan di provinsi Khuzestan pada hari Kamis, menurut video yang dibagikan di media sosial.

Para pengunjuk rasa menyerang penguasa ulama Iran, meneriakkan “kami tidak ingin rezim syah”.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan luar negeri Iran, meneriakkan “bukan Gaza, bukan Lebanon, saya berikan hidup saya untuk Iran”.

Satu video dari Behbahan menunjukkan pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa. Seorang pria terdengar mengatakan “kematian [Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali] Khamenei” dalam video yang sama.

Aktivis Iran di media sosial telah menyerukan lebih banyak protes pada hari Jumat. “Kami akan tetap di jalanan sampai kemenangan dimenangkan,” salah satu poster dibagikan di media sosial.

Otoritas Iran memberlakukan gangguan total dan sebagian pada Internet di provinsi Khuzestan , tempat Behbahan berada, kata LSM keamanan siber NetBlocks, Kamis.

Selama protes 2019 November, Iran hampir sepenuhnya mematikan akses ke internet di seluruh negara selama berhari-hari.

Protes pecah di Iran pada November 2019 setelah pemerintah memperkenalkan penjatahan bensin dan kenaikan harga. Ribuan orang ditangkap dan sekitar 1.500 orang Iran tewas oleh pasukan keamanan, menurut laporan Reuters.

Putaran protes ini mengikuti dan dimotivasi oleh kampanye Twitter viral yang dilakukan Iran pada hari Selasa terhadap keputusan pengadilan Iran untuk menegakkan hukuman mati tiga pemrotes yang ditangkap dan dijatuhi hukuman mati setelah protes pada bulan November 2019.

Orang Iran yang keluar-masuk Iran menggunakan tagar berbahasa Persia yang bertuliskan “jangan laksanakan” yang menjadi topik tren global dengan lebih dari empat juta tweet.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat