... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidang Perdata Yusuf Mansur Terus Berlanjut

Foto: Pimpinan PPPA Daarul Qur'an, Yusuf Mansur.

KIBLAT.NET, Tangerang – Sidang perdata terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur terus berlanjut. Persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten tersebut telah sampai pada agenda pembacaan duplik atau jawaban penggugat.

Pada Kamis (09/07/2020) siang pihak penggugat menyampaikan duplik atas jawaban tergugat yang disampaikan pada Kamis(25/06/2020).

Sebagaimana diketahui, Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh Fajar Haidar Rafly bersama empat orang yang telah menginvestasikan dananya untuk pembangunan Condotel Moya Vidi dan hotel Siti dalam kurun waktu 2013-2014. Condotel Moya Vidi yang rencananya dibangun di Yogyakarta itu sampai hari ini belum juga dibangun, sedangkan hotel Siti yang ada di jalan M Thoha, Tangerang meskipun sudah beroperasi sejak 2015, tetapi tingkat huniannya di bawah tiga puluh persen.

Berdasar pengakuan penggugat, menjadi kebiasaan Yusuf Mansur jika ada investor yang meminta kembali uangnya, prosesnya selalu berbelit-belit. Jika pun ada yang sampai berhasil menarik dananya, itu pun hanya pokoknya saja. Padahal, para investor tersebut pernah dijanjikan uang kerahiman.

Faktanya jauh dari iming-iming awal. Bukan hanya itu, hotel Siti yang didedikasikan sebagai hotel Syariah, kini tak lagi bersyariah. Para tamu berpasangan bebas keluar masuk tanpa ada pemeriksaan KTP atau surat nikah. Atas dasar itu, Yusuf Mansur digugat oleh lima investor tersebut secara material sebesar Rp 90 juta dan gugatan immaterial sebesar Rp 5 miliar. Dua kali persidangan mediasi gagal mencapai titik temu, maka gugatan berlanjut ke ranah perdata.

BACA JUGA  Momen Idul Adha, Jokowi Selamati Raja Salman Via Telepon

Dalam tanggapannya Kamis dua pekan lalu, pihak tergugat mengatakan bahwa tergugat tidak mengenal para penggugat, tidak menerima langsung pembayaran dari penggugat ke rekening atas nama Yusuf Mansur. Oleh sebab itu tergugat menolak gugatan tersebut.

Dalam duplik yang disampaikan oleh pengacara Asfa Davy Bya dan rekan pada Kamis (09/07/2020) lalu, meskipun para investor tidak mengenal Yusuf Mansur secara pribadi, tetapi mereka mau investasi karena ada undangan untuk hadir dalam ceramah-ceramah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur.

Contohnya adalah Darmansyah, warga Surabaya yang ikut sebagai tergugat dalam perkara ini, juga tidak kenal dengan Yusuf Mansur. “Tetapi Yusuf Mansur mau berdamai dengan Darmansyah karena mengakui kesalahannya,” kata Asfa Davy Bya.

Masih kata Asfa Davy Bya, jika investor tidak mengirim langsung ke rekening Yusuf Mansur, lalu apa maksud dan kapasitasnya Yusuf Mansur mengumumkan memindahkan dana investor ke hotel Siti.

“Pengumuman Yusuf Mansur via website tidak meminta persetujuan pada investor,” jelas Asfa Davy Bya.

Yusuf Mansur mendandatangani perjanjian dengan Darmansyah dan pelapor lainnya yang diwakili oleh penasehat hukum mereka di Hotel Sofyan, Menteng 27 Februari 2017.

Yang menarik dalam kasus ini, ada nama Darmansyah sebagai pihak yang ikut sebagai tergugat. Darmansyah adalah seorang investor untuk Condotel Moya Vidi. Karena setelah 4 tahun tidak ada perkembangan, maka Darmansyah menarik kembali dananya. Pada 7 Fabruari 2017, antara Yusuf Mansur dengan Darmansyah, Ny. Rahmanizar, dan Mahir Ismail terjadi perdamaian di sebuah restoran Timur Tengah di jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat.

BACA JUGA  Khutbah Jumat Hagia Sophia: Hari Penuh Kehormatan dan Kerendahan Hati

Darmansyah dalam kasuh Condotel Moya Vidi, Ny. Rahmanizar dalam patungan usaha, dan Mahir Ismail dalam kasus sedekah. Intinya, Yusuf Mansur mengakui kesalahannya dan bersedia mengembalikan dana investor berikut bagi untung yang pernah dijanjikan. Maka pada 27 Fabruari 2017, Yusuf Mansur mau menandatangani perjanjian dengan ketiga orang tersebut.

Darmasyah sendiri telah menanamkan investasinya untuk Condotel Moya Vidi sebesar Rp 48.600.000. Dan ia mendapatkan uangnya kembali berikut uang kerahiman yang dijanjikan sedari awal. Tetapi di sini, Darmansyah meminta agar teman-temannya yang mengalami nasib serupa dengannya, juga diselesaikan dengan cara mengembalikan dana yang telah mereka serahkan ke Yusuf Mansur.

Waktu itu, Yusuf Mansur menyanggupinya. Faktanya, tidak terjadi, sampai akhirnya para investor lainnya ikut melaporkan kasus tersebut ke polisi. Bahkan, kasus perdata kini sedang berjalan di PN Tangerang. Majelis Hakim yang diketahui oleh R. Aji Suryo, akan melanjutkan persidangan berikutnya pada Kamis (16/7) pekan depan.

Penulis: HM Joesoef
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Erdogan: Kebangkitan Hagia Shopia Pertanda Pembebasan Al-Aqsa

Hagia Sophia, salah satu situs bersejarah dan warisan budaya paling penting di dunia, dibangun pada abad keenam pada masa pemerintahan Kekaisaran Bizantium.

Ahad, 12/07/2020 06:31 0

Suriah

35 Milisi Pro-Iran di Suriah Tewas Dibom Pesawat Tak Dikenal

Puluhan milisi pro-Iran, termasuk dua pimpinan tewas akibat serangan tak dikenal di Suriah timur.

Sabtu, 11/07/2020 16:26 0

Turki

Dibuka 24 Juli, Hagia Shopia Dipakai Pertama Kali untuk Shalat Jumat

Hagia Shopia telah diputuskan untuk kembali menjadi masjid. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan situs tersebut akan dibuka untuk beribadah pada 24 Juli.

Sabtu, 11/07/2020 16:21 0

Suriah

Iran Perkuat Sistem Pertahanan Udara Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Kepala militer Iran telah menandatangani perjanjian dengan presiden Suriah untuk memperkuat sistem...

Jum'at, 10/07/2020 20:08 0

Opini

Semua “Hanya” Peduli Floyd, Tidak dengan Iyad Hallaq

Iyad Hallaq, seorang pria autis berusia 32 tahun ditembak secara brutal oleh polisi Israel di sebuah ruang sampah di Kota Tua Yerussalem Timur pada 30 Mei lalu. Penembakan brutal tersebut memang memicu aksi demonstrasi di Israel, Palestina, dan beberapa tempat. Namun hingar bingarnya tenggelam oleh aksi Black Lives Matter yang dilatarbelakangi kematian George Floyd.

Jum'at, 10/07/2020 18:15 0

Palestina

Di Tengah Pandemi Covid-19, Israel Masih Tembaki Warga Palestina

Pasukan Israel secara fatal menembak seorang warga sipil Palestina pada hari Kamis (09/07/2020), demikian menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Jum'at, 10/07/2020 10:13 0

Amerika

Trump Masih Anggap Hydroxychloroquine Ampuh untuk Covid-19

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump masih menganggap obat malaria hydroxychloroquine sebagai obat yang menjanjikan untuk mencegah infeksi virus corona, demikian pernyataan Gedung Putih pada Kamis (09/07/2020).

Jum'at, 10/07/2020 09:02 0

Suriah

Rusia Duduki Ladang Minyak Suriah di Deir Zour

20 tentara Rusia memasuki ladang minyak Al-Ward di pedesaan Al-Bukamal, sebelah timur Deir Zour, setelah pasukan keamanan militer rezim Suriah dikeluarkan dari sana.

Kamis, 09/07/2020 14:53 0

China

Cina dan Rusia Berjanji Jaga Hubungan Baik

Selama percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Xi mengatakan negaranya siap untuk terus bekerja sama dengan Rusia untuk menjaga kedaulatan.

Kamis, 09/07/2020 14:19 0

News

Peneliti Sebut Covid-19 Sudah Ada Sebelum Pandemi

"Sejumlah kondisi menyebabkan virus itu tersebar," kata peneliti yang dikutip The Telegraph pada Ahad lalu.

Kamis, 09/07/2020 11:49 0

Close