Menhan Rasa Mentan, PKS: Salah Kaprah Penerapan Ketahanan Pangan

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah menerima penugasan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk membangun Lumbung Pangan Nasional atau food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dengan penugasan tersbut, selanjutnya Menhan Prabowo bisa melibatkan TNI untuk membangun food estate di Kalteng.

Namun, penugasan tersebut bukan tanpa kritik. Anggota Komisi IV Fraksi PKS DPR-RI, Andi Akmal bingung mengapa pengelolaan ketahanan pangan diberikan kepada Kemenhan, bukan Kementan yang berwenang mengurusi pangan.

Menurut Akmal, Kementan dipandang memiliki sumber daya manusia yang lebih tepat untuk pengembangan lumbung pangan nasional di Kalteng.

“Yang punya SDM bidang pertanian kan Kementan. Sehingga kalau Kemenhan yang diberikan tugas, tentu agak sulit dipahami,” kata Andi Akmal dalam keterangan tertulisnya pada Senin (13/07/2020).

Politisi asal Selawesi Selatan ini menyarankan kepada pemerintah jangan sampai memahami arti yang salah penerapan di lapangan.

Akmal memberi contoh ada istilah food security. Sedangkan secara terjemah baku security berarti keamanan.

“Jangan lantas food security di implementasikan ketahanan pangan, yang bertanggungjawab Menteri Pertahanan,” ketus Akmal.

Anggota DPR Komisi IV ini juga menanggapi klaim pemerintah bahwa permasalahan ketahanan pangan ada hubungannya dengan kementerian pertahanan yang berarti urusan nilai tukar, bensin solar dan seni budaya bisa juga diurusi Menhan.

“Ada ketahanan finansial, ketahanan energi yang bisa diklaim menteri pertahanan. Bahkan urusan kesehatan yang saat ini sedang musibah akibat berkurangnya ketahanan kesehatan juga bisa diklaim Menhan,” ujarnya.

BACA JUGA  Perjalanan Ustadz ABB ke Sukoharjo Dikawal Densus 88

Ungkapan satir yang diungkapkan Akmal ini merupakan upaya masukan kepada pemerintah agar semakin baik dalam mengelola negara dengan SDM yang tepat.

“Jangan sampai kekuatan politik mendominasi dalam kebijakan untuk menabrak sebuah pakem. Politik yang santun dan berwibawa mesti di terapkan untuk membangun suasana yang baik dan kondusif dalam negara kita,” urainya.

Akmal menuturkan bahwa secara SDM dan pengalaman, logika awam akan mengarah bahwa leading sektor bidang pangan ini di Kementerian Pertanian. yang tampak adalah Syahrul Yasin Limpo memang orang baru di Kementan.

Menurut Akmal, SYL memang orang baru di Kementan, tapi beliau memiliki pengalaman 10 tahun sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dan berhasil menjadikan daerah tersebut menjadi lumbung pangan.

“Saya menyarankan, kondisi yang tidak ideal pada wabah ini, jangan semakin diperparah dengan kebijakan-kebijakan yang kontroversial. Rakyat bisa melihat dan menilai. Jangan pemerintah ini terlihat semakin lucu dan tidak berwibawa,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat