... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Hukum: Revisi Aturan Kartu Prakerja Belum Cegah Potensi Penyelewengan

Foto: Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai bahwa keluarnya Perpres no 76 tahun 2020 menandakan bahwa Perpres sebelumnya ada masalah. Sebab, dari sisi tata kelola tidak mencerminkan transparansi, akuntabilitas maka kemudian dilakukan perbaikan.

“Patut diapresiasi karena ada kesadaran untuk perbaikan tata kelola. Tetapi patut disayangkan karena cepat berubah, berarti dulu tidak visioner. Seharusnya membuat peraturan itu harus visioner, tidak mudah berubah karena hal yang temporer,” katanya dalam pernyataan sikapnya pada Sabtu (11/07/2020).

Menurutnya, belum ada kasus yang melatar belakangi revisi ini. Ia menilai, penyimpangan-penyimpangan itu masih bersifat kemungkinan. Maka, perlu dilakukan perbaikan dan ini pararel dengan pernyataan presiden bahwa penyeleweng dana bencana akan digigit keras penegak hukum.

Suparji menekankan, dana kartu Prakerja memang rawan untuk diselewengkan karena melibatkan berbagai komponen. Ada masyarakat pencari kerja kemudian ada penyedia jasa dan pemerintah atau juga ada stakeholder lain.

“Potensi penyelewengan besar karena ada dana yang sangat besar. Terlebih saat ini sedang ada wabah Covid-19 di mana pengawasan tidak terlalu ketat. Seharusnya Pemerintah langsung dengan lembaga pelatihan, tidak perlu platform digital,” jelasnya.

Ia juga memaparkan, jika penerima dana harus mengembalikan dana sementara sudah disalurkan dan kewajiban itu baru dituangkan sekarang, maka sangat merepotkan. Oleh sebab itu, harus diperjelas aturan tersebut bersifat futuristik atau retroaktif.

BACA JUGA  Fahri Hamzah Optimis Ekonomi Domestik Penyelamat di Tengah Ancaman Resesi

“Kalau retroaktif jelas tidak adil karena penerima tidak mengira ada keharusann mengembalikan dana tersebut. Jika diberlakukan ke depan, mungkin ini upaya memberikan peringatan agar hati-hati dalam pengelolaan dana prakerja. Ini masih menimbulkan norma yang belum jelas tentang implementasinya,” jelasnya.

Terakhir, Suparji menyebut bahwa sejak awal kartu prakerja ada kerancuan karena pada mulanya diperuntukkan bagi warga yang belum memiliki pekerjan. Dan sekarang diperuntukkan bagi orang kena PHK. Kedua, kerancuan dari konteks kebutuhan, apakah dengan pelatihan dengan youtube bisa memberikan solusi untuk penyelesaian ketenaga kerjaan.

“Yang dibutuhkan sekarang lapangan pekerjaan, kalau hanya sekedar pelatihan bisa dibuat secara mandiri, banyak web gratis menyediakan itu. Ketiga, parameter keberhasilannya tidak ada kejelasan. Secara keseluruhan dana ini mengerikan karena dana besar tapi tidak memiliki parameter jelas,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

35 Milisi Pro-Iran di Suriah Tewas Dibom Pesawat Tak Dikenal

Puluhan milisi pro-Iran, termasuk dua pimpinan tewas akibat serangan tak dikenal di Suriah timur.

Sabtu, 11/07/2020 16:26 0

Turki

Dibuka 24 Juli, Hagia Shopia Dipakai Pertama Kali untuk Shalat Jumat

Hagia Shopia telah diputuskan untuk kembali menjadi masjid. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan situs tersebut akan dibuka untuk beribadah pada 24 Juli.

Sabtu, 11/07/2020 16:21 0

Suriah

Iran Perkuat Sistem Pertahanan Udara Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Kepala militer Iran telah menandatangani perjanjian dengan presiden Suriah untuk memperkuat sistem...

Jum'at, 10/07/2020 20:08 0

Opini

Semua “Hanya” Peduli Floyd, Tidak dengan Iyad Hallaq

Iyad Hallaq, seorang pria autis berusia 32 tahun ditembak secara brutal oleh polisi Israel di sebuah ruang sampah di Kota Tua Yerussalem Timur pada 30 Mei lalu. Penembakan brutal tersebut memang memicu aksi demonstrasi di Israel, Palestina, dan beberapa tempat. Namun hingar bingarnya tenggelam oleh aksi Black Lives Matter yang dilatarbelakangi kematian George Floyd.

Jum'at, 10/07/2020 18:15 0

Palestina

Di Tengah Pandemi Covid-19, Israel Masih Tembaki Warga Palestina

Pasukan Israel secara fatal menembak seorang warga sipil Palestina pada hari Kamis (09/07/2020), demikian menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Jum'at, 10/07/2020 10:13 0

Amerika

Trump Masih Anggap Hydroxychloroquine Ampuh untuk Covid-19

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump masih menganggap obat malaria hydroxychloroquine sebagai obat yang menjanjikan untuk mencegah infeksi virus corona, demikian pernyataan Gedung Putih pada Kamis (09/07/2020).

Jum'at, 10/07/2020 09:02 0

Suriah

Rusia Duduki Ladang Minyak Suriah di Deir Zour

20 tentara Rusia memasuki ladang minyak Al-Ward di pedesaan Al-Bukamal, sebelah timur Deir Zour, setelah pasukan keamanan militer rezim Suriah dikeluarkan dari sana.

Kamis, 09/07/2020 14:53 0

China

Cina dan Rusia Berjanji Jaga Hubungan Baik

Selama percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Xi mengatakan negaranya siap untuk terus bekerja sama dengan Rusia untuk menjaga kedaulatan.

Kamis, 09/07/2020 14:19 0

News

Peneliti Sebut Covid-19 Sudah Ada Sebelum Pandemi

"Sejumlah kondisi menyebabkan virus itu tersebar," kata peneliti yang dikutip The Telegraph pada Ahad lalu.

Kamis, 09/07/2020 11:49 0

Video News

Pakar Hukum: Denny Siregar Harus Diberi Efek Jera

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa Denny Siregar harus diproses karena postingan FB soal santri calon teroris. Apakah terbukti atau tidak, kata dia, yang terpenting adalah polisi memproses Denny.

Selasa, 07/07/2020 22:51 0

Close