... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Pelibatan TNI untuk KUB, Bukhori: Menag Gagal Paham

Foto: Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf.

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf melayangkan kritik tajam kepada Menag terkait rencana pelibatan TNI dalam membangun kerukunan umat beragama (KUB). Ia menilai, rencana tersebut sebagai bentuk kegagapan Menag dalam mencermati kondisi sosial politik di tengah masyarakat yang sudah memasuki era reformasi.

“Pak menteri lagi-lagi gagal paham. Sangat keliru ketika langsung menempatkan unsur militer dalam upaya penguatan kohesivitas di masyarakat. Kemenag sudah punya komponen penyuluh agama yang seharusnya dioptimalkan secara anggaran dan SDM-nya. Sebab mereka adalah garda terdepan dalam menjembatani kepentingan Menag terhadap masyarakat,” tegas Bukhori di Jakarta, Kamis (09/07/2020).

Menurutnya, pelibatan militer secara eksesif dalam kehidupan sipil hanya membawa langkah reformasi menjadi mundur jauh ke belakang. Ia juga memperingatkan agar Menag selalu mengedepankan fakta sejarah dan fakta sosial dalam mengambil kebijakan.

“Jika benar terjadi, ini akan menjadi ‘set back’ bagi bangsa kita, kebijakan yang ahistoris dan asosial. Sebab, semangat yang dibawa reformasi kala itu adalah mengganti supremasi sipil atas supremasi militer dalam konteks kehidupan dan kebebasan sipil. Oleh karena itu, Kemenag cukup fokus saja dengan tupoksinya. Hentikan kegaduhan yang ditimbulkan,” cetusnya.

Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) nasional yang dikeluarkan oleh Kemenag tahun 2019 berada di angka 73,83 dalam rentang skor 0-100 secara nasional. Angka itu mengalami kenaikan dari tahun lalu yang sebesar 70,90. Terdapat tiga hal yang disoroti dalam survey tersebut yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Kendati masih terdapat beberapa provinsi yang memiliki skor indeks KUB di bawah rata-rata nasional, dari 34 provinsi yang disurvei, temuan tersebut memberikan kesimpulan bahwa semua provinsi masih memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi dan sangat tinggi.

“Jika mengacu pada penelitian tersebut kita bisa melihat bahwa ada progres dari indeks kerukunan umat beragama kita dari tahun ke tahun. Meskipun demikian, saya menjadi khawatir ketika Menag serius memberikan ruang berlebih bagi keterlibatan militer dalam kehidupan sosial keagamaan di masyarakat, justru berpotensi anomali,” tuturnya.

“Pertama, meredusir kembali reputasi TNI jika berkaca pada fakta historis. Kedua, tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi indeks kerukunan beragama yang sudah dibangun cukup baik selama ini. Perlu langkah yang terukur dan presisi dalam hal ini,” pungkas politisi PKS ini.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rusia Duduki Ladang Minyak Suriah di Deir Zour

20 tentara Rusia memasuki ladang minyak Al-Ward di pedesaan Al-Bukamal, sebelah timur Deir Zour, setelah pasukan keamanan militer rezim Suriah dikeluarkan dari sana.

Kamis, 09/07/2020 14:53 0

China

Cina dan Rusia Berjanji Jaga Hubungan Baik

Selama percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Xi mengatakan negaranya siap untuk terus bekerja sama dengan Rusia untuk menjaga kedaulatan.

Kamis, 09/07/2020 14:19 0

News

Peneliti Sebut Covid-19 Sudah Ada Sebelum Pandemi

"Sejumlah kondisi menyebabkan virus itu tersebar," kata peneliti yang dikutip The Telegraph pada Ahad lalu.

Kamis, 09/07/2020 11:49 0

Video News

Pakar Hukum: Denny Siregar Harus Diberi Efek Jera

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa Denny Siregar harus diproses karena postingan FB soal santri calon teroris. Apakah terbukti atau tidak, kata dia, yang terpenting adalah polisi memproses Denny.

Selasa, 07/07/2020 22:51 0

Info Event

Tetap Menghafal Al-Quran di Masa Pandemi Bersama HOST

Meski belum ada kepastian kapan masa pandemi akan berakhir, kita harus tetap optimis dan menata hidup baru di era new normal

Selasa, 07/07/2020 19:52 0

Irak

Pakar Jihadis Irak Tewas Ditembak Orang Misterius

Hisham al-Hashimi (47) sering muncul di outlet media lokal dan asing sebagai analis, terutama selama pertempuran Irak melawan ISIS.

Selasa, 07/07/2020 16:17 0

Inggris

15 Juta Gelas Bir Ditenggak Usai Bar-bar Inggris Dibuka

KIBLAT.NET, Tepi Barat –  Surat kabar Inggris Daily Mail melaporkan kondisi warga usai pembatasan terkait...

Senin, 06/07/2020 20:24 0

Palestina

Pantau Bumi, Israel Luncurkan Satelit Baru

Pemerintah Israel pada Senin (06/07/2020) meluncurkan satelit baru, Ofek 16, untuk keperluan pemantauan, pengumpulan data, dan surveilans.

Senin, 06/07/2020 19:00 0

Arab Saudi

Ibadah Haji di Tengah Pandemi, Begini Protokol Kesehatan yang Diterapkan Arab Saudi

Arab Saudi telah membatasi jumlah peziarah haji tahun ini dan menempatkan beberapa protokol kesehatan untuk mengurangi tingkat penularan virus Covid-19.

Senin, 06/07/2020 17:21 0

Afrika

Dijajah 132 Tahun, Aljazair Desak Permintaan Maaf Penuh Prancis

KIBLAT.NET, Aljir – Presiden Aljazair Abdel Majid Taboun pada Sabtu (04/07/2020), menuntut permintaan maaf dari...

Ahad, 05/07/2020 16:49 0

Close