Pencabutan Asimilasi Habib Bahar Digugat ke PTUN

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar mengajukan gugatan ke PTUN atas pencabutan asimiliasi kliennya. Menurut Aziz, pencabutan asimilasi Habib Bahar tidak sesuai asas-asas umum pemerintahan yang baik.

“Kita ajukan gugatan karena pencabutan asimililasi oleh kepala Bapas itu diduga melangat asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” katanya kepada Kiblat.net pada Rabu (08/07/2020).

Aziz juga menilai bahwa pencabutan tersebur didasarkan oleh hal hal yang bersifat subjektif yang tidak dapat dibuktikan secara hukum. Dan ini kita duga, kata dia, ada penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan sewenang-wenang oleh pihak Kemenkumham RI.

Ia menyebutkan, penyalahguaan wewenangnya adalah, Habib Bahar dituduh berceramah yang provokatif terhadap pemerintah.

“Padahal isi ceramahnya itu ceramah umum. Yang ditujukan kepada pemerintah secata umum, pejabat secara umum dan itu bentuknya teguran. Tapi dianggap dan diinterpretasi oleh Kemenkumhan bahwa itu tindakan provokatif,” paparnya.

Ia juga menjawab alasan pencabutan asimilasi karena Habib Bahar melanggar PSBB. Aziz menyebut, kliennya tidak pernah mengundang dan tidak mengumpulkan masyarakat dalam bentuk apapun.

“Itu di luar kuasa Habib Bahar. Kita bandingkan dengan pelanggaran PSBB yang dilakukan oleh Ketua MPR, Bamsoet pada konser yang diadakan waktu PSBB, hanya ditegur saja. Artinya ini menunjukkan tidak adanya equality before the law di republik ini,” pungkasnya.

BACA JUGA  Luncurkan GNWU, Jokowi Ingin Wakaf Tak Terbatas untuk Ibadah

Rencananya, sidang perdana gugatan pencabutan asimiliasi akan digelar pada Kamis 9 Juli 2020. Sidang ini berlangsung di Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN) Jawa Barat di Bandung.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat