... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aboe Bakar Al-Habsy Pertanyakan Pihak yang Ngotot Bahas RUU HIP

Foto: Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsyi

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy menegaskan bahwa Pemerintah dan DPR perlu duduk bersama untuk menyepakati pembatalan RUU HIP. Menurutnya, ini sangat mendesak karena publik sensitif dengan isu tersebut.

“Pemerintah melalui Menko Polhukam sudah menyampaikan akan melakukan penundaan pembahasan RUU HIP. Namun sepertinya statemen ini saja tidak cukup,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Rabu (08/07/2020).

“Ini terbukti dengan aksi demonstrasi oleh masyarakat yang masih digelar di mana-mana. Mereka melakukan penolakan terhadap RUU tersebut,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa yang disuarakan masyarakat adalah penolakan RUU HIP. Jadi, kata dia, yang mereka minta bukan sekedar penundaan pembahasan. Menurutnya ini harus didengarkan dengan baik, apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Oleh sebab itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menyebut bahwa jika ada pihak yang masih ngotot melakukan pembahasan, tentunya ini akan menimbulkan pertanyaan. Sebenarnya utuk siapa sebenarnya RUU tersebut.

“Jika masyarakat menolak, kenapa masih ada pemaksaan untuk dibahas. Oleh karenanya sebaiknya RUU ini didrop dari prolegnas,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Pakar Hukum: Denny Siregar Harus Diberi Efek Jera

Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa Denny Siregar harus diproses karena postingan FB soal santri calon teroris. Apakah terbukti atau tidak, kata dia, yang terpenting adalah polisi memproses Denny.

Selasa, 07/07/2020 22:51 0

Info Event

Tetap Menghafal Al-Quran di Masa Pandemi Bersama HOST

Meski belum ada kepastian kapan masa pandemi akan berakhir, kita harus tetap optimis dan menata hidup baru di era new normal

Selasa, 07/07/2020 19:52 0

Irak

Pakar Jihadis Irak Tewas Ditembak Orang Misterius

Hisham al-Hashimi (47) sering muncul di outlet media lokal dan asing sebagai analis, terutama selama pertempuran Irak melawan ISIS.

Selasa, 07/07/2020 16:17 0

Inggris

15 Juta Gelas Bir Ditenggak Usai Bar-bar Inggris Dibuka

KIBLAT.NET, Tepi Barat – ┬áSurat kabar Inggris Daily Mail melaporkan kondisi warga usai pembatasan terkait...

Senin, 06/07/2020 20:24 0

Palestina

Pantau Bumi, Israel Luncurkan Satelit Baru

Pemerintah Israel pada Senin (06/07/2020) meluncurkan satelit baru, Ofek 16, untuk keperluan pemantauan, pengumpulan data, dan surveilans.

Senin, 06/07/2020 19:00 0

Arab Saudi

Ibadah Haji di Tengah Pandemi, Begini Protokol Kesehatan yang Diterapkan Arab Saudi

Arab Saudi telah membatasi jumlah peziarah haji tahun ini dan menempatkan beberapa protokol kesehatan untuk mengurangi tingkat penularan virus Covid-19.

Senin, 06/07/2020 17:21 0

Afrika

Dijajah 132 Tahun, Aljazair Desak Permintaan Maaf Penuh Prancis

KIBLAT.NET, Aljir – Presiden Aljazair Abdel Majid Taboun pada Sabtu (04/07/2020), menuntut permintaan maaf dari...

Ahad, 05/07/2020 16:49 0

India

Hubungan Dengan Cina Memanas, India Borong 33 Jet Tempur Rusia

Kementerian Pertahanan India juga telah menyetujui pengembangan sistem rudal lokal untuk ketiga cabang militer

Jum'at, 03/07/2020 14:39 0

Selandia Baru

Sidang Putusan Kasus Pembantaian Masjid Christchurch Akan Digelar Bulan Depan

Hakim mengatakan bahwa persidangan diperkirakan akan berlangsung 3 hari atau lebih

Jum'at, 03/07/2020 08:58 0

Analisis

Ghazwatul Hindi: Nusantara, Front Utama Melawan Cina (Bag. 3)

Pasukan Ghazwatul Hindi harus meneliti seribu kali sebelum menyergap lawan lokal. Sementara di sisi lain mereka harus mewaspadai penyergapan dan pengkhianatan lawan.

Rabu, 01/07/2020 21:36 0

Close