... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pernah Jadi Napi, Ahok Tak Bisa Jadi Menteri

Foto: Jokowi dan Ahok

KIBLAT.NET, Jakarta – Beredar isu bahwa mantan narapidana penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama menjadi menteri kabinet Jokowi. LBH Street Lawyer menegaskan menegaskan bahwa Ahok tak bisa jadi menteri karena pernah menjadi napi.

Anggota LBH Street Lawyer, Sumadi Atmaja menekankan bahwa larangan tersebut tertuang dalam Pasal 22 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

“Maka, apabila ternyata benar Ahok diangkat menjadi Menteri oleh Presiden, maka hal tersebut jelas bertentangan dengan Pasal 22 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Dimana pengangkatan Ahok sebagai Menteri terbentur dengan syarat untuk diangkat sebagai menteri,” paparnya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Ahad (05/07/2020).

“Seseorang haruslah tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih,” sambungnya.

Maka, pihaknya menolak tegas jika benar Ahok dijadikan menteri oleh Jokowi. Sebab, Ahok melanggar Pasal 156a huruf a KUHP yang memiliki ancaman pidana 5 (lima) tahun penjara.

“LBH Street Lawyer tegas menolak Ahok menjadi menteri. Karena Ahok pernah dipidana karena melakukan tindak pidana penodaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156a huruf a KUHP yang memiliki ancaman pidana 5 (lima) tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

BACA JUGA  Penghina Ahok Diproses, Pencaci Habib Rizieq Juga Harus Ditangkap

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Dijajah 132 Tahun, Aljazair Desak Permintaan Maaf Penuh Prancis

KIBLAT.NET, Aljir – Presiden Aljazair Abdel Majid Taboun pada Sabtu (04/07/2020), menuntut permintaan maaf dari...

Ahad, 05/07/2020 16:49 0

India

Hubungan Dengan Cina Memanas, India Borong 33 Jet Tempur Rusia

Kementerian Pertahanan India juga telah menyetujui pengembangan sistem rudal lokal untuk ketiga cabang militer

Jum'at, 03/07/2020 14:39 0

Selandia Baru

Sidang Putusan Kasus Pembantaian Masjid Christchurch Akan Digelar Bulan Depan

Hakim mengatakan bahwa persidangan diperkirakan akan berlangsung 3 hari atau lebih

Jum'at, 03/07/2020 08:58 0

Analisis

Ghazwatul Hindi: Nusantara, Front Utama Melawan Cina (Bag. 3)

Pasukan Ghazwatul Hindi harus meneliti seribu kali sebelum menyergap lawan lokal. Sementara di sisi lain mereka harus mewaspadai penyergapan dan pengkhianatan lawan.

Rabu, 01/07/2020 21:36 0

Suriah

Seorang Tentara Suriah “Menghilang” Usai Lamar Putri Assad Via Online

Yazan Soltani, seorang prajurit di pasukan rezim Assad, mengabaikan peringatan oleh banyak orang yang dekat dengannya terkait konsekuensi dari video yang ia buat.

Selasa, 30/06/2020 14:43 0

Afrika

Revisi Undang-undang, Gabon Bersiap Legalkan LGBT

Saat ini RUU akan diratifikasi oleh Presiden Ali Bongo. Istri Bongo, Sylvia, telah menyuarakan dukungan untuk RUU ini dengan mengatakan kemampuan untuk mencintai secara bebas tanpa kecaman adalah hak asasi manusia yang mendasar.

Selasa, 30/06/2020 13:42 0

China

Wanita Uighur Dipaksa Gugurkan Kandungan Jika Lewati Batas Jumlah Anak

Cina memaksa perempuan untuk disterilkan atau menggunakan alat kontrasepsi untuk membatasi populasi Uighur dan kelompok minoritas Muslim di wilayah Xinjiang barat.

Selasa, 30/06/2020 13:38 0

News

WHO: Krisis Pandemi Masih Jauh Dari Akhir

Tedros mengatakan bahwa krisis ini masih bisa menjadi lebih parah lagi jika negara-negara di dunia masih enggan mendengarkan saran dari WHO.

Selasa, 30/06/2020 09:06 0

Info Event

Launching Rania Turki, Rumah Besar Perempuan Indonesia di Turki

Dengan semakin meningkatnya jumlah WNI terutama perempuan Indonesia yang tinggal di Turki mendapatkan perhatian dari para aktivis yang berinisiatif untuk menghadirkan organisasi perempuan baru. Organisasi tersebut bernama Rumah Muslimah Indonesia (Rania) Turki yang kemudian melaksanakan launching secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Ahad (28/06/2020) dengan tema “Menjadi Perempuan Muslimah Berdaya Bersama Rania”.

Senin, 29/06/2020 12:07 0

Suara Pembaca

Apapun Alasannya, RUU HIP Harus Dibatalkan

Sehubungan dengan polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang digagas oleh PDIP dan disetujui oleh semua parpol di DPR-RI kecuali PKS dan Demokrat sehingga mendapat penolakan dari banyak pihak di antaranya MUI seluruh Indonesia, ormas-ormas Islam seluruh Indonesia, organisasi purnawirawan TNI-Polisi dan seluruh elemen bangsa.

Senin, 29/06/2020 11:26 0

Close