... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Buang-buang Energi, Pakar Hukum Minta RUU HIP Dibatalkan

Foto: RUU HIP (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) harus dihentikan. Sebab, RUU ini menimbulkan presepsi di tengah masyarakat bahwa DPR tak mampu berkoordinasi sehingga muncul RUU HIP.

“Harus ada komunikasi supaya soft landing, tidak menimbulkan apresiasi negatif terhadap pemerintah yang notabene memiliki banyak dukungan di DPR tapi tidak bisa berkoordinasi sehingga menimbukan polemik di masyarakat. Karena tidak ada kejelasan sosiologis, filosofis dan yuridis pada RUU ini,” katanya kepada Kiblat.net pada Ahad (05/07/2020).

Maka, ia menegaskan bahwa RUU HIP tidak relevan untuk dibahas karena Pancasila sudah final. Menurutnya, haluan bukan diformulasikan dalam sebuah undang-undang yang membuat tentang masyarakat pancasila seperti apa, dari trisila jadi ekasila.

“Justru haluan itu mendistorsi Pancasila. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana ada sebuah contoh konkrit perilaku Pancasila di pemerintahan, di masyarakat. Karena sebetulnya sudah jelas bagaimamna berketuhaan, berperi kemanusiaan, menjalin persatuan, bermusyawarah dan menjaga keadilan,” tuturnya.

“Kejelasan di Panacasila itu tinggal dilaksanakan saja, sehingga tidak perlu sebuah haluan yang diklaim sebagai kebenaran tapi faktanya mendistorsi dari Pancasila,” sambungnya.

Suparji menekankan, DPR harus tegas menghentikan pembahasan itu supaya energi bangsa ini tidak terkuras karena memperdebatkan soal itu. Masih banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan oleh para pejabat dan elit politik.

BACA JUGA  Polemik Jenazah Covid-19 Dibakar, Tito Salahkan Media

“Soal usulan perubahan nama, kalau sekedar judul saja tapi substansinya sama tidak menyelesaikan masalah. Karena yang diinginkan masyarakat adanya penolakan untuk tidak dibahas. Jadi perubahan sekedar judul tidak menyelesaikan masalah,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Buang-buang Energi, Pakar Hukum Minta RUU HIP Dibatalkan”

  1. Firman Ahmad

    Setuju, sebenarnya sudah jelas bagaimana berketuhanan, berperikemanusiaan, menjalin persatuan, dan berpolitik. Berketuhanan dengan Ketuhanan Yang MahaEsa, berperikemanusiaan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, berpolitik dengan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Penjelasan ini telah dirumuskan dan ditandatangani oleh Panitia Sembilan tahun 1945. Masalahnya, penjelasan yang sudah tertulis saja belum dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah. Contohnya, berperikemanusiaan masih mengacu pada standar HAM dunia walaupun belum tentu adil dan beradab. Bahkan tujuan yang tercantum di akhir pembukaan UUD’45 belum menjadi tujuan utama pemerintah, yaitu seharusnya mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan sekedar kesejahteraan.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Dijajah 132 Tahun, Aljazair Desak Permintaan Maaf Penuh Prancis

KIBLAT.NET, Aljir – Presiden Aljazair Abdel Majid Taboun pada Sabtu (04/07/2020), menuntut permintaan maaf dari...

Ahad, 05/07/2020 16:49 0

India

Hubungan Dengan Cina Memanas, India Borong 33 Jet Tempur Rusia

Kementerian Pertahanan India juga telah menyetujui pengembangan sistem rudal lokal untuk ketiga cabang militer

Jum'at, 03/07/2020 14:39 0

Selandia Baru

Sidang Putusan Kasus Pembantaian Masjid Christchurch Akan Digelar Bulan Depan

Hakim mengatakan bahwa persidangan diperkirakan akan berlangsung 3 hari atau lebih

Jum'at, 03/07/2020 08:58 0

Analisis

Ghazwatul Hindi: Nusantara, Front Utama Melawan Cina (Bag. 3)

Pasukan Ghazwatul Hindi harus meneliti seribu kali sebelum menyergap lawan lokal. Sementara di sisi lain mereka harus mewaspadai penyergapan dan pengkhianatan lawan.

Rabu, 01/07/2020 21:36 0

Suriah

Seorang Tentara Suriah “Menghilang” Usai Lamar Putri Assad Via Online

Yazan Soltani, seorang prajurit di pasukan rezim Assad, mengabaikan peringatan oleh banyak orang yang dekat dengannya terkait konsekuensi dari video yang ia buat.

Selasa, 30/06/2020 14:43 0

Afrika

Revisi Undang-undang, Gabon Bersiap Legalkan LGBT

Saat ini RUU akan diratifikasi oleh Presiden Ali Bongo. Istri Bongo, Sylvia, telah menyuarakan dukungan untuk RUU ini dengan mengatakan kemampuan untuk mencintai secara bebas tanpa kecaman adalah hak asasi manusia yang mendasar.

Selasa, 30/06/2020 13:42 0

China

Wanita Uighur Dipaksa Gugurkan Kandungan Jika Lewati Batas Jumlah Anak

Cina memaksa perempuan untuk disterilkan atau menggunakan alat kontrasepsi untuk membatasi populasi Uighur dan kelompok minoritas Muslim di wilayah Xinjiang barat.

Selasa, 30/06/2020 13:38 0

News

WHO: Krisis Pandemi Masih Jauh Dari Akhir

Tedros mengatakan bahwa krisis ini masih bisa menjadi lebih parah lagi jika negara-negara di dunia masih enggan mendengarkan saran dari WHO.

Selasa, 30/06/2020 09:06 0

Info Event

Launching Rania Turki, Rumah Besar Perempuan Indonesia di Turki

Dengan semakin meningkatnya jumlah WNI terutama perempuan Indonesia yang tinggal di Turki mendapatkan perhatian dari para aktivis yang berinisiatif untuk menghadirkan organisasi perempuan baru. Organisasi tersebut bernama Rumah Muslimah Indonesia (Rania) Turki yang kemudian melaksanakan launching secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Ahad (28/06/2020) dengan tema “Menjadi Perempuan Muslimah Berdaya Bersama Rania”.

Senin, 29/06/2020 12:07 0

Suara Pembaca

Apapun Alasannya, RUU HIP Harus Dibatalkan

Sehubungan dengan polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang digagas oleh PDIP dan disetujui oleh semua parpol di DPR-RI kecuali PKS dan Demokrat sehingga mendapat penolakan dari banyak pihak di antaranya MUI seluruh Indonesia, ormas-ormas Islam seluruh Indonesia, organisasi purnawirawan TNI-Polisi dan seluruh elemen bangsa.

Senin, 29/06/2020 11:26 0

Close