... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Momen Hari Bhayangkara, KontraS: 287 Warga Tewas Ditembak Dalam Setahun

Foto: Massa akan didorong polisi ke Bundaran HI.

KIBLAT.NET, Jakarta – Di Hari Bhayangkara ke 74 ini, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan catatan terhadap Kepolisian Republik Indonesia. Kepala Biro Riset Dokumentasi KontraS Rivanlee Anandar mengatakan, laporan tahun ini KontraS memberi perhatian khusus pada fenomena penempatan anggota Polri aktif pada berbagai jabatan sipil melalui skema penugasan.

“Kami nilai ini tidak memiliki parameter serta batasan yang jelas sehingga memberikan kewenangan yang terlalu besar kepada Polri. Penugasan anggota Polri pada jabatan sipil ini, selain patut dipertanyakan legalitasnya, juga menimbulkan berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya ke depan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Rabu (01/07/2020).

“Yakni perihal konflik kepentingan dan netralitas dalam menjalankan fungsi-fungsinya baik sebagai polisi maupun pejabat pada organisasi di luar struktur Kepolisian,” sambungnya.

Selain itu, ia juga melihat adanya angka kekerasan yang meningkat setiap tahunnya tidak lepas dari adanya relasi kuasa yang timpang antara Polri dengan masyarakat sipil serta kultur kekerasan yang belum hilang dari tubuh Polri. Salah satu aspek yang paling terdampak relasi kuasa serta kultur kekerasan ini adalah kebebasan sipil.

“Dalam pemantauan kami, Polri tercatat sebagai lembaga yang kerap menjadi aktor dari praktik penyiksaan. Karena ketiadaan pengungkapan kasus, pola penyiksaan kini timbul pada situasi baru, yakni penyiksaan siber,” tuturnya.

Rivanlee juga memaparkan bahwa salah satu isu kekerasan yang sangat identik dengan Polri adalah perihal penggunaan senjata api, yang selama satu tahun terakhir menimbulkan 287 korban tewas dan 683 lainnya luka-luka. Meskipun diberi wewenang untuk menggunakan senjata api, kata dia, Polri masih belum secara ketat mengimplementasikan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian yang mengatur mengenai tahapan penggunaan kekuatan dalam setiap situasi.

BACA JUGA  Penghina Ahok Diproses, Pencaci Habib Rizieq Juga Harus Ditangkap

“Idealnya, setiap peristiwa kekerasan di luar hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian ditindaklanjuti selayaknya peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat sipil, yakni proses hukum sampai pada tahap persidangan. Namun, Berdasarkan pemantauan kami serta keterangan Mabes Polri melalui permohonan informasi publik, dalam satu tahun terakhir tidak ada kasus kekerasan oleh anggota Kepolisian yang dituntaskan melalui mekanisme pengadilan pidana,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Seorang Tentara Suriah “Menghilang” Usai Lamar Putri Assad Via Online

Yazan Soltani, seorang prajurit di pasukan rezim Assad, mengabaikan peringatan oleh banyak orang yang dekat dengannya terkait konsekuensi dari video yang ia buat.

Selasa, 30/06/2020 14:43 0

Afrika

Revisi Undang-undang, Gabon Bersiap Legalkan LGBT

Saat ini RUU akan diratifikasi oleh Presiden Ali Bongo. Istri Bongo, Sylvia, telah menyuarakan dukungan untuk RUU ini dengan mengatakan kemampuan untuk mencintai secara bebas tanpa kecaman adalah hak asasi manusia yang mendasar.

Selasa, 30/06/2020 13:42 0

China

Wanita Uighur Dipaksa Gugurkan Kandungan Jika Lewati Batas Jumlah Anak

Cina memaksa perempuan untuk disterilkan atau menggunakan alat kontrasepsi untuk membatasi populasi Uighur dan kelompok minoritas Muslim di wilayah Xinjiang barat.

Selasa, 30/06/2020 13:38 0

News

WHO: Krisis Pandemi Masih Jauh Dari Akhir

Tedros mengatakan bahwa krisis ini masih bisa menjadi lebih parah lagi jika negara-negara di dunia masih enggan mendengarkan saran dari WHO.

Selasa, 30/06/2020 09:06 0

Info Event

Launching Rania Turki, Rumah Besar Perempuan Indonesia di Turki

Dengan semakin meningkatnya jumlah WNI terutama perempuan Indonesia yang tinggal di Turki mendapatkan perhatian dari para aktivis yang berinisiatif untuk menghadirkan organisasi perempuan baru. Organisasi tersebut bernama Rumah Muslimah Indonesia (Rania) Turki yang kemudian melaksanakan launching secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Ahad (28/06/2020) dengan tema “Menjadi Perempuan Muslimah Berdaya Bersama Rania”.

Senin, 29/06/2020 12:07 0

Suara Pembaca

Apapun Alasannya, RUU HIP Harus Dibatalkan

Sehubungan dengan polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang digagas oleh PDIP dan disetujui oleh semua parpol di DPR-RI kecuali PKS dan Demokrat sehingga mendapat penolakan dari banyak pihak di antaranya MUI seluruh Indonesia, ormas-ormas Islam seluruh Indonesia, organisasi purnawirawan TNI-Polisi dan seluruh elemen bangsa.

Senin, 29/06/2020 11:26 0

Asean

Cerita Rohingya: Minum Air Seni untuk Bertahan Hidup di Laut

Korban selamat yang sudah basah kuyup, sekitar 100 orang, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, menunjukkan kisah mengerikan di laut lepas.

Senin, 29/06/2020 07:27 0

Afghanistan

Difitnah Bekerja Sama dengan Rusia, Begini Jawaban Taliban

Kedutaan Rusia di Amerika Serikat juga menyatakan dalam sebuah tweet di Twitter bahwa tuduhan-tuduhan tersebut tidak berdasar dan anonim.

Senin, 29/06/2020 06:40 0

Asia

Soal Penyebab Bentrok Perbatasan, Cina-India Saling Tuding

India mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah memperkuat pasukannya di wilayah perbatasan Himalaya yang diperebutkan. Pihaknya mengaku sedang menyamai penumpukan pasukan serupa oleh Cina.

Senin, 29/06/2020 06:25 0

Artikel

Haluan Ekonomi Masyumi

Seringkali luput dari perhatian bahwa Masyumi justru terlibat dalam salah satu kebijakan nasionalisasi yang penting, yaitu nasionalisasi De Javasche Bank sebagai bank sirkulasi yang nantinya menjadi Bank Indonesia.

Ahad, 28/06/2020 15:02 0

Close