... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cerita Rohingya: Minum Air Seni untuk Bertahan Hidup di Laut

Foto: Kapal pengungsi Rohingya terdampar di perairan Bangladesh. (Foto: AFP)

KIBLAT.NET, Rakhine – Sekelompok Rohingya mengatakan mereka dipukuli oleh pedagang manusia dan terpaksa minum air seni untuk tetap hidup dalam perjalanan empat bulan yang berbahaya di laut hingga berhasil diselamatkan di dekat pantai Indonesia.

Korban selamat yang sudah basah kuyup, sekitar 100 orang, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, menunjukkan kisah mengerikan di laut lepas. Mmereka harus membuang mayat saudara mereka ke laut ketika kapal reyot mereka berlayar ribuan kilometer ke Malaysia.

Dua orang yang selamat mengklaim bahwa penyelundup manusia yang dibayar untuk mengangkut mereka telah menguasai kemudian memindahkan mereka ke kapal baru sebelum meninggalkan mereka di laut.

Mereka diselamatkan oleh nelayan di Indonesia Rabu lalu dan ditarik ke pantai oleh penduduk setempat pada hari berikutnya.

“Kami sangat menderita di kapal itu,” kata Rashid Ahmad yang berusia 50 tahun kepada Agence France-Presse di pusat penahanan imigrasi di kota Lhokseumawe di pantai utara Sumatra.

“Mereka menyiksa dan memotong (anggota tubuh) kami. Salah satu dari kami bahkan meninggal.”

“Awalnya ada makanan, tetapi ketika sudah selesai, mereka (para pedagang manusia) membawa kami ke kapal lain dan kemudian membiarkan kami berlayar sendirian,” tambahnya.

Korban selamat lainnya, Habibullah, mengatakan: “Mereka memukuli semua orang dengan buruk. Telingaku dipotong dan saya dipukul di kepala.”

Ziabur Rahman bin Safirullah, 35, mengatakan kelompok itu bertahan dengan jatah beras dan kacang-kacangan kecil sambil bergantung pada air hujan untuk bertahan hidup.

BACA JUGA  Di Kamboja, Tikus Dimanfaatkan untuk Deteksi Ranjau

“Kadang-kadang kami meremas pakaian basah dan minum air darinya,” katanya, menambahkan bahwa mereka yang meninggal dibuang ke laut.

Korima Bibi mengatakan setidaknya dua orang meninggal selama perjalanan dan bahwa beberapa penumpang meminum air seni untuk tetap hidup, sementara yang lain jatuh sakit.

“Kami tidak mendapatkan cukup makanan atau air,” kata pria berusia 20 tahun itu, “(tapi) kami selamat.”

Terdapat 48 wanita dan 35 anak-anak di antara sekitar 100 orang yang selamat tersebut. Ada juga wanita hamil di dalamnya.

Mereka telah berangkat dari kamp pengungsi Balukhali di Bangladesh selatan, tetapi pada awalnya berasal dari negara bagian Rakhine yang dilanda konflik Myanmar. Demikian menurut para penyintas dan sebuah akun yang diberikan kepada Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Seorang juru bicara kelompok mengatakan kepada IOM bahwa seorang wanita telah meninggal dalam perjalanan, meninggalkan kedua anaknya. Tiga anak lainnya – dua saudara kandung dan seorang gadis berusia 10 tahun – tidak memiliki teman.

Sekitar satu juta orang Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi yang sempit dan jorok di Bangladesh, tempat para pedagang manusia juga menjalankan operasi yang menguntungkan dan menjanjikan untuk menemukan tempat perlindungan mereka di luar negeri.

Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, dan negara tetangga Malaysia adalah tujuan favorit bagi Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan dan kekerasan di sebagian besar wilayah Myanmar Buddha.

BACA JUGA  Di Kamboja, Tikus Dimanfaatkan untuk Deteksi Ranjau

Pekan lalu, seorang pejabat penjaga pantai Malaysia mengatakan, puluhan Rohingya diyakini telah tewas dalam perjalanan berbulan-bulan ke negara itu.

Orang Indonesia telah mengizinkan Rohingya mendarat dan banyak yang tinggal. Namun para pejabat pemerintah telah menolak mereka karena khawatir membawa virus corona yang mematikan.

Sumber: AFP
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Setelah Dilaporkan, Kabid Humas Polda Sulteng Sebut Almarhum Qidam Bukan Teroris

Polda Sulteng menyatakan setelah hampir 3 bulan dilakukan penyelidikan, akhirnya sementara diketahui bahwa Almarhum Qidam tidak memiliki keterkaitan antara Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)

Ahad, 28/06/2020 15:25 0

Indonesia

Sebut Almarhum Qidam Teroris, Kabidhumas Polda Sulteng Dilaporkan

Ayah Qidam Alfariski yang menjadi korban salah tembak oknum Satgas Tinombala di Poso melaporkan Kabid Humas Polda Sulteng. Pihak keluarga tidak terima anaknya dituduh teroris tanpa bukti.

Ahad, 28/06/2020 15:05 0

Artikel

Haluan Ekonomi Masyumi

Seringkali luput dari perhatian bahwa Masyumi justru terlibat dalam salah satu kebijakan nasionalisasi yang penting, yaitu nasionalisasi De Javasche Bank sebagai bank sirkulasi yang nantinya menjadi Bank Indonesia.

Ahad, 28/06/2020 15:02 0

Kiblatorial

Editorial: Berisik RUU HIP

Keputusan DPR-RI memasukkan rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau yang disingkat RUU HIP ke dalam Program Legislasi Nasional prioritas tahun 2020 menuai polemik.

Ahad, 28/06/2020 10:26 1

Indonesia

Wiranto Terima Kompensasi Rp 37 Juta Akibat Jadi Korban Penusukan

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Wiranto mendapatkan kompensasi atas insiden penusukan terhadap dirinya oleh terdakwa Syahrial Alam alias Abu Rara.

Sabtu, 27/06/2020 09:11 0

Indonesia

Abu Rara Penusuk Wiranto Divonis 12 Tahun Penjara

Terdakwa penusuk mantan Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana terorisme.

Sabtu, 27/06/2020 08:54 0

Indonesia

PKS Dukung Pemerintah Tolak Aneksasi Israel di Tepi Barat

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengecam keras rencana Israel yang pada 1 Juli mendatang akan memulai aneksasi (pencaplokan) wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Jum'at, 26/06/2020 08:40 0

Indonesia

Usai Baca RUU HIP, SBY: Lebih Baik Saya Simpan Agar Politik Tak Semakin Panas

SBY menyampaikan ia selalu mengikuti isu menyangkut RUU HIP. Pun, ia sudah membaca RUU tersebut. Ada pendapat kritis yang ingin disampaikannya. Namun, ia tak menyuarakannya karena ada alasan.

Rabu, 24/06/2020 09:38 0

Opini

Perlukah Seorang Muslim Mengadopsi Pikiran Feminisme?

Kaum feminis kerap mencari konteks dan latar belakang dari nash-nash Al-Qur’an maupun Hadis yang berkaitan dengan wanita kemudian membuat bantahan terhadap penafsiran yang dianggap mendiskreditkan kaum wanita.

Rabu, 24/06/2020 09:28 0

Indonesia

Massa PA 212 Akan Kepung DPR Siang Ini

KIBLAT.NET, Jakarta – Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 siap mendatangi gedung DPR siang nanti sebagai...

Rabu, 24/06/2020 09:08 0

Close