... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebut Almarhum Qidam Teroris, Kabidhumas Polda Sulteng Dilaporkan

Foto: Ayah almarhum Qidam Alfariski, Irwan Mowance melaporkan Kabid Humas Polda Sulteng atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

KIBLAT.NET, Palu – Ayah Qidam Alfariski yang menjadi korban salah tembak oknum Satgas Tinombala di Poso melaporkan Kabid Humas Polda Sulteng dengan perkara pencemaran nama baik. Pihak keluarga tidak terima anaknya dituduh anggota MIT tanpa bukti.

Pelaporan terhadap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto itu dilakukan ayah korban, Irwan Mowance yang didampingi pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM) pada Jumat siang (26/6/2020) ke Mapolda Sulteng.

Dalam laporan polisi yang dimasukkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulteng, Didik dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran undang-undang ITE yang terjadi pada 10 April lalu.

“Beliau (Didik Supranoto) pada awal kasus itu sudah menyebut korban sebagai anak buah Ali Kalora pimpinan MIT Poso. Kami selama ini sudah minta penjelasan, tapi sampai sekarang tidak ada, makanya kami melaporkan,” kata anggota Tim Pembela Muslim (TPM), Andi Akbar yang mendampingi keluarga korban.

Andi menilai pernyataan Didik di salah satu media online itu melanggar ketentuan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Apalagi dia menyebut hingga pelaporan dilakukannya, tidak ada penjelasan yang menguatkan tuduhan itu, yang membuat pihak keluarga merasa dicemarkan nama baiknya.

“Belum ada bukti melalui dua atau satu alat bukti untuk mengaitkan korban dengan MIT. Padahal orang dinyatakan tersangka atau tidak harus ada dugaan dulu. Itu juga tidak bisa sembarangan, kecuali rumusannya terpenuhi, mengacu pada pasal 18 di Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana,” menurut Andi.

BACA JUGA  HNW: Kita Perlu UU Perlindungan Tokoh Agama

Baca juga: Jenazah Qidam Penuh Luka Siksa, Solidaritas Umat Islam Poso Kecam Polisi

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto menurut Andi memang telah menyampaikan permohonan maaf kepada ayah korban dan menyampaikan kronologis peristiwa yang dialami almarhum Qidam. Namun pihak keluarga bersama TPM menegaskan tetap melanjutkan kasus itu karena merasa telah dirugikan dengan penyebutan ‘Anggota MIT’.

Andi dan pihak keluarga Qidam meminta polisi juga serius dalam kasus dugaan pencemaran nama baik itu selain pengungkapan kasus penembakan korban yang terus ditunggu.

Namun, pada hari yang sama setelah pelaporan oleh keluarga korban, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto dalam siaran pers yang dikirimkan ke sejumlah jurnalis di Palu mengungkapkan, sebelum Qidam tewas, Satgas Tinombala mengejar orang tidak dikenal (OTK).

Menurut Didik, karena tidak merespon saat diberi sandi, aparat mengeluarkan tembakan peringatan dan dibalas oleh OTK tersebut. Karena itu aparat langsung menembak ke arah OTK dalam keadaan gelap malam.

Setelah menyisir pascakontak tembak, pada malam 9 April itu aparat menemukan satu orang terluka tembak yang berdasarkan pemeriksaan tas bawaannya ditemukan KTP atas nama Qidam Alfariski Mofance (20 th).

Dalam keterangan itu, Polda Sulteng juga mengaku belum menemukan bukti keterlibatan korban dengan kelompok MIT Poso dan bukan termasuk dalam DPO aparat.

Didik juga meminta maaf jika penyampaian terkait kasus tersebut terkesan lambat.

BACA JUGA  Kondisi Stabil, Menag Akan Jalani Swab Lanjutan

“Mohon maaf apabila klarifikasi yang disampaikan melalui media terkesan lambat. Karena sebagai penyampai informasi kami juga menunggu kasil investigasi yang dilakukan oleh internal kepolisian, maupun eksternal yaitu Komnas HAM,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto, Jumat malam (26/6/2020).

Sumber: Liputan6
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Haluan Ekonomi Masyumi

Seringkali luput dari perhatian bahwa Masyumi justru terlibat dalam salah satu kebijakan nasionalisasi yang penting, yaitu nasionalisasi De Javasche Bank sebagai bank sirkulasi yang nantinya menjadi Bank Indonesia.

Ahad, 28/06/2020 15:02 0

Kiblatorial

Editorial: Berisik RUU HIP

Keputusan DPR-RI memasukkan rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau yang disingkat RUU HIP ke dalam Program Legislasi Nasional prioritas tahun 2020 menuai polemik.

Ahad, 28/06/2020 10:26 1

Suriah

Eks Tahanan Ungkap Kejamnya Penyiksaan dalam Penjara Rezim Assad

Muhammed Rahimo (56) dipenjara di berbagai penjara rezim selama lebih dari lima tahun, meskipun ia tidak bersalah atas kejahatan apa pun.

Jum'at, 26/06/2020 14:11 0

India

107 Orang Tewas Akibat Tersambar Petir di India

Setidaknya 107 orang tewas akibat sambaran petir di India utara dan timur. Demikian kata para pejabat, selama awal musim hujan tahunan.

Jum'at, 26/06/2020 14:01 0

Afrika

Instruktur Senior Al Shabab Somalia Terbunuh

KIBLAT. NET, Mogadishu – Instruktur senior Gerakan Al Shabab Al Mujahidin Somalia terbunuh dalam operasi...

Jum'at, 26/06/2020 09:54 0

Rusia

Rusia Mundur dari Pengaturan yang Cegah Penargetan Fasilitas Medis di Suriah

UutKIBLAT. NET, Moskow – Rusia pada Kamis (25/06/2020) mengumumkan mundur dari Pengaturan Sukarela yang dipimpin...

Jum'at, 26/06/2020 09:32 0

News

Bosan di Rumah? Berkemah Bisa Jadi Alternatif Hindari Corona

Beberapa pengunjung yang berlibur mempertimbangkan rencana untuk berkemah di luar rumah yang indah di mana mereka dapat lebih mudah menghindari infeksi dan menjaga jarak sosial.

Rabu, 24/06/2020 14:03 0

Amerika

Perjanjian Dagang, Alasan Trump Tak Sanksi Berat Cina terkait Muslim Uighur

Pernyataan Trump dimuat situs web Amerika, Axios, Minggu lalu, di mana ia mengatakan: "Pencapaian yang sangat berarti berarti ia tidak dapat memaksakan sanksi tambahan."

Rabu, 24/06/2020 13:39 0

Opini

Perlukah Seorang Muslim Mengadopsi Pikiran Feminisme?

Kaum feminis kerap mencari konteks dan latar belakang dari nash-nash Al-Qur’an maupun Hadis yang berkaitan dengan wanita kemudian membuat bantahan terhadap penafsiran yang dianggap mendiskreditkan kaum wanita.

Rabu, 24/06/2020 09:28 0

Arab Saudi

Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji, Tapi Dibatasi

"Keputusan itu diambil karena ancaman yang terus-menerus dari pandemi coronavirus dan untuk menjaga kesehatan masyarakat global, kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Selasa, 23/06/2020 08:39 0

Close