Tolak RUU HIP, KNBN Solo Raya Sampaikan Piagam Surakarta ke DPRD

KIBLAT.NET, Solo – Koalisi Nasional Bela Negara (KNBN) Solo Raya menggelar audiensi penolakan RUU HIP dengan menyampaikan Piagam Surakarta. Ketua KNBN Solo Raya, Ustadz Tengku Azhar menilai bahwa pembahasan RUU HIP tidak urgen.

“Pancasila telah final sebagai dasar negara, sehingga tidak dibutuhkan lagi RUU HIP yang justeru mendegradasi Pancasila, dan menimbulkan turbulensi berkepanjangan dalam kehidupan bernegara,” katanya di kantor DPRD Surakarta pada Senin (22/06/2020).

Ia juga menekankan, penetapan hari lahir pancasila yang menunjuk Pidato Proklamator Ir. Soekarno 1 Juni 1945 sebagai dasar RUU HIP adalah bentuk penegasian terhadap piagam jakarta dan juga menghilangkan peran para pendiri Negara yang lainnya.

“Serta menjadikan sendi pokok Pancasila adalah keadilan sosial berarti telah dilepaskan dari sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Dan ini berarti secara tidak langsung telah mengubah pasal 29 ayat 1 UUD NRI 1945 yang berbunyi, Negara Berdasar Atas Ketuhanan yang Maha Esa,” paparnya.

Menurutnya, mengubah Ketuhanan yang Maha Esa menjadi ketuhanan yang berkubayaan merupakan bentuk perlawanan terhadap nilai agama serta bertentangan dengan pancasila dan UUD NKRI 1945. Sedangkan mempersempit Pancasila menjadi trisila dan kemudian ekasila (gotong royong) adalah bentuk kejahatan terhadap pancasila.

“Karena akan memberi celah masuknya gotong royong sosialis komunis di NKRI. Maka, kami mengajak masyarakat Indonesia menolak RUU HIP ataupun nama lainnya untuk dijadikan sebagai undang undang,” tuturnya.

BACA JUGA  Pengacara HRS: Putusan Hakim Tunggal Sesat Menyesatkan

Sementara itu Ketua DPRD Surakarta, Budi Prasetyo mengatakan bahwa apa yang disampaikan GNBN Solo Raya akan diteruskan ke DPR RI.

Reporter: Reno
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat