RUU HIP Cacat Sejak Masih Naskah Akademik

KIBLAT.NET, Solo – Komponen umat islam Solo Raya yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Dami Negeriku menolak RUU HIP. Rancangan Undang-undang ini dinilai ada cacat substansial dan konstitusional sejak masih naskah akademik.

“Kami segenap komponen umat Islam Solo raya menyatakan menolak RUU HIP karena memiliki cacat substansial dan konstitusional sejak masih Naskah Akademik,” Ungkap Muhammad Halim, Ketua Majelis Silaturahmi Dami Negeriku di Gedung MUI Solo pada Senin (22/6/20).

Menurutnya, naskah Akademik RUU HIP telah memanipulasi Keppres Hari Lahir Pancasila dengan menyatakan bahwa, Keppres Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai bentuk pengakuan negara bahwa Pancasila bersumber dari pidato Soekarno 1 Juni 1945 dalam sidang pertama BPUPKI.

Menurutnya, hal itu tidak pernah dilakukan oleh Ir. Soekarno sendiri selama beliau menjabat sebagai presiden RI. RUU tersebut juga mendegradasi Pancasila dan berdusta atas nama Proklamator Kemerdekaan RI dan akan membuka hidupnya kembali faham komunisme.

“Kami menegaskan bahwa tanggal 1 Juni adalah lahirnya istilah Pancasila bukan hari lahir Pancasila. Karena, Soekarno baru memperkenalkan istilah pancasila dihadapan BPUPKI, dan belum disetujui sebagai dasar negara.” terangnya.

“Adapun kelahiran Pancasila sebagai dasar negara secara substansial dan konstitusional adalah tanggal 18 Agustus 1945 sebagaimana yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945,” sambungnya.

Di akhir, ia meminta kepada DPR RI melalui Baleg dan Panja RUU HIP untuk membatalkan RUU HIP. Karena akan membuat turbulensi berkepanjangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mendegradasi Pancasila dan mengabaikan UUD I945 yang akan membahayakan stabilitas NKRI.

BACA JUGA  Pengacara HRS Optimistis Menang Praperadilan

Reporter: Reno
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat