... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cina Siapkan Tank-tank Mutakhir di Perbatasan India

KIBLAT.NET, New Delhi – Situasi di Garis Kontrol Aktual (LAC) – perbatasan de facto antara India dan Cina di sepanjang Himalaya – semakin memanas. Di wilayah ini, kedua negara berbagi salah satu perbatasan terpanjang di dunia yang dibagi menjadi sektor barat, menengah dan timur. Garis demarkasi yang longgar dibentuk setelah Perang Sino-India 1962 dan tidak terlihat untuk diselesaikan dalam waktu dekat.

Sengketa paling serius dari kedua belah pihak terjadi di sepanjang titik di sektor barat, di mana bentrokan antara pasukan di kedua sisi LAC telah meningkat. Minggu ini setidaknya dua puluh tentara India terbunuh, sementara sekitar empat puluh tiga tentara Cina juga terluka atau terbunuh dalam bentrokan terbaru.

Para pemimpin di kedua belah pihak telah berusaha untuk memperparah situasi dengan saling balas pernyataan.

Pada bulan lalu India melakukan serangan jet tempur di Ladakh dekat garis demarkasi, dan minggu ini Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) merespons dengan melakukan latihan di daerah pegunungan terpencil dekat Tibet.

“Sebuah batalion infantri di Kawasan Militer PLA Tibet baru-baru ini menyelenggarakan latihan kerja sama tank-infanteri di lokasi yang dirahasiakan pada ketinggian lebih dari 4.700 meter, melatih kerja tim pasukan dan kemampuan respons cepat ke dalam pengujian komprehensif,” kata Militer PLA Tibet Region dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Global Times.

Latihan itu juga melibatkan tank baru Beijing Tipe 15, yang melakukan debut publiknya pada parade militer Hari Nasional Oktober lalu. Tank ringan, yang sangat mudah bergerak di dataran tinggi, pertama kali dikerahkan di dekat LAC pada Januari.

BACA JUGA  Hubungan Dengan Cina Memanas, India Borong 33 Jet Tempur Rusia

Dalam latihan lain, tank tempur utama Tipe 99 Tiongkok yang terikat pada brigade di bawah Tentara Kelompok ke-76 PLA berpartisipasi dalam latihan terpisah di dataran tinggi pegunungan awal bulan ini.

Upaya terus menurunkan situasi – termasuk pertemuan multi-level di lapangan- dilakukan. Selain kedua belah pihak terus mempersiapkan perang sambil mengharapkan perdamaian.

Sumber: National Interest
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polemik RUU HIP, MUI: Setiap Undang-undang Harus Libatkan Masyarakat

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi menghargai pemerintah yang meminta agar pembahasan RUU Halauan Ideologi Pancasila ditunda

Kamis, 18/06/2020 13:16 0

Indonesia

Riset IDEAS: Pemberlakuan New Normal Harus Berbasis Risiko Daerah

Pemerintah Indonesia memang menyatakan bahwa new normal hanya diadopsi oleh daerah dengan angka reproduksi virus (Rt) dibawah 1, yang mengindikasikan tingkat penularan yang telah terkendali, sehingga diyakini tidak akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 meski masyarakat melakukan aktivitas secara normal. Namun beberapa pihak meyakini statistik Rt di Indonesia tidak akurat terkait rendahnya kualitas data.

Kamis, 18/06/2020 08:36 0

Indonesia

HNW: Pemerintah Semestinya Minta Pembahasan RUU HIP Dihentikan

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa pemerintah semestinya tidak hanya meminta agar RUU HIP ditunda.

Rabu, 17/06/2020 21:38 0

Indonesia

Habib Rizieq 2 Tahun Dicekal, HRS Center: Pemerintah RI Harus Bertanggung Jawab

Menurut ketentuan hukum, status pencekalan tidak boleh melebihi batas waktu dua tahun

Rabu, 17/06/2020 12:28 0

Indonesia

Pleidoi Penyerang Novel Baswedan: Mata Korban Rusak Karena Pindah Rumah Sakit

Penasihat hukum (PH) Rahmat Kadir Mahulette selaku terdakwa penyerang Novel Baswedan menyebut kerusakan mata penyidik KPK tersebut terjadi karena kesalahan penanganan pasca penyiraman, bukan karena serangan yang dilakukan kliennya.

Rabu, 17/06/2020 09:08 1

Artikel

Peluang di Balik Wabah Corona Memang Ada, Tapi Masih Sebatas “Awang-Awang”

Fahmi Suwaidi memang memaparkan dengan baik terkait banyaknya korban dan kerugian luar biasa yang dialami para penguasa Eropa di kala itu sebagai titik persamaan. Namun patut disayangkan, sejatinya banyak hal-hal yang lebih subtansial yang luput dituliskan.

Rabu, 17/06/2020 07:40 0

Indonesia

Abu Rara Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara

Kejaksaan Negeri Jakarta Barat telah membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa penusuk Ketua Wantimpres Wiranto.

Rabu, 17/06/2020 07:20 0

Indonesia

Penyiram Novel Baswedan Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, DPR Akan Panggil Kejaksaan

Dasco mengatakan bahwa Komisi Hukum akan segera memanggil Kejaksaan RI, atas kasus yang menimpa Novel

Selasa, 16/06/2020 10:42 0

Indonesia

PKS Minta RUU HIP Dibatalkan Jika Tak Ada Perbaikan Fundamental

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menegaskan Fraksinya akan memperjuangkan aspirasi ormas dan masyarakat luas yang keberatan RUU HIP tetap dilanjutkan

Selasa, 16/06/2020 10:30 0

Indonesia

Haji 2020 Dibatalkan Pemerintah, 278 Jemaah Ajukan Pengembalian Dana

Proses pengembalian setoran pelunasan telah dibuka sejak 3 Juni 2020.

Selasa, 16/06/2020 10:19 0

Close