... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Abu Rara Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara

Foto: Detik-detik penusukan terhadap Menko Polhukam Kabinet Kerja, Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10 Oktober 2019). (Foto: Antara)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kejaksaan Negeri Jakarta Barat telah membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa penusuk Ketua Wantimpres Wiranto.

Tiga terdakwa yakni Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, Fitri Diana alias Fitri Adriana istri Abu Rara, dan Samsudin alias Abu Basilan alias Jack Sparrow, masing-masing dituntut dengan hukuman berbeda.

“Sidang tuntutan sudah digelar tanggal 11 Juni 2020,” kata Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Edwin Beslar di Jakarta, Selasa (16/06/2020), dikutip dari Antara.

Edwin memaparkan, terdakwa Abu Rara yang merupakan eksekutor penusukan Wiranto dituntut selama 16 tahun penjara. Abu Rara dianggap melanggar Pasal 15 junto Pasal 6 junto Pasal 16 A UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Kemudian terdakwa istri Abu Rara, Fitri Diana dituntut 12 tahun, dan Abu Basilah alias Jack Sparrow dituntut tujuh tahun penjara.

Sidang selanjutnya mengenai pledoi atau pembelaan dari Penasehat Hukum para terdakwa dilanjutkan dengan pembacaan putusan, akan digelar pada Kamis (18/6).

Sebelumnya, Abu Rara didakwa merencanakan pemufakatan jahat, persiapan, percobaan atau perbantuan untuk melakukan tindakan terorisme dengan melakukan penusukan pada Wiranto pada 10 Oktober 2019. Wiranto sendiri pada saat itu masih menjabat sebagai Menko Polhukam.

Dilaporkan bahwa Abu Rara menyerang dengan cara menusuk perut Wiranto dengan pisau kunai. Begitupun dengan istri Abu Rara, yang menyerang dari belakang menggunakan pisau kunai dan mengakibatkan salah seorang pengawal mengalami luka di bagian punggung.

BACA JUGA  Surat Terbuka untuk Macron: Abrahah Pun Dulu Meremehkan Kakbah

Sumber: Antara
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Baru Sembuh Dari Covid-19, Kakek 70 Tahun Kaget Ditagih Biaya Perawatan 15 Miliar

Setelah dinyatakan sembuh, Flor harus berhadapan dengan tagihan rumah sakit setebal 81 halaman

Selasa, 16/06/2020 15:14 0

Palestina

Hamas Seru Palestina Bersatu Lawan Aneksasi Israel

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan perlawanan Palestina Hamas, Senin (15/06/2020), menyerukan persatuan di antara Palestina dan...

Selasa, 16/06/2020 05:56 0

Eropa

Presiden Polandia Samakan Ideologi LGBT dengan Komunisme

Dia mengatakan generasi orang tuanya telah berjuang melawan ideologi komunis selama 40 tahun dan "mereka tidak memperjuangkan ini sehingga muncul ideologi baru yang bahkan lebih destruktif".

Senin, 15/06/2020 05:36 0

Palestina

Empat Strategi Hamas Hadapi Rencana Aneksasi Israel

"Kita berada di depan tahap paling berbahaya dalam konflik ini, tetapi ini adalah yang paling dekat dengan kemenangan dan pembebasan," ujar Haniyeh.

Senin, 15/06/2020 05:22 0

Info Event

Ikuti! Webinar Islamisasi Sains dan Pengaruhnya Hari Ini Bersama ITJ Bekasi

bagaimana sejarah Islamisasi Sains yang sesungguhnya dan bagaimana pengaruhnya hingga hari ini?

Ahad, 14/06/2020 22:18 0

Arab Saudi

Bangun Pusat Anti-Teror PBB, Saudi Kucurkan Puluhan Juta Dolar

KIBLAT.NET, Riyadh – Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan perang terhadap terorisme...

Ahad, 14/06/2020 07:15 0

Amerika

Trump: Kita Bukan Polisi Dunia!

“Kita mengakhiri era perang tanpa akhir. Tetapi bukan menjadi kewajiban militer Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik di negeri yang jauh, yang bahkan banyak orang tidak pernah dengar,” ujarnya.

Ahad, 14/06/2020 00:11 0

Opini

Menertawakan Jaksa Kasus Novel Baswedan

Persidangan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan hampir berada di babak akhir. Tiga tahun sudah publik dibuat bingung dengan pelarian para terdakwa.

Sabtu, 13/06/2020 22:20 0

Artikel

Tapera dan Mimpi Rumah Rakyat

Bahkan program Tapera dicurigai sebagai langkah mencari pendapatan baru di tengah kondisi keuangan negara yang tertekan.

Jum'at, 12/06/2020 21:53 0

Close