... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump: Kita Bukan Polisi Dunia!

Foto: Presiden Trump di hadapan kadet West Point.

KIBLAT.NET, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri wisuda taruna Akademi Militer AS di West Point, Sabtu pagi waktu setempat atau Sabtu malam WIB (13/6). Dalam sambutan di hadapan 1.100 perwira remaja itu, Trump mengingatkan setiap perwira remaja bahwa merekabukan lagi polisi dunia.

Trump menegaskan, pemerintahannya mengembalikan prinsip fundamental bahwa tentara Amerika Serikat tidak bertugas untuk membangun negeri-negeri yang jauh. Melainkan untuk membela dengan sungguh-sungguh bangsa dan negara dari ancaman musuh.

“Kita mengakhiri era perang tanpa akhir. Tetapi bukan menjadi kewajiban militer Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik di negeri yang jauh, yang bahkan banyak orang tidak pernah dengar,” ujarnya.

Upacara digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan. Perwira remaja yang hadir dalam upacara duduk di tengah lapangan dengan jarak yang cukup jauh satu sama lain.

“Kita bukan polisi dunia,” kata Trump lagi sambil menambahkan, musuh-musuh negara itu harus tahu apabila rakyat AS terancam, maka tentara AS tidak akan pernah ragu untuk mengambil tindakan.

“Dan ketika kita bertempur, kita hanya akan bertempur untuk menang,” sambungnya lagi. Dia mengutip pernyataan salah seorang jenderal AS dalam Perang Dunia Kedua, Douglas McArthur, bahwa dalam perang tidak ada yang dapat menggantikan kemenangan.

Dia juga mengatakan, di saat seperti sekarang ini, Amerika Serikat membutuhkan patriot sejati. “Anda adalah bagian dari itu,” demikian Trump.

BACA JUGA  Jelang Pemilihan, Trump Buat Pernyataan "Bela" Muslim

Sumber: CNN
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Menertawakan Jaksa Kasus Novel Baswedan

Persidangan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan hampir berada di babak akhir. Tiga tahun sudah publik dibuat bingung dengan pelarian para terdakwa.

Sabtu, 13/06/2020 22:20 0

Indonesia

Pakar Pidana: Hakim Kasus Novel Jangan Terjebak Tuntutan Jaksa

Suparji Ahmad menegaskan bahwa jika pelaku kasus Novel Baswedan dihukum satu tahun penjara maka tidak menimbulkan efek jera.

Sabtu, 13/06/2020 20:32 0

Indonesia

Tuntutan Terdakwa Kasus Novel Ciderai Fungsi Penegakan Hukum

Pakar Hukum Pidana, Abdul Chair Ramadhan menegaskan bahwa tuntutan 1 tahun penjara terhadap terdakwa kasus penyiraman Novel Baswedan jelas telah mencederai fungsi penegakan hukum.

Sabtu, 13/06/2020 19:34 0

Artikel

Tapera dan Mimpi Rumah Rakyat

Bahkan program Tapera dicurigai sebagai langkah mencari pendapatan baru di tengah kondisi keuangan negara yang tertekan.

Jum'at, 12/06/2020 21:53 0

Indonesia

KontraS Anggap JPU Bela Terdakwa Kasus Novel Baswedan

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani menyayangkan tuntutan JPU dalam kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Jum'at, 12/06/2020 21:35 0

Indonesia

MUI Curiga Konseptor RUU HIP Ingin Bangkitkan PKI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan perhatian khusus terhadap pembahasan Rancanan Undang-undang Halauan Ideologi Pancasila (HIP).

Jum'at, 12/06/2020 20:50 0

Indonesia

UU No 2 Tahun 2020 Tentang Penanganan Corona Digugat ke MK

Sejumlah masyarakat mengajukan judicial review Undang-Undang Nomor 2 tahun 2020

Rabu, 10/06/2020 12:32 0

Analisis

Ghazwatul Hindi: Cina, Ancaman Terbesar Muslim Asia (Bag. 2)

Jika kita bisa menerima bahwa pemimpin Rum hari ini adalah Amerika Serikat, bukannya Italia, maka pemimpin Al-Hindi hari ini bisa saja bukan India.

Selasa, 09/06/2020 10:11 0

Analisis

Bergesernya Narasi Syiah Hizbullah: Ketika Perlawanan Bukan Lagi Prioritas

Gerakan Syiah Hizbullah juga tengah menderita dari krisis keuangan - karena sanksi AS terhadap Iran - yang menghalangi mereka dari pendanaan dan mempersiapkan perang lain dengan Israel.

Senin, 08/06/2020 11:36 0

Indonesia

Kajian StrateGISS: Moslem World After Covid-19

Dalam konteks hubungan antarnegara, pandemic Covid-19 sangat dipengaruhi oleh dua kekuatan dunia yang tengah memanas yakni AS vs China.

Senin, 08/06/2020 10:14 0

Close