... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bangun Pusat Anti-Teror PBB, Saudi Kucurkan Puluhan Juta Dolar

Foto: Penjara di Arab Saudi. (Foto: Reuters)

KIBLAT.NET, Riyadh – Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan perang terhadap terorisme tetap menjadi tujuan penting Kerajaan.

Hal ini diungkapkan selama pertemuan virtual Aliansi Sahel dari negara-negara G5 Sahel, termasuk Perancis, Burkina Faso, Mali, Mauritania, Niger dan Chad, di samping Uni Eropa dan mitra internasional lainnya.

Dia mengatakan Arab Saudi berada di garis depan dalam upaya global untuk memerangi teror dan ekstremisme.

“Kerajaan menyumbang $ 110 juta untuk mendirikan Pusat Penanggulangan Terorisme PBB, yang memberikan dukungan penting bagi negara-negara anggota PBB, termasuk di Sahel,” katanya.

Faisal juga mengatakan bahwa kemitraan historis Kerajaan dengan negara-negara Sahel dan kepercayaannya pada peran vital kelompok dalam memerangi terorisme dalam arti bahwa Arab Saudi ingin memberikan dukungan dan bantuan teknis dalam melawan terorisme.

Dia menambahkan bahwa Kerajaan akan mendukung semua negara dalam perjuangan mereka melawan terorisme dan ekstremisme.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Negara Arab Saudi untuk Urusan Afrika Ahmed bin Abdul Aziz Qattan dan Wakil Menteri Urusan Internasional Multilateral Abdulrahman bin Ibrahim Al-Rassi.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Menertawakan Jaksa Kasus Novel Baswedan

Persidangan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan hampir berada di babak akhir. Tiga tahun sudah publik dibuat bingung dengan pelarian para terdakwa.

Sabtu, 13/06/2020 22:20 0

Indonesia

Pakar Pidana: Hakim Kasus Novel Jangan Terjebak Tuntutan Jaksa

Suparji Ahmad menegaskan bahwa jika pelaku kasus Novel Baswedan dihukum satu tahun penjara maka tidak menimbulkan efek jera.

Sabtu, 13/06/2020 20:32 0

Indonesia

Tuntutan Terdakwa Kasus Novel Ciderai Fungsi Penegakan Hukum

Pakar Hukum Pidana, Abdul Chair Ramadhan menegaskan bahwa tuntutan 1 tahun penjara terhadap terdakwa kasus penyiraman Novel Baswedan jelas telah mencederai fungsi penegakan hukum.

Sabtu, 13/06/2020 19:34 0

Artikel

Tapera dan Mimpi Rumah Rakyat

Bahkan program Tapera dicurigai sebagai langkah mencari pendapatan baru di tengah kondisi keuangan negara yang tertekan.

Jum'at, 12/06/2020 21:53 0

Indonesia

KontraS Anggap JPU Bela Terdakwa Kasus Novel Baswedan

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani menyayangkan tuntutan JPU dalam kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Jum'at, 12/06/2020 21:35 0

Indonesia

MUI Curiga Konseptor RUU HIP Ingin Bangkitkan PKI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan perhatian khusus terhadap pembahasan Rancanan Undang-undang Halauan Ideologi Pancasila (HIP).

Jum'at, 12/06/2020 20:50 0

Indonesia

UU No 2 Tahun 2020 Tentang Penanganan Corona Digugat ke MK

Sejumlah masyarakat mengajukan judicial review Undang-Undang Nomor 2 tahun 2020

Rabu, 10/06/2020 12:32 0

Analisis

Ghazwatul Hindi: Cina, Ancaman Terbesar Muslim Asia (Bag. 2)

Jika kita bisa menerima bahwa pemimpin Rum hari ini adalah Amerika Serikat, bukannya Italia, maka pemimpin Al-Hindi hari ini bisa saja bukan India.

Selasa, 09/06/2020 10:11 0

Analisis

Bergesernya Narasi Syiah Hizbullah: Ketika Perlawanan Bukan Lagi Prioritas

Gerakan Syiah Hizbullah juga tengah menderita dari krisis keuangan - karena sanksi AS terhadap Iran - yang menghalangi mereka dari pendanaan dan mempersiapkan perang lain dengan Israel.

Senin, 08/06/2020 11:36 0

Indonesia

Kajian StrateGISS: Moslem World After Covid-19

Dalam konteks hubungan antarnegara, pandemic Covid-19 sangat dipengaruhi oleh dua kekuatan dunia yang tengah memanas yakni AS vs China.

Senin, 08/06/2020 10:14 0

Close