... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

UU No 2 Tahun 2020 Tentang Penanganan Corona Digugat ke MK

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejumlah masyarakat mengajukan judicial review Undang-Undang Nomor 2 tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Yang menggugat UU tersebut adalah KH. Ahmad Sabri Lubis, H. Munarman, S.H., Khotibul Umam, Hasanudin, S.H., M.M., M.Si., Madi Saputra, DRG. Sp.Pros, Timsar Zubil, Irfianda Abidin, Ir. Ismail Yusanto, Muhammad Faisal Silenang, dan Dr. H. Sugianto, M.M.

Pengacara penggugat dari Tapera (Tim Advokasi Penyelemat Anggaran Negara), Wisnu Rakadita mengatakan bahwa penggugat mengajukan judicial review karena
proses penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2020 menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 cacat hukum.

“Sebab, tidak memenuhi persyaratan formil dalam penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang sebagaimana yang diatur dalam Konstitusi UUD 1945 serta peraturan perundang-undangan lainnya,” katanya kepada Kiblat.net pada Rabu (10/06/2020).

Ia juga menyebutkan bahwa Undang-undang lewat UU Nomor 2 Tahun 2020, telah memberikan legitimasi Cabang kekuasaan Eksekutif untuk menumpuk kekuasaan lewat perampasan fungsi dan kewenangan dari cabang kekuasaan Legislatif dan Yudikatif.

“Sehingga dikhawatirkan Indonesia mengarah menjadi Negara Totalitarianisme,” tuturnya.

Menurutnya, undang-Undang tersebut juga membuka keran potensi perampokan anggaran negara dan korupsi secara sistematis yang berlindung dibalik alasan Penyelamatan Ekonomi.

“Undang-Undang a-quo juga merampas hak konstitusional warga negara, untuk melakukan perlawanan atau upaya hukum secara pidana, perdata maupun tata usaha negara bila mengalami kerugian atas tindakan hukum eksekutif atas nama Undang-undang a-quo,” pungkasnya.

BACA JUGA  Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa Tolak Wacana Moderasi Ajaran Islam

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfik


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Inggris

Studi: Pemakaian Masker Secara Luas Cegah Gelombang Corona Lanjutan

Penelitian, yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Cambridge dan Greenwich di Inggris

Rabu, 10/06/2020 10:56 0

India

Bela Mantan Artis, Zakir Naik: Bollywood Bukan Jalan Hidup Muslim

Kristolog dan pendiri Islamic Research Foundation (IRF) Dr. Zakir Naik mengatakan bahwa "Bollywood tidak sesuai dengan jalan hidup seorang Muslim."

Selasa, 09/06/2020 18:02 0

News

Pejabat WHO: Penularan dari Pasien Tanpa Gejala Covid Sangat Jarang Terjadi

Seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (08/06/2020), mengungkapkan bahwa sangat jarang pasien Covid-19 asimtomatik atau tanpa gejala menyebarkan virus ke orang lain.

Selasa, 09/06/2020 10:37 0

Afghanistan

Taliban Membuka Diri Berunding dengan Pemerintah Afghan, Asalkan…

KIBLAT.NET, Kabul – Taliban telah mulai menyusun agenda mereka untuk bernegosiasi dengan para pemimpin politik...

Selasa, 09/06/2020 10:21 0

Analisis

Ghazwatul Hindi: Cina, Ancaman Terbesar Muslim Asia (Bag. 2)

Jika kita bisa menerima bahwa pemimpin Rum hari ini adalah Amerika Serikat, bukannya Italia, maka pemimpin Al-Hindi hari ini bisa saja bukan India.

Selasa, 09/06/2020 10:11 0

Analisis

Bergesernya Narasi Syiah Hizbullah: Ketika Perlawanan Bukan Lagi Prioritas

Gerakan Syiah Hizbullah juga tengah menderita dari krisis keuangan - karena sanksi AS terhadap Iran - yang menghalangi mereka dari pendanaan dan mempersiapkan perang lain dengan Israel.

Senin, 08/06/2020 11:36 0

India

Kashmir Memanas Usai Tujuh Pejuang Gugur Dibunuh Pasukan India

Setidaknya lima pejuang gugur oleh pasukan India di Shopian, Kashmir. Pembunuhan yang terjadi pada hari Ahad itu memicu protes warga di daerah tersebut

Senin, 08/06/2020 10:08 0

Amerika

Covidiot? Sejumlah Warga AS Meminum Disinfektan untuk Tangkal Corona

Sebuah laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan orang Amerika memasukkan disinfektan rumah tangga termasuk pemutih ke dalam tubuh karena percaya dapat menangkal virus corona

Senin, 08/06/2020 09:34 0

Suriah

Mendagri Turki Kunjungi Provinsi Idlib, Suriah

KIBLAT. NET, Idlib — Menteri Dalam Negeri Turki, Suleiman Soylu, mengunjungi provinsi Idlib, satu-satunya provinsi...

Senin, 08/06/2020 08:25 0

India

India dan China Sepakat Solusi Damai Dalam Sengketa Batas Perbatasan

KIBLAT. NET, New Delhi — Pemerintah India dan China sepakat penyelesaian damai dalam sengketa perbatasan...

Senin, 08/06/2020 07:23 0

Close