... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Membuka Diri Berunding dengan Pemerintah Afghan, Asalkan…

Foto: Delegasi Taliban dalam sebuah perundingan.

KIBLAT.NET, Kabul – Taliban telah mulai menyusun agenda mereka untuk bernegosiasi dengan para pemimpin politik di Kabul. Jika terjadi, pembicaraan dipandang sebagai fase penting selanjutnya dalam proses perdamaian Afghanistan.

Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk perundingan. Tetapi utusan AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengatakan sedang berupaya untuk mempercepat realisasi kesepakatan AS-Taliban yang ditandatangani awal tahun ini.

Khalilzad berada di Pakistan pada akhir pekan, bertemu dengan para pemimpin politik dan militer, menurut pernyataan Kedutaan Besar AS pada hari Senin.

Sementara Dewan kepemimpinan Taliban, mulai mengambil proposal dari anggotanya untuk persiapan dalam memulai negosiasi, kata pejabat Taliban, yang berbicara dengan syarat anonim.

Mereka mengutip pemimpin Taliban Haibatullah Akhunzada, yang menyatakan kesiapan pihaknya untuk berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Kabul.

Poin penting menjelang pembicaraan adalah pertukaran tahanan antara kedua pihak. Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan para pihaknya sejauh ini membebaskan 531 personil militer Afghanistan dan pemerintah sipil yang mereka tawan. Namun, Shaheen men-tweet bahwa pemerintah membebaskan sejauh ini hanya 2.284 tahanan Taliban. Berbeda dengan klaim Pemerintah yang berjumlah 2.710 tahanan.

Perbedaan itu tidak dapat segera dijelaskan, tetapi Taliban hanya menghitung para tahanan yang telah mereka daftarkan sebagai bagian dari kesepakatan AS-Taliban.

Kesepakatan ini menyerukan pemerintah Kabul untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban dengan Taliban akan membebaskan 1.000 personel pemerintah dan militer menjelang perundingan.

BACA JUGA  Taliban Bantah Afghanistan Jadi Tempat Sembunyi Pemimpin Al-Qaidah

Kesepakatan yang ditandatangani pada 29 Februari, dipandang sebagai peluang terbaik Afghanistan untuk perdamaian dan kesempatan bagi pasukan AS dan NATO untuk meninggalkan negara yang dilanda perang setelah hampir dua dekade pertempuran.

Penarikan pasukan internasional, yang telah dimulai, terikat dengan janji-janji dari Taliban bahwa mereka tidak akan membiarkan Afghanistan digunakan sebagai arena pertempuran Amerika Serikat dan sekutunya.

Khalilzad, yang berada di Doha, Qatar, bertemu Taliban di markas politik mereka sebelum pergi ke Pakistan. Kemudian berlanjut pertemuan dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani serta saingan politiknya yang lama, Abdullah Abdullah.

Sediq Sediqi, juru bicara Ghani mengatakan presiden ingin pembicaraan dengan Taliban dimulai dalam satu bulan. Namun, dia tidak mengklarifikasi apakah pemerintah Afghanistan akan membebaskan 2.000 tahanan Taliban, yang merupakan prasyarat untuk dimulainya negosiasi.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Ghazwatul Hindi: Cina, Ancaman Terbesar Muslim Asia (Bag. 2)

Jika kita bisa menerima bahwa pemimpin Rum hari ini adalah Amerika Serikat, bukannya Italia, maka pemimpin Al-Hindi hari ini bisa saja bukan India.

Selasa, 09/06/2020 10:11 0

Analisis

Bergesernya Narasi Syiah Hizbullah: Ketika Perlawanan Bukan Lagi Prioritas

Gerakan Syiah Hizbullah juga tengah menderita dari krisis keuangan - karena sanksi AS terhadap Iran - yang menghalangi mereka dari pendanaan dan mempersiapkan perang lain dengan Israel.

Senin, 08/06/2020 11:36 0

Indonesia

Kajian StrateGISS: Moslem World After Covid-19

Dalam konteks hubungan antarnegara, pandemic Covid-19 sangat dipengaruhi oleh dua kekuatan dunia yang tengah memanas yakni AS vs China.

Senin, 08/06/2020 10:14 0

Indonesia

Ribuan Santri di Kota Bekasi Ikuti Rapid Test Corona

Menurut Irfan, rapid test massal ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada santri dan bagian dari upaya untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 ketika nanti mereka kembali ke pondok.

Senin, 08/06/2020 00:36 0

Indonesia

Omnibus Law Dibahas di Masa Reses, PKS Ngotot Agar Insentif dan Kemudahan Izin UMKM Tepat Sasaran

Badan Legislasi DPR-RI kembali menyelenggarakan rapat kerja dengan pemerintah dalam rangka pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja kendati masih dalam masa reses. Pada kesempatan tersebut, Anggota Baleg DPR-RI F-PKS, Bukhori Yusuf mendesak pemerintah agar memastikan UMKM diperkuat dengan akses kemudahan berusaha dan beragam insentif yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan berusaha mereka.

Jum'at, 05/06/2020 13:53 0

Indonesia

Polisi “Salah Tembak” 3 Warga Sipil, DPRD Akan Gelar RDP dengan Kapolda Sulteng

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Arus Abd Karim mengaku akan segera mengagendakan untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolda Sulteng.

Jum'at, 05/06/2020 13:36 0

Indonesia

Mau Refund Dana Haji? Begini Prosedurnya

Kementerian Agama Republik Indonesia telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun 1441 H/2020 M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada Selasa (02/06/2020).

Jum'at, 05/06/2020 13:05 0

Indonesia

MUI Keluarkan Fatwa tentang Shalat Jum’at di Masa Pandemi

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan shalat Jum'at di masa pandemi Covid-19. Dalam fatwa MUI nomor 31 Tahun 2020, dijelaskan ketentuan hukum dan tata cara shalat Jum'at yang dianjurkan.

Jum'at, 05/06/2020 12:42 0

Indonesia

PKS: Dana Haji Adalah Amanah, Hanya untuk Kepentingan Jamaah

Ketua Fraksi PKS DPR-RI, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa dana haji sensitif bagi umat Islam. Terlebih dana yang berasal dari setoran jamaah. Hal itu merupakan amanah yang harus dikelola hanya untuk kepentingan jamaah, dan tidak boleh untuk kepentingan lain.

Jum'at, 05/06/2020 07:26 0

Indonesia

Mediasi Pertama Gugatan Perdata terhadap Yusuf Mansur Gagal

Dalam sidang gugatan perdata, kedua belah pihak akan diberikan waktu oleh Majelis Hakim untuk mediasi perkara.

Jum'at, 05/06/2020 07:04 0

Close