... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kajian StrateGISS: Moslem World After Covid-19

Foto: Global Indonesia Strategic Studies (GISS).

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga kajian Global Indonesia Strategic Studies (GISS) mengungkapkan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh kawasan mendorong terjadinya disrupsi dan mempercepat proses sejarah manusia.

Keputusan yang dibuat para pemimpin dunia hari ini akan menentukan wajah dunia di masa depan, termasuk wajah dunia Islam. Dunia Muslim baik yang terdiri dari state actor maupun non-state actor secara langsung merasakan dampak pandemi dan tengah menggeliat mengatasi potensi masalah yang akan muncul di masa mendatang.

“Tidak ada jawaban yang jelas dan mudah untuk menjawab pertanyaan bagaimana pandemic Covid-19 mempengaruhi dunia dalam mengelola resiko, konflik, kekerasan dan prospek dunia Islam di tengah krisis ini,” tegas Founder Global Indonesia Strategis Studies, Jaka Setiawan dalam Webinar Kajian StrateGISS bertajuk “Moslem World After Covid-19” pada Sabtu, 6 Juni 2020.

Jaka mengungkapkan krisis masih terus berlangsung dengan cara yang mengejutkan sedangkan penilaian tentang eskalasi dampak terus bergeser dan berubah setiap hari.

Negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, sebagian besar terkategorikan negara–negara rapuh (fragile states) karena ditimpa konflik sosial, krisis ekonomi, bencana kemanusiaan hingga invasi bersenjata yang dilakukan negara lain.

Palestina, Suriah, Yaman, Irak, Libya, Somalia, Mali Kashmir, Turkistan Xinjiang, Filipina Selatan, merupakan sederet negeri yang terus berjibaku dengan konflik sebelum munculnya pandemic Covid-19.

Dalam konteks hubungan antarnegara, pandemic Covid-19 sangat dipengaruhi oleh dua kekuatan dunia yang tengah memanas yakni AS vs China. Presiden Donald Trump memilih narasi at war with virus dan mendaku dirinya sebagai presiden di masa perang, sementara China memilih pendekatan medical diplomacy. Untuk itu, semua negara yang menjadi proksi Amerika atau satelit Cina-Rusia akan terpengaruh dari pilihan kebijakan parent state-nya.

BACA JUGA  Heboh Soal "Good Looking", Kemenag: Itu Hanya Ilustrasi

Wajah Dunia Islam setelah Virus Corona di Masa Mendatang

SURIAH

Wabah COVID-19 berubah menjadi pandemi ketika gencatan senjata dicapai oleh dua pemegang kekuatan asing utama (Rusia dan Turki. Red) dalam perang yang telah berlangsung sembilan tahun di Suriah. Tiga juta orang yang tinggal di zona gencatan senjata, wilayah barat laut Idlib, memiliki sedikit harapan, kesepakatan itu akan bertahan. Namun, kekhawatiran corona bisa menyebar seperti api di seluruh negara yang hancur, tampaknya telah memberikan perpanjangan gencatan senjata. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Maret, korban sipil terendah sejak konflik dimulai pada 2011, dengan 103 kematian.

YAMAN

Pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi awalnya menanggapi secara positif permohonan PBB untuk gencatan senjata, seperti halnya negara tetangga, Arab Saudi, yang memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintah.

Secercah harapan langka dalam konflik lima tahun itu berumur pendek namun dan pekan lalu pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik atas Riyadh, saat sebuah kota perbatasan diserang pemberontak yang didukung Iran. Koalisi yang dipimpin Saudi membalas dengan menyerang Houthi di ibu kota yang dikuasai pemberontak Sanaa pada Senin. Di negara di mana infrastruktur kesehatan telah runtuh, di mana air adalah komoditas langka, dan 24 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan, penduduk

LIBYA

Sama seperti Yaman, protagonis utama dalam konflik Libya awalnya menyambut seruan gencatan senjata PBB tetapi dengan cepat melanjutkan permusuhan. Pertempuran sengit telah mengguncang selatan ibu kota Tripoli dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan risiko wabah corona tidak cukup membuat perang senjata terhenti. Sebuah laporan oleh International Crisis Group mengatakan, para pejabat Eropa telah memilih untuk mengabaikan sementara Libya karena tingkat pandemi yang tinggi di negara mereka.

BACA JUGA  HNW Khawatir Pelibatan BNPT dan BPIP dalam Sertifikasi Dai

IRAK

Irak tidak lagi dicengkeram oleh konflik penuh tetapi tetap rentan terhadap kebangkitan Daish/IS di beberapa wilayah dan saat dua pendukung asing utamanya saling serang. Iran dan Amerika Serikat adalah dua negara yang paling terpengaruh oleh corona, tetapi belum ada tanda-tanda akan berhenti bertempur untuk mendapatkan pengaruh yang sebagian besar dimainkan di Irak.

ASIA TENGGARA

Tidak ada pemerintah negara-negara Asia Tenggara yang mau jatuh akibat dari penanganan coronavirus, walau potensinya sangat signifikan. Pandemi COVID-19 menghantam negara-negara Asia Tenggara lebih awal dari sebagian besar kawasan di dunia. Saat ini kawasan Asia Tenggara memiliki lebih dari 90.000 kasus, dengan lebih dari 2.700 kematian dikonfirmasi.

Tingkat pengujian yang rendah di semua negara di kawasan, kecuali Singapura, seharusnya menimbulkan skeptisisme. Wabah virus corona baru kemungkinan jauh lebih tersebar luas daripada apa yang diakui pemerintah. Bukti informal menunjukkan ada jauh lebih banyak kematian daripada yang telah dilaporkan secara resmi. Pandemi telah menimbulkan malapetaka bagi ekonomi negara-negara Asia Tenggara, yang bergantung pada pariwisata dan ekspor. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan kontraksi ekonomi global 3 persen. Semua bukti menunjukkan ekonomi global Asia Tenggara akan sangat terpengaruh, dengan resesi yang terjadi di Thailand, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Global Indonesia Strategic Studies (GISS) merupakan lembaga kajian strategis yang berfokus pada isu resolusi konflik dan perdamaian. Juga menaruh perhatian khusus pada isu ubungan internasional, geostrategik, diplomasi, ekonomi internasional, politik internasional dan militer. Berbasis di Jakarta, lembaga ini bersifat independen dan non profit dan melakukan riset, survey, penguatan wacana public dan advokasi.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

Kashmir Memanas Usai Tujuh Pejuang Gugur Dibunuh Pasukan India

Setidaknya lima pejuang gugur oleh pasukan India di Shopian, Kashmir. Pembunuhan yang terjadi pada hari Ahad itu memicu protes warga di daerah tersebut

Senin, 08/06/2020 10:08 0

Amerika

Covidiot? Sejumlah Warga AS Meminum Disinfektan untuk Tangkal Corona

Sebuah laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan orang Amerika memasukkan disinfektan rumah tangga termasuk pemutih ke dalam tubuh karena percaya dapat menangkal virus corona

Senin, 08/06/2020 09:34 0

Suriah

Mendagri Turki Kunjungi Provinsi Idlib, Suriah

KIBLAT. NET, Idlib — Menteri Dalam Negeri Turki, Suleiman Soylu, mengunjungi provinsi Idlib, satu-satunya provinsi...

Senin, 08/06/2020 08:25 0

India

India dan China Sepakat Solusi Damai Dalam Sengketa Batas Perbatasan

KIBLAT. NET, New Delhi — Pemerintah India dan China sepakat penyelesaian damai dalam sengketa perbatasan...

Senin, 08/06/2020 07:23 0

Suriah

Warga Suriah Demo Kenaikan Harga, Protes Kehadiran Iran dan Rusia

Para demonstran telah mengangkat papan nama dengan slogan-slogan. Beberapa di antaranya berbunyi "jika sebuah rezim tidak dapat mengendalikan harga, maka ia harus mundur."

Senin, 08/06/2020 05:34 0

Qatar

Menlu Qatar: Kami Semakin Kuat Meski Diblokade Tiga Tahun

Qatar tetap berselisih dengan empat negara kawasan - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir - sejak 5 Juni 2017.

Sabtu, 06/06/2020 07:35 0

Amerika

Petir Hantam Monumen Washington, 2 Penjaga Terluka Parah

KIBLAT.NET, Washington – Petir menghantam Washington DC pada Kamis (04/06/2020) malam ketika kota itu berada...

Sabtu, 06/06/2020 07:04 0

Singapura

Singapura Kembangkan Alat Pelacak Corona, Akan Dipakaikan ke Semua Warga

"Kami sedang mengembangkan dan akan segera meluncurkan perangkat portabel yang akan ... tidak tergantung pada kepemilikan smartphone," kata menteri luar negeri Vivian Balakrishnan kepada parlemen pada hari Jumat.

Jum'at, 05/06/2020 19:42 0

Suriah

Rusia Kirim Kloter Kedua Jet MiG-29 untuk Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus — Kedutaan Rusia di Damaskus mengatakan bahwa negaranya mengirim sekelompok jer tempur jenis...

Jum'at, 05/06/2020 08:52 0

Amerika

AS Desak Sekutu Gelontorkan Dana untuk Perangi ISIS

KIBLAT. NET, Washington — Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Kamis (04/06/2020), mendesak sekutu untuk...

Jum'at, 05/06/2020 08:29 0

Close