... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Bergesernya Narasi Syiah Hizbullah: Ketika Perlawanan Bukan Lagi Prioritas

Foto: Gerakan Syiah Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

KIBLAT.NET – Pemimpin Gerakan Syiah Hizbullah Hassan Nasrallah pada pekan lalu (26/05), berbicara di Radio Noor Hizbullah tentang pembebasan dan secara seksama mencatat semua “prestasi perlawanan” yang telah mereka raih sejak saat itu dalam sejarah.

Nasrallah berpidato pada momen peringatan pembebasan Lebanon selatan dari pendudukan Israel ketika ia mengingatkan orang Lebanon akan pengorbanan dan kemenangan Hizbullah. Namun Nasrallah mengabaikan beberapa fakta, menunjukkan adanya sejumlah perubahan.

Pergeseran Retorika
Pergeseran yang paling signifikan yang ditunjukkan oleh Nasrallah terkait masalah Suriah.  Dia membedakan antara strategi Hizbullah di Lebanon dan di Suriah. Biasanya, retorika Hizbullah adalah dengan metode ancaman dan intimidasi, meskipun selalu disertai dengan ungkapan yang terkenal “kami akan membalas pada waktu dan tempat yang tepat.”

Namun, Nasrallah mengambil nada yang berbeda ketika ditanya tentang Suriah. Dia mengatakan: “Jadi mengapa kita tidak membalas serangan Israel di Suriah? Mengapa kita tidak membuat persamaan yang sama di Suriah seperti di Lebanon? Karena misi kami di Suriah belum berakhir – kami masih berusaha untuk mengalahkan kelompok bersenjata. Ini adalah prioritas kami.”

Nasrallah menambahkan bahwa Hizbullah menggunakan “kesabaran strategis.”

Kenyataannya adalah bahwa Hizbullah lebih memilih untuk menghindari perang dengan Israel yang mungkin tidak dapat dikendalikan oleh Suriah dan mungkin akan melihat infrastruktur di Irak dan Lebanon menjadi target kehancuran juga. Hizbullah juga tengah menderita dari krisis keuangan -karena sanksi AS terhadap Iran- yang menghalangi mereka dari pendanaan dan mempersiapkan perang lain dengan Israel.

Namun, ini merupakan indikasi bahwa Hizbullah tidak memiliki rencana segera untuk membalas terhadap Israel di Suriah – sebuah perubahan signifikan dari retorika Hizbullah yang sudah lama berkompromi melawan Israel.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Saksi Ungkap Fakta Menarik

Dalam arti tertentu, Nasrallah mengatakan bahwa memerangi kelompok-kelompok bersenjata di Suriah lebih merupakan prioritas bagi Hizbullah daripada melawan Israel. Ini adalah perubahan besar bagi Hizbullah dan ini menunjukkan kelemahan mereka saat ini dan kesiapan untuk berkompromi dengan pihak lain, termasuk AS dan Israel.

Pergeseran lain dan indikasi kompromi adalah diskusi Nasrallah tentang negosiasi IMF-Lebanon. Meskipun dia mengatakan bahwa ada alternatif yang lebih baik untuk IMF seperti Suriah, Irak, dan China.

Dia juga mengatakan bahwa Hizbullah “membuka pintu bagi Libanon untuk membahas syarat-syarat yang diajukan IMF, apakah mereka mempermalukan atau tidak … jika mereka memaksakan syarat-syarat realistis pada kami, berarti hal itu bagus. Jika tidak, kami akan mencari alternatif lain.”

Dengan menerima persyaratan dari IMF tentang Lebanon -baik itu realistis atau tidak- hal itu berarti bahwa Hizbullahdan sponsor Irannya tidak dapat benar-benar menawarkan alternatif untuk menyelamatkan Libanon.

Ini adalah perubahan besar bagi Hizbullah dan ini menunjukkan kelemahan mereka saat ini dan kesiapan untuk berkompromi dengan pihak lain, termasuk AS dan Israel.

Di belakang pergeseran retorika
Pergeseran retorika yang terutama berfokus pada prioritas perlawanan ini menunjukkan ketakutan Hizbollah, bukannya kepercayaan diri.

Ketakutan ini berakar pada pandangan gerakan Syiah tentang tren regional dan semakin memburuknya kehadiran dan kontrol mereka di Lebanon dan di wilayah tersebut.

Sejak hari pembebasan pada tahun 2000, Hizbullah telah berfokus pada terjemahan ideologis dan sektarian dari “kemenangan ilahi” daripada menerjemahkannya ke dalam visi ekonomi dan sosial untuk melayani Lebanon dan rakyat Lebanon.

BACA JUGA  Syaikh Ali Jaber Ditusuk, Komisi VIII: Indonesia Darurat Perlindungan Tokoh Agama

Untuk mendapatkan sekutu, Hizbullah mendukung dan mendapatkan keuntungan dari politisi yang korup, dan membiarkan kediktatoran seperti Iran dan rezim Assad. Pada akhirnya malah semakin menghancurkan ekonomi Lebanon.

Sekarang setelah ekonomi runtuh, dan orang-orang akhirnya menyadari bahwa Hizbullah berada di belakang kerugian dan frustrasi mereka, gerakan Syiah itu bukannya menawarkan rencana sosial-ekonomi yang layak untuk membuka jalan ke depan tapi malah terus mendukung sistem yang sama yang membawa pada keruntuhan.

Hizbullah tidak bisa selalu mengkambinghitamkan pihak lain selamanya, dan mereka tahu bahwa gelombang protes berikutnya akan lebih keras dan semakin terbuka, hal itu membuat mereka khawatir.

Retorika baru Nasrallah tidak berarti bahwa Hizbullah -dan Iran- akan mengubah rencananya untuk Lebanon atau mengubah strategi regionalnya.

Retorika baru hanyalah upaya untuk mengulur waktu sampai adanya pergeseran situasi di wilayah tersebut dan Hizbullah merasa lebih percaya diri dalam kemampuan mereka untuk merespon pemain utama di kawasan dan pengunjuk rasa Lebanon.

Dua puluh tahun setelah penarikan pasukan Israel dari Libanon selatan, Lebanon mengalami krisis terburuknya sejak mendapatkan kemerdekaannya.

Alih-alih mengalahkan Israel, Hizbullah membuat Lebanon dan rakyat Lebanon yang kalah. Mereka telah menjual Libanon kepada rezim Iran, dan tahun 2000 adalah tahun yang menandai titik balik ketika negara itu mengekspos rencana nyata Hizbullah untuk Libanon.

 

Sumber: Opini Hanan Ghaddar di Media Al-Arabiya
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kajian StrateGISS: Moslem World After Covid-19

Dalam konteks hubungan antarnegara, pandemic Covid-19 sangat dipengaruhi oleh dua kekuatan dunia yang tengah memanas yakni AS vs China.

Senin, 08/06/2020 10:14 0

India

Kashmir Memanas Usai Tujuh Pejuang Gugur Dibunuh Pasukan India

Setidaknya lima pejuang gugur oleh pasukan India di Shopian, Kashmir. Pembunuhan yang terjadi pada hari Ahad itu memicu protes warga di daerah tersebut

Senin, 08/06/2020 10:08 0

Amerika

Covidiot? Sejumlah Warga AS Meminum Disinfektan untuk Tangkal Corona

Sebuah laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan orang Amerika memasukkan disinfektan rumah tangga termasuk pemutih ke dalam tubuh karena percaya dapat menangkal virus corona

Senin, 08/06/2020 09:34 0

Suriah

Mendagri Turki Kunjungi Provinsi Idlib, Suriah

KIBLAT. NET, Idlib — Menteri Dalam Negeri Turki, Suleiman Soylu, mengunjungi provinsi Idlib, satu-satunya provinsi...

Senin, 08/06/2020 08:25 0

India

India dan China Sepakat Solusi Damai Dalam Sengketa Batas Perbatasan

KIBLAT. NET, New Delhi — Pemerintah India dan China sepakat penyelesaian damai dalam sengketa perbatasan...

Senin, 08/06/2020 07:23 0

Suriah

Warga Suriah Demo Kenaikan Harga, Protes Kehadiran Iran dan Rusia

Para demonstran telah mengangkat papan nama dengan slogan-slogan. Beberapa di antaranya berbunyi "jika sebuah rezim tidak dapat mengendalikan harga, maka ia harus mundur."

Senin, 08/06/2020 05:34 0

Indonesia

Ribuan Santri di Kota Bekasi Ikuti Rapid Test Corona

Menurut Irfan, rapid test massal ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada santri dan bagian dari upaya untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 ketika nanti mereka kembali ke pondok.

Senin, 08/06/2020 00:36 0

Qatar

Menlu Qatar: Kami Semakin Kuat Meski Diblokade Tiga Tahun

Qatar tetap berselisih dengan empat negara kawasan - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir - sejak 5 Juni 2017.

Sabtu, 06/06/2020 07:35 0

Amerika

Petir Hantam Monumen Washington, 2 Penjaga Terluka Parah

KIBLAT.NET, Washington – Petir menghantam Washington DC pada Kamis (04/06/2020) malam ketika kota itu berada...

Sabtu, 06/06/2020 07:04 0

Singapura

Singapura Kembangkan Alat Pelacak Corona, Akan Dipakaikan ke Semua Warga

"Kami sedang mengembangkan dan akan segera meluncurkan perangkat portabel yang akan ... tidak tergantung pada kepemilikan smartphone," kata menteri luar negeri Vivian Balakrishnan kepada parlemen pada hari Jumat.

Jum'at, 05/06/2020 19:42 0

Close