... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Omnibus Law Dibahas di Masa Reses, PKS Ngotot Agar Insentif dan Kemudahan Izin UMKM Tepat Sasaran

Foto: Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf.

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Legislasi DPR-RI kembali menyelenggarakan rapat kerja dengan pemerintah dalam rangka pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja kendati masih dalam masa reses. Pada kesempatan tersebut, Anggota Baleg DPR-RI F-PKS, Bukhori Yusuf mendesak pemerintah agar memastikan UMKM diperkuat dengan akses kemudahan berusaha dan beragam insentif yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan berusaha mereka.

“Kami meminta kepada pemerintah agar memastikan UMKM ini bisa diperkuat melalui regulasi yang diusulkan. Penguatan kepada mereka bisa dalam bentuk akses kemudahan berusaha dan modal pinjaman, insentif pajak, insentif untuk memperoleh bahan baku, sampai pada aspek insentif pemasaran,” tegas Bukhori kepada perwakilan Pemerintah saat rapat kerja di ruang Baleg DPR-RI, Rabu (03/06/2020).

Bukhori menegaskan UMKM mempunyai kontribusi yang sangat besar yakni 60% PDB negara. Oleh sebab itu, mereka harus mendapat perhatian yang serius.

Berdasarkan data dari Asosiasi UMKM Indonesia, sepanjang 2019 UMKM telah menyumbang 60% PDB dengan rincian sebagai berikut: (1) Pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan (48,85%), (2) Perdagangan, hotel, restoran (28,8%), (3) Pengangkutan dan komunikasi (6,88%), (4) Industri pengolahan (6,41%), (5) Jasa (4,52%), (6) Lain-lain (2,13%)

Bukhori juga menyoroti terkait pendefinisian UMKM yang terbuka sebagaimana diusulkan oleh Pemerintah. Menurutnya, definisi tersebut akan membuka ruang bagi UMKM manapun, termasuk lokal maupun global, modal kecil maupun besar untuk memperoleh insentif dari Pemerintah.

BACA JUGA  Komisi III DPR: Preman untuk Pendisiplinan Protokol Kesehatan Bisa Repot

Padahal, jumlah UMKM saat ini di Indonesia hanya kurang lebih 64 juta dimana mayoritas UMKM ini bergerak di bidang usaha sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan.

“Dari jumlah 64 juta ini, sebagian besar usaha ini bergerak di sejumlah sektor strategis seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Sektor-sektor inilah yang seharusnya memperoleh prioritas dari Pemerintah, bukan UMKM yang asal-asalan atau yang tidak memberikan sumbangsih dalam hal penyerapan tenaga kerja. Kebijakan ini harus dipastikan tepat sasaran,” lanjut Ketua Tim Panja Pembahasan RUU Cipta Kerja F-PKS ini.

Melalui RUU ini, kami mendesak kepada Pemerintah agar berkomitmen serta memastikan bahwa UMKM yang memberikan sumbangsih bagi PDB dan penyerapan tenaga kerja bisa memperoleh segala bentuk kemudahan berusaha serta insentif untuk memperkuat posisi mereka dalam menjalankan roda perekonomian negara,” pungkas Bukhori.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rusia Kirim Kloter Kedua Jet MiG-29 untuk Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus — Kedutaan Rusia di Damaskus mengatakan bahwa negaranya mengirim sekelompok jer tempur jenis...

Jum'at, 05/06/2020 08:52 0

Amerika

AS Desak Sekutu Gelontorkan Dana untuk Perangi ISIS

KIBLAT. NET, Washington — Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Kamis (04/06/2020), mendesak sekutu untuk...

Jum'at, 05/06/2020 08:29 0

Suriah

Rusia Berang Saat Suriah Kembali Langgar Perjanjian terkait Iran

Sebelumnya, Rusia dan Suriah sepakat membatasi akses pasukan-pasukan ini ke zona tersebut.

Jum'at, 05/06/2020 06:09 0

Eropa

Pertama di Italia, Pemakaman Khusus Muslim Akan Dibuka di Roma

Tempat pemakaman, yang akan dibangun di atas lahan seluas 400 hektar di dekat perbatasan antara Fiumicino, dekat dengan bandara internasional, dan kota Bracciano.

Jum'at, 05/06/2020 05:54 0

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Berbagi Mushaf dan Sembako kepada 150 Muallaf Bukit Menoreh

Pegunungan Menoreh dikenal dalam sejarah sebagai basis pertahanan Pangeran Diponegoro melawan Hindia Belanda. https://bit.ly/berbagimuallafmenoreh Namun...

Kamis, 04/06/2020 12:32 0

Suriah

Serangan Terbaru Rusia untuk Jauhkan Faksi Islamis dari Jalur Penting

KIBLAT. NET, Idlib — Pesawat Rusia meluncurkan beberapa serangan di Suriah barat laut, untuk pertama...

Kamis, 04/06/2020 09:26 0

Mesir

Mesir Akan Buka Semua Masjid dengan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid-masjid di Mesir melarang kunjungan anak-anak, mengharuskan pemakaian masker dan menutup toilet sebagai bagian dari protokol kesehatan selama pandemi virus corona.

Kamis, 04/06/2020 09:24 0

Suriah

Rusia Kembali Serang Idlib Meski Sepakati Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Idlib – Rusia pada Rabu pagi melakukan serangan udara pertama mereka dalam tiga bulan...

Kamis, 04/06/2020 09:00 0

Artikel

Malcolm X: Figur Perlawanan Rasisme di AS

Rasialisme, kini, 55 tahun setelah wafatnya Malcolm X, hidup dalam jubah yang relatif aman. Terjaga dalam sistem yang disokong ideologi kapitalistik. Sehingga amat sulit menyingkirkan rasialisme di AS jika hanya berharap pada kesadaran individu

Rabu, 03/06/2020 21:23 0

Afghanistan

Taliban Kutuk Keras Serangan Bom di Masjid Kabul

KIBLAT. NET, Kabul — Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengutuk keras serangan bom di masjid Masjid...

Rabu, 03/06/2020 17:35 0

Close