... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mediasi Pertama Gugatan Perdata terhadap Yusuf Mansur Gagal

Foto: Pimpinan PPPA Daarul Qur'an, Yusuf Mansur.

KIBLAT.NET, Tangerang – Sidang gugatan perdata dengan tergugat Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur sedang memasuki tahap mediasi. Mediasi yang digelar di PN Tangerang pada Rabu (03/06/2020) ini menghadirkan pihak Yusuf Mansur dengan para penggugat yang masing-masing diwakili oleh para pengacaranya.

Pihak penggugat diwakili oleh Asfa Davy Bya bersama rekan, dan pihak Yusuf Mansur diwakili oleh Ariel Muchtar bersama rekan.

“Sebelumnya, Yusuf Mansur menyatakan akan hadir dalam sidang atau ketika mediasi. Faktanya, berbicara lain,” ujar HM Joesoef sebagai pendamping penggugat melalui rilisnya yang diterima Kiblat.net pada Jum’at (05/06/2020).

Sebagaimana diketahui, Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima orang investor yang merasa dirugikan oleh terkait dengan pembangunan Condotel Moya Vidi (Yogyakarta) dan hotel Siti (Tangerang) dalam kurun waktu 2013 -2014.

“Mereka dijanjikan akan diberi laporan keuangan, setiap tahun ada pembagian kerahiman (bagi untung), dan mendapat jatah menginap secara gratis,” ujar Joesoef.

“Tetapi, sampai akhir 2019 lalu, jangankan uang kerahiman, laporan keuangan yang dijanjikan diberikan secara berkala tersebut tak juga pernah ada. Bahkan web yang dipakai sebagai sarana komunikasi juga tak lagi aktif. Mereka mencari keadilan dengan cara menghubungi pihak manajemen, selalu mengalami jalan buntu dengan berbagai sebab dan alasan,” lanjut Joesoef.

Asva Davy Bya (berdasi menghadap kamera) dan tim berhadapan dengan tim penasehat hukum Yusuf Mansur (belakangi kamera) dalam sidang mediasi Rabu (03/06/2020) di PN Tangerang (Foto : HM Joesoef)

Joesoef mengungkapkan, dalam persidangan mediasi Rabu siang lemarin, lawyer dari Yusuf Mansur meminta agar pihak penggugat memperlihatkan bukti-bukti transfer, kwitansi, dan dokumen terkait lainnya yang menunjukkan ada aliran dana ke rekening Yusuf Mansur. Jika pihak penggugat bisa menunjukkannya, maka pihak Yusuf Mansur akan buat akta perdamaian.

BACA JUGA  Penusukan Syekh Jaber, Menag Minta Masyarakat Tetap Tenang

Karena ini sidang mediasi, menurut pengacara penggugat, Asfa Davy Bya mengatakan bahwa dalam sidang mediasi tidak bicara soal pembuktian.

“Kalau Yusuf Mansur mau damai, mestinya sejak kami somasi ada tanggapan positif dari pihak Yusuf Mansur,” kata Asfa Davy Bya, dikutip oleh Joesoef.

Ia menjelaskan, sebelum gugatan perdata didaftarkan ke Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Februari 2020, pihak penggugat sudah mensomasi Yusuf Mansur selama tiga kali. Dan selama somasi tersebut, tidak ada tanggapan posistif dari pihak Yusuf Mansur.

“Bahkan dia (Yusuf Mansur, red) menggertak akan menggugat balik pihak penggugat. Menurut Asfa Davy Bya, jika hendak berdamai, ketika somasi itulah momentumnya. Dan mereka yang mengajukan proposalnya, bukan dari pihak penggugat,” jelasnya.

Menurut Asfa Davy Bya, jika bicara tentang bukti-bukti, itu ranahnya di sidang pokok perkara. “Bukan di sidang mediasi,” ujarnya.

Karena sidang mediasi yang pertama ini gagal, maka hakim mediasi masih memberikan waktu sepekan ke depan untuk melanjutkan mediasi. Pada Kamis (11/06/2020) mendatang akan digelar sidang mediasi yang kedua. Jika sidang mediasi kedua ini mengalami jalan buntu maka sidang perdata akan digelar kembali.

“Pengadilan dengan hakim-hakimnya yang adil, akan memutuskan perkara secara adil pula. Karena itu, hakim akan melihat tidak hanya bukti-bukti materiil yang dipakai untuk memutus suatu perkara, tetapi para hakim mestinya menggunakan hati-nuraninya dalam melihat suatu persoalan. Inilah tantangan terbesar bagi hakim di Indonesia: mempertimbangkan dengan hati nurani,” jelas Joesoef.

BACA JUGA  Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 19 Triliun

“Di sini, keadilan dan kepiawaian hakim akan diuji dalam rangka memutus perkara dengan melibatkan hati-nurani. Wallahu A’lam,” tutup Joesoef.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rusia Berang Saat Suriah Kembali Langgar Perjanjian terkait Iran

Sebelumnya, Rusia dan Suriah sepakat membatasi akses pasukan-pasukan ini ke zona tersebut.

Jum'at, 05/06/2020 06:09 0

Eropa

Pertama di Italia, Pemakaman Khusus Muslim Akan Dibuka di Roma

Tempat pemakaman, yang akan dibangun di atas lahan seluas 400 hektar di dekat perbatasan antara Fiumicino, dekat dengan bandara internasional, dan kota Bracciano.

Jum'at, 05/06/2020 05:54 0

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Berbagi Mushaf dan Sembako kepada 150 Muallaf Bukit Menoreh

Pegunungan Menoreh dikenal dalam sejarah sebagai basis pertahanan Pangeran Diponegoro melawan Hindia Belanda. https://bit.ly/berbagimuallafmenoreh Namun...

Kamis, 04/06/2020 12:32 0

Suriah

Serangan Terbaru Rusia untuk Jauhkan Faksi Islamis dari Jalur Penting

KIBLAT. NET, Idlib — Pesawat Rusia meluncurkan beberapa serangan di Suriah barat laut, untuk pertama...

Kamis, 04/06/2020 09:26 0

Mesir

Mesir Akan Buka Semua Masjid dengan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid-masjid di Mesir melarang kunjungan anak-anak, mengharuskan pemakaian masker dan menutup toilet sebagai bagian dari protokol kesehatan selama pandemi virus corona.

Kamis, 04/06/2020 09:24 0

Suriah

Rusia Kembali Serang Idlib Meski Sepakati Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Idlib – Rusia pada Rabu pagi melakukan serangan udara pertama mereka dalam tiga bulan...

Kamis, 04/06/2020 09:00 0

Artikel

Malcolm X: Figur Perlawanan Rasisme di AS

Rasialisme, kini, 55 tahun setelah wafatnya Malcolm X, hidup dalam jubah yang relatif aman. Terjaga dalam sistem yang disokong ideologi kapitalistik. Sehingga amat sulit menyingkirkan rasialisme di AS jika hanya berharap pada kesadaran individu

Rabu, 03/06/2020 21:23 0

Afghanistan

Taliban Kutuk Keras Serangan Bom di Masjid Kabul

KIBLAT. NET, Kabul — Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengutuk keras serangan bom di masjid Masjid...

Rabu, 03/06/2020 17:35 0

Afghanistan

Taliban Bantah Isu Pemimpinnya Terinfeksi Virus Corona

KIBLAT. NET, Kabul — Amir Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Haibatullah Akhunzadah, diisukan terinfeksi virus Covid-19....

Rabu, 03/06/2020 16:52 0

Amerika

Lawan Aksi Protes, Pentagon Sebar Pasukan di Beberapa Negara Bagian

Seorang pejabat senior AS mengatakan Garda Nasional mengumumkan pemindahan personel keamanan tambahan ke Washington.

Rabu, 03/06/2020 07:37 0

Close