Rusia Kembali Serang Idlib Meski Sepakati Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Idlib – Rusia pada Rabu pagi melakukan serangan udara pertama mereka dalam tiga bulan terakhir di wilayah Suriah barat laut. Demikian laporan para aktivis oposisi.

Para aktivis mengatakan serangan di dan dekat provinsi Idlib adalah yang pertama dilakukan oleh pesawat Rusia sejak gencatan senjata pada awal Maret. Belum ada laporan tentang jumlah korban dalam serangan tersebut.

Idlib saat ini menampung sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dalam beberapa tahun terakhir. Gencatan senjata dimungkinkan sebagai kesempatan untuk mereka kembali ke tempat asal.

Sekitar 1 juta warga Suriah dipindahkan dari provinsi Idlib ketika rezim Bashar Assad dan sekutunya meluncurkan serangan November lalu.

Sebagian besar pengungsi mencari perlindungan di kamp-kamp yang dekat dengan perbatasan Turki, sementara yang lain pergi ke daerah-daerah di bawah kendali oposisi Suriah.

Protokol 6 Maret antara Ankara dan Moskow mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran di zona de-eskalasi.

Aktivis oposisi mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, baik Turki dan pemerintah di Damaskus telah mengirim bala bantuan ke Suriah barat laut. Ada juga pelanggaran gencatan senjata dalam beberapa pekan terakhir.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris, sebuah kelompok pemantau perang oposisi, mengatakan pesawat tempur Rusia menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi di selatan provinsi Idlib Selasa malam dan Rabu pagi.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Aktivis yang berbasis di Idlib, Taher al-Omar mengatakan, pesawat tempur Rusia menembakkan rudal yang menyebabkan kehancuran yang luas.

Aktivis lain yang berbasis di Idlib, Hadi Abdullah, mengatakan serangan hari Rabu menghantam wilayah pegunungan di provinsi Latakia di tepi Idlib, serta sebuah pembangkit listrik di tepi utara provinsi Hama.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat