... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kasus Qidam Mandek di Tangan Aparat, Irwan Mowance: Saya Akan Cari Jalan Lain

Foto: Qidam Alfariski disemayamkan usai alami kejadian mengenaskan menjadi korban siksa dan salah tembak aparat kepolisian di Poso.

KIBLAT.NET, Poso – Keluarga Qidam Alfarizki akhirnya baru menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Sebagaimana diketahui bahwa Qidam Alfarizki adalah korban salah tembak satuan operasi Tinombala Poso Sulawesi Tengah pada April 2020 lalu.

SP2HP yang diterima keluarga menyatakan bahwa penyelidikan dan laporan seolah baru akan dilakukan aparat. Padahal keluarga telah melaporkan kasus ini sejak beberapa bulan yang lalu tepatnya usai kasus penembakan anak mereka Qidam Al Farizki.

“Surat itu tidak ada memuat lampiran hasil penyelidikan jadi saya sangat merasa kecewa dengan surat yang diterbitkan itu,” ungkap Irwan Mowance ayah kandung almarhum Qidam Al Farizki Mowance kepada Kiblatnet.

Irwan menambahkan bahwa dirinya dan keluarga sangat kecewa mengapa kerja keras keluarga melaporkan kasus ini namun hasilnya hingga surat SP2HK ini terbit belum ada kejelasan.

“Jadi selama kita sudah dua kali melapor ke Palu. Yang pertama 13 /4/2020 pelaporan kasus ke KOMNAS HAM kemudian ke DPRD kemudian ke POLDA saya melapor. Kemudian yang kedua saya dimintakan saksi-saksi untuk memberikan keterangan dan sudah selesai yang pasti saksi saksi sudah diperiksa semua,” terangnya.

Irwan mengungkapkan sebenarnya sudah ada pelaksanaan penyidikan, tetapi begitu dikeluarkan itu SP2HP tidak ada dilaporkan hasil penyidikan tersebut. “Ini kami sangat kecewa,” kata dia.

Saat ini Irwan Mowance bersama keluarga di Poso sangat menunggu proses keadilan ini dan berharap kasus ini bisa segera diselesaikan surat SP2HP dikeluarkan oleh penyidik Polda Sulteng pada 11 /5 /2020 membuat keluarga kecewa karena tidak memperlihatkan kejelasan kasus ini.

BACA JUGA  59 Negara Boikot Indonesia, PKS: Ini Cambuk Bagi Pemerintah

“Saya sangat gelisah, jangan sampe kasus ini hanya timbul tenggelam begitu saja. Kami ini tidak bisa disuruh menunggu terus pak kami ini orang susah juga perlu kerja kalau disuruh menunggu terus kita tidak bisa kerja dan butuh makan.”

Meski demikian keluarga masih sabar menunggu keputusan TPM Palu yang akan segera memproses kembali kasus ini ke Jakarta, Irwan Mowance menyatakan kesiapan dan mempercayakan kasus ini ke TPM namun apabila tidak ada kejelasan hasilnya Irwan Mowance akan mencari jalan sendiri untuk menyelesaikan kasus ini.

“Kalau sudah sampe jakarta pun kasus iniĀ  tidak ada tidakan apa-apa dari pihak kepolisian saya akan cari dan tempuh jalan lain. Berarti kita harus angkat sendiri kita punya bendera saya sebagai orangtuanya tidak bisa terima ini. Kendatipun saya mati tidak apa-apa saya mati dengan saya punya anak,” pungkasnya.

 

Reporter: Khatijo
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Solidaritas Muslim Berbagi Mushaf dan Sembako kepada 150 Muallaf Bukit Menoreh

Pegunungan Menoreh dikenal dalam sejarah sebagai basis pertahanan Pangeran Diponegoro melawan Hindia Belanda. https://bit.ly/berbagimuallafmenoreh Namun...

Kamis, 04/06/2020 12:32 0

Suriah

Serangan Terbaru Rusia untuk Jauhkan Faksi Islamis dari Jalur Penting

KIBLAT. NET, Idlib — Pesawat Rusia meluncurkan beberapa serangan di Suriah barat laut, untuk pertama...

Kamis, 04/06/2020 09:26 0

Mesir

Mesir Akan Buka Semua Masjid dengan Protokol Kesehatan Ketat

Masjid-masjid di Mesir melarang kunjungan anak-anak, mengharuskan pemakaian masker dan menutup toilet sebagai bagian dari protokol kesehatan selama pandemi virus corona.

Kamis, 04/06/2020 09:24 0

Suriah

Rusia Kembali Serang Idlib Meski Sepakati Gencatan Senjata

KIBLAT.NET, Idlib – Rusia pada Rabu pagi melakukan serangan udara pertama mereka dalam tiga bulan...

Kamis, 04/06/2020 09:00 0

Artikel

Malcolm X: Figur Perlawanan Rasisme di AS

Rasialisme, kini, 55 tahun setelah wafatnya Malcolm X, hidup dalam jubah yang relatif aman. Terjaga dalam sistem yang disokong ideologi kapitalistik. Sehingga amat sulit menyingkirkan rasialisme di AS jika hanya berharap pada kesadaran individu

Rabu, 03/06/2020 21:23 0

Afghanistan

Taliban Kutuk Keras Serangan Bom di Masjid Kabul

KIBLAT. NET, Kabul — Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengutuk keras serangan bom di masjid Masjid...

Rabu, 03/06/2020 17:35 0

Afghanistan

Taliban Bantah Isu Pemimpinnya Terinfeksi Virus Corona

KIBLAT. NET, Kabul — Amir Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Haibatullah Akhunzadah, diisukan terinfeksi virus Covid-19....

Rabu, 03/06/2020 16:52 0

Amerika

Lawan Aksi Protes, Pentagon Sebar Pasukan di Beberapa Negara Bagian

Seorang pejabat senior AS mengatakan Garda Nasional mengumumkan pemindahan personel keamanan tambahan ke Washington.

Rabu, 03/06/2020 07:37 0

Afghanistan

Imam Masjid yang Tewas di Kabul Pernah Suarakan Diakhirinya Invasi AS

Dalam sebuah rekaman video yang diunggah di Twitter, Niazi menyuarakan dukungan atas perjanjian damai antara Taliban dan AS, yang bertujuan menghindarkan rakyat Afghanistan dari kekerasan dan penjajahan.

Rabu, 03/06/2020 06:36 0

Afghanistan

Bom Diledakkan di Masjid Kabul, Tewaskan Imam Rawatib

Dua orang tewas dan dua lainnya cedera setelah sebuah bom tanam meledak di dalamĀ sebuah masjid populer di Zona Hijau Kabul.

Rabu, 03/06/2020 05:47 0

Close