Erdogan: Industri Rokok Merampas Kebebasan Jutaan Anak Muda

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik industri rokok karena telah menjerat jutaan anak muda dalam kecanduan. Demikian ia ungkapkan dalam siaran langsung tentang partisipasi kaum muda Turki pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

“Industri tembakau telah mengisi kantongnya sendiri selama beberapa dekade, merampas kebebasan jutaan orang muda, memenjarakan mereka dengan kecanduan,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan penutupan sementara tempat perokok dan tempat hiburan untuk mengekang penyebaran virus corona baru akan tetap dilakukan dalam jangka waktu lebih lama.

“Bagi kami, kesehatan manusia di atas semua masalah lainnya. Di masa mendatang, kami akan melanjutkan kepekaan dan tekad kami dalam masalah ini,” tambahnya.

Erdogan juga mencatat bahwa pemerintahnya telah menjadi sasaran serang industri tembakau dan advokat mereka karena perjuangan melawan rokok, alkohol, dan obat-obatan selama 18 tahun terakhir.

“Tuntutan ini tidak dapat diterima. Mereka seolah-olah dapat menipu kita; mereka datang kepada kita, dengan mengatakan, ‘rokok elektronik tidak membahayakan.’ Saya tidak menerima mereka bahkan jika mereka tidak berbahaya sama sekali,” katanya.

Turki pada Februari melarang impor rokok elektrik dan produk-produk terkait sebagai bagian dari perjuangannya melawan merokok.

Erdogan menyebut industri propaganda dan manipulasi dengan mencoba berbagai cara untuk memasarkan produk mereka.

Lebih lanjut, ia menegaskan kembali bahwa pemerintahnya telah mengenakan pajak tertinggi pada rokok untuk membantu pengguna berhenti.

BACA JUGA  Harun Yahya Divonis Penjara 1.075 Tahun

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa 31 Mei menjadi Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 1987 untuk menarik perhatian dunia terhadap dampak merusak dari penggunaan tembakau yang meluas.

Tahun ini, hari itu difokuskan untuk melindungi anak-anak dan remaja dari eksploitasi oleh industri tembakau dan nikotin, menurut situs web WHO.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat