... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

285 Ribu Pengungsi Idlib Pulang ke Rumah Masing-Masing

Foto: Haibatullah Akhunzadah

KIBLAT. NET,  Idlib — Sekitar 285.000 lebih pengungsi Suriah dilaporkan kembali ke kampung halaman mereka di provinsi Idlib dan Aleppo di Suriah utara. Kepulangan para pengungsi ini terjadi sejak perjanjian gencatan senjata antara Turki dan Rusia mulai berlaku pada 6 Maret lalu, menurut badan sipil yang berkepentingan dengan pengumpulan data untuk para pengungsi.

Sebanyak satu juta lebih warga sipil dari Idlib terlantar di pengungsian.  Mereka terpaksa meninggalkan rumah menyusul operasi militer rezim Suriah dan sekutunya pada November lalu.

Warga mengungsi ke kamp-kamp di dekat perbatasan Turki, sementara yang lain pergi ke kota-kota yang dikuasai oposisi di Suriah utara.

“285.403 pengungsi dari Idlib dan Aleppo, yang terdiri dari 57.100 keluarga, telah kembali ke rumah mereka, sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, pada tanggal 6 Maret, ” kata Muhammad Hallaj, direktur tim Koordinator Respons Sipil di Suriah Utara kelada Anadolu Agency (AA) , Senin (01/06/2020).

Meski demikian,  Hallaj menambahkan bahwa sebagian besar pengungsi masih tinggal di kamp-kamp di dekat perbatasan Turki. Mereka menolak pulang karena pasukan rezim mengendalikan daerah mereka.

Dia menekankan bahwa mereka yang kembali menghadapi kesulitan, terutama peluru dan bom sisa perang yang tidak meledak serta kehancuran  di daerah tempat tinggal mereka karena pemboman oleh rezim Suriah. Di sisi lain,  mereka juga butuh bantuan untuk memulai hidup normal kembali.

BACA JUGA  Seorang Tentara Suriah "Menghilang" Usai Lamar Putri Assad Via Online

Hallaj menekankan bahwa di tengah kesulitan-kesulitan ini, para pengungsi lebih memilih untuk kembali daripada terus hidup di bawah tenda yang robek di kamp-kamp sesak.

Ia pun meminta organisasi kemanusiaan untuk membantu yang kembali ke daerah mereka, sehingga mereka dapat menetap.

Dia menyarankan bahwa jika gencatan senjata berlanjut, lebih banyak pengungsi akan kembali ke kota dan desa mereka, dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Pada bulan Mei 2017, Turki, Rusia dan Iran (pendukung rezim Suriah) mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mendirikan “zona de-eskalasi” di Idlib, sebagai bagian dari pertemuan Astana tentang urusan-urusan Suriah.

Terlepas dari pemahaman selanjutnya, yang disimpulkan untuk memasang gencatan senjata di Idlib dan yang terbaru pada bulan Januari, pasukan rezim dan pendukung mereka melanjutkan serangan mereka di daerah tersebut.

Serangan-serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.800 warga sipil, dan memaksa 1 942.000 orang mengungsi ke daerah-daerah yang relatif tenang atau dekat dengan perbatasan Turki, sejak Januari 2019.

Pada tanggal 5 Maret, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan gencatan senjata di Idlib, yang mulai berlaku pada hari berikutnya.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jelang Dua Bulan Kasus Qidam: Progresnya Seperti Siput Berjalan

Seperti siput berjalan, tak kunjung sampai.

Ahad, 31/05/2020 16:05 0

Indonesia

Prosedur Pembukaan Rumah Ibadah Saat Pandemi ala Kemenag

Kementerian Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15/2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid di masa pandemi.

Ahad, 31/05/2020 15:26 0

Indonesia

Teror Diskusi “Pemecatan Presiden” di FH UGM: Melanggar Hukum, Menyelisihi Akal Sehat

Reformasi 1998 bukan sekedar perayaan atas lengsernya sebuah rezim bernama orde baru, bukan sekedar hura-hura atas lengsernya sang pemimpin "abadi" bernama Soeharto. Namun ada hal yang lebih subtansial di balik peristiwa tersebut, yang diharapkan bisa membuat kehidupan orang Indonesia menjadi lebih baik.  

Ahad, 31/05/2020 10:49 0

Indonesia

Muhammadiyah Minta Teror ke Penyelenggara Diskusi FH UGM Diusut Tuntas

Sekretaris Umum Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa jajarannya sedang mengumpulkan informasi terkait orang yang mengancam dengan mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten.

Sabtu, 30/05/2020 23:48 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid Kritik Pengangkatan Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengkritik pengangkatan eks kontributor majalah Playboy menjadi dirut TVRI. Menurutnya, Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia (Dewas TVRI) tidak melihat dan mempertimbangkan aturan Perundangan terkait etika kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti tertuang dalam TAP MPR No VI/2001,

Sabtu, 30/05/2020 23:41 0

Indonesia

Muhammadiyah Klaten Bantah Terkait dengan Teror Penyelenggara Diskusi FH UGM

Ketua PD Muhammadiyah Klaten, Abdul Rodhi menegaskan bahwa pihaknya tidak ada kaitan dengan teror ke penyelenggara diskusi politik yang digelar Fakultas Hukum UGM. Ia juga menyesalkan adanya teror tersebut.

Sabtu, 30/05/2020 19:38 0

Indonesia

Terkait New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah

Pada pekan pertama sekolah, Perancis mendapati 70 kasus baru Covid-19 di sekolah-sekolah yang diizinkan dibuka sejak 13 Mei lalu. Kendati telah dilakukan pembatasan, penularan tersebut tidak dapat dihindari. Selain di Perancis, Korea Selatan juga melaporkan kasus serupa dimana murid berusia 6 tahun tertular oleh gurunya pada 24 Mei lalu. Akibat kejadian ini, sekolah tersebut kembali ditutup dan sebanyak 91 murid harus dikarantina.

Sabtu, 30/05/2020 19:24 0

Suara Pembaca

Mengandung Kebijakan Tidak Serius, Melahirkan Jumlah Positif yang Masif

Sejak pertama kali corona virus atau Covid-19 ini teridentifikasi di Indonesia pada sekitar awal bulan Maret 2020, jumlah korban positif hingga kini kian merangkak naik. Berbagai kebijakan yang dikeluakan seperti lockdown, WFH (work from home), maupun PSBB nyatanya tidak membuat angka terdampak positif Covid-19 ini menurun.

Sabtu, 30/05/2020 19:09 0

Info Event

Global Qurban-ACT Bantu Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Jelang Iduladha mendatang, wabah Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap...

Sabtu, 30/05/2020 17:06 0

Info Event

Terdampak Covid 19, ACT Jawab Keluhan Pedagang Kecil Ibukota

Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia adalah program pemberian sedekah modal kerja dan pendampingan untuk pelaku usaha ultra mikro yang terdampak pandemi Covid-19

Sabtu, 30/05/2020 13:52 0

Close