Jelang Dua Bulan Kasus Qidam: Progresnya Seperti Siput Berjalan

KIBLAT.NET, Palu – Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM), Harun Nyak Itam Abu menyayangkan lambannya proses penegakan hukum atas kematian Qidam Alfariski Mowance, warga Tambarana, Poso Pesisir Utara yang diduga menjadi korban salah tembak aparat kepolisian pada 9 April lalu.

“Ini sudah lebih lima puluh hari setelah almarhum meninggal, kita sudah melapor ke Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah, sudah mengadu ke Propam Polda, sudah menyampaikan ke Komnas HAM Sulawesi Tengah, bahkan sudah menyurat ke DPRD Sulawesi Tengah, tapi progresnya seperti siput berjalan, mengecewakan sekali,” kata Harun kepada Kiblat.net pada Ahad (31/05/2020).

Akademisi Universitas Tadulako ini merasa ada kesenjangan perlakukan penegakan hukum pada umat Islam saat ini. Menurutnya, kasus-kasus di mana umat Islam menjadi pelapor selalu lambat ditangani, berbeda bila umat Islam pada posisi sebagai terlapor.

“Kalau torang umat Islam yang dilaporkan cepat sekali hukum bekerja, tidak sampai satu hari, bisa sudah ada tersangkanya. Tapi silakan lihat sendiri, kalau umat Islam yang mengadu, berpuluh-puluh kali gerhana belum ada kabar perkembangannya,” tuturnya.

Harun pun mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Sulawesi Tengah dapat mendengar serta segera memanggil Kapolda Sulteng terkait kasus ini. Pasalnya, menurut Harun, kematian Qidam tidak bisa dianggap sepele, sebab terjadi di daerah yang pernah terjadi konflik komunal.

“Mari kita jaga sama-sama Kabupaten Poso, jangan salah penanganan lagi. Kasus Qidam ini sudah menjadi perhatian semua warga Kabupaten Poso,” tutupnya.

BACA JUGA  Jejak Dakwah Habib untuk Bangsa

Reporter: Salam Abdurrahman
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat