... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mengandung Kebijakan Tidak Serius, Melahirkan Jumlah Positif yang Masif

Foto: Ilustrasi rapid test. (Foto: bisnis.com)

Oleh: Tsaqifa Az-Zahra (Aktivis Mahasiswa)

KIBLAT.NET – Sejak pertama kali corona virus atau Covid-19 ini teridentifikasi di Indonesia pada sekitar awal bulan Maret 2020, jumlah korban positif hingga kini kian merangkak naik. Berbagai kebijakan yang dikeluakan seperti lockdown, WFH (work from home), maupun PSBB nyatanya tidak membuat angka terdampak positif Covid-19 ini menurun.

Adapun pada saat bulan suci Ramadhan menjelang lebaran beberapa waktu yang lalu, jumlah korban positif justru mengalami kenaikan paling tinggi yaitu menyentuh angka 973 infeksi baru pada Kamis (21/05/2020), sehingga jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 20.162 (kompas.com). Rekor terbesar kedua terjadi pada Sabtu (23/05/2020) dengan kenaikan kasus positif sebesar 949 orang, sehingga total menjadi 21.745 (banten.idntimes.com).

Banyak pihak yang memprediksi pelonjakan kasus infeksi menjelang dan pasca lebaran. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai Hari Raya Idul Fitri. Hal itu bisa terjadi sebab, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan selama merayakan Lebaran (republika.co.id).

Tidak hanya itu, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra memperkirakan lonjakan pasien positif Covid-19 pasca hari raya IdulFitri 1441 H satu harinya akan ada 1000 kasus baru. Sehingga diharapkan agar PSBB yang sudah diterapkan ini berjalan secaraefektif, minimal terjadi pelambatan kasus (megapolitan.okezone.com).

BACA JUGA  Kurban, Yuk! Bersama Mualaf dan Kaum Termarjinal

Melihat perkembangan kasus ini semakin memburuk, bahkan hingga hampir menyentuh angka 1000 kasus dalam satu hari, seharusnya menjadi bahan evaluasi yang besar bagi pemerintah. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan nyatanya belum mampu untuk menekan angka terdampak Covid-19 ini. Negara yang seharusnya melayani masyarakat dengan upaya penuh dan keseriusan yang mendalam, justru hanya melahirkan kebijakan-kebijakan yang plin-plan, sehingga menumbuhkan jumlah korban yang terdampak Covid-19.

Oleh karena itu, butuh adanya perombakan kebijakan pemerintah agar lebih memprioritaskan penanganan kesehatan masyarakat, dengan menerima segala jenis konsekuensinya. Apabila hal tersebut tidak dilaksanakan, maka upaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah baik dalam hal mendongkrak perekonomian negara maupun menciptakan kembali kehidupan sosial yang normal, itu hanya akan memperparah kondisi krisis yang ada.

Islam dengan seperangkat aturannya yang sempurna mengatur kehidupan manusia, memiliki solusi dari setiap masalah yang ada. Aturan yang mengatur dari bangun tidur hingga bangun negara. Dalam kasus seperti ini, Islam memiliki aturan baku bahwa negara bertanggungjawab atas seluruh rakyatnya. Sebagaimana hubungan antara ayah dengan anak, maka seorang ayah bertanggungjawab memenuhi kebutuhan anaknya baik dari makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain, semuanya wajib dijamin oleh sang ayah, dengan ketentuan yang sudah ditetapkan Sang Pencipta. Apalagi bagi sebuah negara, yang harus me-ri’ayah (menjaga/melindungi) seluruh rakyatnya, harus menjamin semua kebutuhan dengan kebijakan yang lahir berdasarkan pada wahyu. Menjalankan aturan yang diturunkan Sang Ilahi dengan mekanisme yang selaras pula dengan ilmu dan sains, serta ditujukan semata-mata memberikan kemaslahatan bagi semua rakyatnya.

BACA JUGA  Apapun Alasannya, RUU HIP Harus Dibatalkan

Dengan keseriusan sebagai pelindung bagi rakyatnya, maka negara akan mengeluarkan kebijakan yang serius pula untuk menangani wabah semisal ini dari pra hingga pasca kejadian, dari langkah antisipasi hingga solusi. Tentunya aturan tersebut dapat dijalankan ketika sistem Islam diterapkan baik oleh individu, masyarakat, dan negara secara komprehensif atau kaffah dalam setiap aspek kehidupan. Wallahua’lam bish showwaab.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Jokowi Minta Tatanan Normal Baru Disosialisasikan

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi secara masif mengenai tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Sabtu, 30/05/2020 09:41 0

Editorial

Editorial: Normalkah New Normal?

KIBLAT.NET – Istilah New Normal sesungguhnya adalah istilah yang berasal dari dunia bisnis dan ekonomi....

Sabtu, 30/05/2020 09:14 0

Suriah

Milisi Syiah Suriah Bongkar Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Rekaman video yang diterbitkan oleh halaman pro-rezim di media sosial Selasa menunjukkan kelompok-kelompok itu menggali kuburan di kota Deir Sharqi dekat kota Maarat al-Numan.

Jum'at, 29/05/2020 07:52 0

Indonesia

Pandemi Belum Dapat Diatasi, Muhammadiyah Pertanyakan Rencana New Normal

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai berbagai pernyataan dan pemberitaan Pemerintah terkait new normal akhir-akhir ini malah menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Jum'at, 29/05/2020 07:35 0

News

AS Kejar Pemimpin Divisi Media ISIS, Harga Buron 3 Juta Dolar

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah $ 3 juta kepada siapa saja...

Jum'at, 29/05/2020 06:33 0

Mesir

Pria Mengaku Al-Mahdi Muncul di Mesir

Media Mesir mengatakan bahwa dinas keamanan di Kegubernuran Beheira menangkap seorang pegawai administrasi Dewan Kota Kom Hamada karena mengklaim diri sebagai Al-Mahdi Al-Muntadhor.

Jum'at, 29/05/2020 05:33 0

Feature

Rintihan Anak Terduga Teroris di Momen Lebaran: Kasihan Umi, Tidak Ditemani Ayah

Tapi, bagi kedua anak itu, Lebaran kali ini lebih kelam dibanding sebelum-sebelumnya. Mereka harus menemani ibunya tanpa kehadiran sang ayah.

Kamis, 28/05/2020 22:42 1

Palestina

Masjid di Gaza Hanya Dibuka untuk Shalat Jumat

KIBLAT. NET, Gaza — Kementerian Wakaf dan Urusan Agama di Jalur Gaza pada Rabu (27/05/2020)...

Kamis, 28/05/2020 16:18 0

Afghanistan

Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Lebih Cepat dari Jadwal

KIBLAT. NET,  Washington — Para pejabat Washington mengatakan,  Rabu (27/05/2020), penarikan tentara Amerika Serikat dari...

Kamis, 28/05/2020 07:17 0

Amerika

Kematian Pria Kulit Hitam oleh Polisi AS Picu Kemarahan Publik

KIBLAT.NET, Minneapolis – FBI telah membuka penyelidikan atas kematian seorang pria Afrika-Amerika, setelah sebuah video...

Kamis, 28/05/2020 07:15 0

Close