... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Lebih Cepat dari Jadwal

Foto: Tentara AS di Afghanistan [AFP]

KIBLAT. NET,  Washington — Para pejabat Washington mengatakan,  Rabu (27/05/2020), penarikan tentara Amerika Serikat dari Afghanistan akan jauh lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Di saat yang sama,  Presiden Donald Trump mengulangi seruannya ke Pentagon untuk memulangkan tentara ke rumah mereka.

Perkembangan ini muncul pada saat mencuatnya pertanyaan tentang tahap selanjutnya perang panjang di Afghanistan, dengan berakhirnya gencatan senjata Idul Fitri selama tiga hari yang menyebabkan penurunan signifikan jumlah korban sipil.

Gencatan senjata yang diminta oleh Taliban itu berakhir pada Rabu. Sementara warga Afghanistan harap-harap cemas antara diperpanjangnya gencatan senjata itu atau kembali ke atmosfir perang lagi.

Perlu dicatat,  ini merupakan gencatan senjata bersejarah kedua yang berlaku di Afghanistan sejak perang meletus 19 tahun lalu akibat invasi Amerika Serikat.

Polisi mengatakan tingkat kekerasan menurun bahkan setelah gencatan senjata berakhir. Akan tetapi, pasukan keamanan Afghanistan melancarkan serangan udara di selatan yang menewaskan 18 “militan”.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dengan Taliban pada Februari lalu, Pentagon harus mengurangi pasukannya dari sekitar 12.000 menjadi 8.600 tentara pada pertengahan Juli, sebelum menarik semua pasukan pada Mei 2021. Tetapi seorang pejabat senior Pentagon mengatakan bahwa jumlah tentara yang masih ditempatkan di Afghanistan sudah menurun sekitar 8.500 tentara, karena komandan pasukan berusaha mempercepat penarikan karena kekhawatiran terkait pandemi Covid-19.

BACA JUGA  Difitnah Bekerja Sama dengan Rusia, Begini Jawaban Taliban

“Penarikan dipercepat karena tindakan pencegahan yang terkait dengan Covid-19,” kata pejabat itu kepada AFP seraya mencatat bahwa prioritas pemulangan diberikan kepada siapa pun dengan masalah kesehatan atau dari kelompok usia tertentu.

Pada Selasa lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah pasukan AS di Afghanistan “kini berkurang menjadi tujuh ribu.”

Kemudian, hari berikutnya, dia kembali ke keluhan berulang-ulang bahwa negaranya tidak boleh berperilaku sebagai “pasukan polisi” di Afghanistan.

“Setelah 19 tahun, sekarang saatnya bagi mereka (Afghanistan) untuk menjadi polisi di negara mereka,” tulis Trump di Twitter.

“Mereka membawa tentara kita pulang, tetapi perhatikan dengan cermat apa yang terjadi dan seranglah seperti guntur yang belum pernah terjadi sebelumnya, jika perlu!”

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Idul Fitri dan Pandemi Covid-19

Baru saja bulan Ramadhan 1441 H meninggalkan kita. Setelah sebulan penuh di bulan ini, umat Islam berpuasa dan melakukan berbagai ibadah lainnya dengan semangat dan antusias, meskipun dalam suasana pandemi Covid-19. Kini telah hadir bulan Syawal menghampiri kita sebagai penggantinya. Di bulan ini, umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya. Hari raya ini dan idul Adha 10 Zulhijjah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sebagai hari raya umat Islam yang diharamkan berpuasa padanya.

Kamis, 28/05/2020 07:15 0

Indonesia

Duduk Perkara Warga Bekasi yang Diduga Tertular Corona Usai Shalat Ied

Dewan Kemakmuran Masjid Jami' Al-Muhajirin, Perumnas 1, Bekasi Barat meluruskan informasi tentang satu keluarga positif terinfeksi Covid-19 usai mengikuti shalat Idul Fitri di masjid tersebut.

Rabu, 27/05/2020 17:18 1

Info Event

Ekonominya Terpuruk Akibat Covid-19, ACT Siapkan Program Sahabat UMI

Tak sedikit warga Jakarta yang kini harus mengalami kelumpuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19, seperti terlilit hutang, kehilangan modal, sampai harus gulung tikar

Rabu, 27/05/2020 09:52 0

Artikel

Memahami New Normal ala Pak Jokowi

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi pada Selasa (26/05/2020) meninjau dua lokasi sekaligus yaitu Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat dan Summarecon Mall Bekasi sebagai persiapan penerapan new normal.

Rabu, 27/05/2020 09:37 0

Analisis

Ghazwatul Hindi, Peta Akhir Zaman di Nusantara (Bag. 1)

Untuk memahami siapa kelompok yang beruntung, terbebas dari api neraka karena Ghazwatul Hindi (memerangi al-Hindi), maka tentu harus diketahui dahulu, siapakah Al-Hindi?

Rabu, 27/05/2020 09:19 1

Artikel

BPJS dan Model Pemiskinan Masyarakat

Sekarang pertanyaannya, maukah para pejabat negara, termasuk Menteri Keuangan lebih peduli akan persoalan kemiskinan? Atau malah bersikap abai seperti pendapat Sri Mulyani yang dengan entengnya menyuruh turun kelas dalam keanggotaan BPJS

Rabu, 27/05/2020 09:05 0

Indonesia

Bukan Membuka Mall, Kunjungan Jokowi ke Bekasi untuk Cek Kesiapan New Normal

Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi di Mall Summarecon Bekasi pada Selasa (26/05/2020) siang adalah untuk meninjau kesiapan penerapan new normal. Bukan dalam rangka pembukaan mall sebagaimana yang sebelumnya diberitakan oleh beberapa media online.

Rabu, 27/05/2020 07:52 0

Info Event

Rayakan Idul Fitri dengan Muhasabah Akbar

Untuk menyemarakkan malam kemenangan, ACT menggelar Muhasabah Akbar pada Sabtu (23/05/2020)

Selasa, 26/05/2020 20:45 0

Indonesia

PKS Salurkan Rp 68,9 Miliar untuk Korban Covid-19

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyalurkan bantuan untuk korban dan penanganan Covid-19 di berbagai kawasan Indonesia, bahkan untuk WNI di luar negeri senilai Rp 68,9 Miliar. Angka tersebut dihitung per Selasa (25/05/2020) pukul 09.00 WIB.

Selasa, 26/05/2020 19:25 0

Indonesia

New Normal Tanpa Pengendalian Dinilai Berpotensi Timbulkan Bencana Lebih Besar

Belum saatnya melakukan relaksasi kebijakan PSBB dan mempersilahkan masyarakat beraktifitas kembali secara normal

Selasa, 26/05/2020 18:16 0

Close