... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Memahami New Normal ala Pak Jokowi

Foto: Jokowi saat memantau kesiapan new normal di Summarecon Mall Bekasi, Selasa (26/05/2020). (Foto: Instagram)

Penulis: Azzam Diponegoro

KIBLAT.NET –  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi pada Selasa (26/05/2020) meninjau dua lokasi sekaligus yaitu Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat dan Summarecon Mall Bekasi sebagai persiapan penerapan new normal.

Adanya peninjauan bahkan oleh Presiden langsung menunjukkan bahwa hal tersebut sudah hampir pasti akan diterapkan terutama pada wilayah yang ditinjau.

Belakangan Jokowi memang mulai sering melempar wacana new normal sebagai skenario untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia bahkan telah mengumumkan rencana mengimplementasikan skenario tersebut dengan mempertimbangkan studi epidemologis dan kesiapan regional.

“Presiden mengharapkan new normal ini diimplementasikan dengan beberapa pertimbangan,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto setelah rapat terbatas pada Senin (18/05/2020), dikutip dari Setkab.

Airlangga menjelaskan bahwa daerah dengan jumlah reproduksi virus kurang dari 1, dapat menerapkan new normal.

Selanjutnya, Kemenko Perekonomian akan mengusulkan mekanisme penilaian, baik berdasarkan perhitungan epidemologi dan kapasitas regional dalam penanganan Covid-19 seperti perkembangan penyakit, pengendalian virus, dan kapasitas kesehatan.

“Kemudian juga kesiapan sektor publik tiap-tiap kementerian/lembaga, tingkat disiplin publik, dan respons publik terhadap cara kerja dan cara bersosialisasi dalam new normal,” katanya.

Airlangga juga menyatakan bahwa beberapa daerah di Jawa menerapkan lima level scoring dalam menangani keparahan pandemi, yaitu krisis, parah, subtansial, sedang, dan rendah.

Untuk sektor industri, Airlangga mengklaim telah menerima circular yang sesuai dengan protokol Satgas Covid-19.

BACA JUGA  Agar Makan Kleponmu Menjadi Islami

“Di sektor lain, baik itu pendidikan, restoran, akomodasi, kegiatan ibadah, dan transportasi. Kami akan mempelajari secara menyeluruh dan Presiden akan memutuskan,” tuturnya.

Airlangga menegaskan, setelah studi tentang kapasitas daerah, sektor kesehatan, dan kementerian/lembaga, pemerintah akan mengumumkan kebijakan yang dihasilkan.

Prasyarat New Normal

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam konferensi pers melalui video pada pada Kamis (21/05/2020) membuat Perumusan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Dalam konpers yang dipimpin oleh Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa tersebut, disampaikan bahwa berdasarkan pengalaman keberhasilan negara lain dalam menangani pandemi Covid-19, prasyarat utama yang diperlukan untuk menjamin produktivitas dan keamanan masyarakat adalah:

1. Penggunaan data dan keilmuan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

2. Penyesuaian PSBB dilakukan melalui beberapa tahapan dan zona.

3. Penerapan protokol kesehatan yang ketat melalui disiplin dan pengawasan oleh aparat.

4. Review pelaksanaan penyesuaian PSBB yang dapat menimbulkan efek jera sehingga dimungkinkan adanya pemberlakuan kembali PSBB secara ketat apabila masyarakat tidak disiplin dalam beraktivitas.

Prasyarat ini digunakan untuk menentukan kriteria langkah-langkah kesehatan yang perlu dilakukan dalam menentukan kebijakan penyesuaian pembatasan sosial sebagai new normal.

Suharso juga menyampaikan setidaknya ada tiga indikator dari WHO dalam rangka new normal yang diminta untuk dipatuhi semua negara di dunia. Tiga indikator yang dimaksud adalah:

1. Tidak menambah penularan atau semaksimal mungkin mengurangi penularan.

BACA JUGA  Apakah Shalat Idul Adha Menggugurkan Kewajiban Shalat Jumat?

2. Menggunakan indikator sistem kesehatan yakni seberapa tinggi adaptasi dan kapasitas dari sistem kesehatan bisa merespons untuk pelayanan Covid-19.

3. Surveilans yakni cara menguji seseorang atau sekelompok kerumunan apakah dia berpotensi Covid-19 atau tidak sehingga dilakukan tes masif.

Protokol New Normal dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan Agus Putranto mengatakan dunia usaha dan masyarakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktifitas bekerja.

“Tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya di Jakarta, Sabtu (23/05/2020), dikutip dari website Kemenkes.

Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 telah menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau new normal,” ujarnya.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Panduan pencegahan penularan...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Ghazwatul Hindi, Peta Akhir Zaman di Nusantara (Bag. 1)

Untuk memahami siapa kelompok yang beruntung, terbebas dari api neraka karena Ghazwatul Hindi (memerangi al-Hindi), maka tentu harus diketahui dahulu, siapakah Al-Hindi?

Rabu, 27/05/2020 09:19 1

Indonesia

Bukan Membuka Mall, Kunjungan Jokowi ke Bekasi untuk Cek Kesiapan New Normal

Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi di Mall Summarecon Bekasi pada Selasa (26/05/2020) siang adalah untuk meninjau kesiapan penerapan new normal. Bukan dalam rangka pembukaan mall sebagaimana yang sebelumnya diberitakan oleh beberapa media online.

Rabu, 27/05/2020 07:52 0

India

India Diterjang Wabah Belalang di Tengah Corona

KIBLAT.NET, New Delhi – Kawanan besar belalang gurun menghancurkan tanaman di seluruh India bagian barat...

Rabu, 27/05/2020 06:40 0

Malaysia

Diviralkan Positif Covid-19, Pria yang Tergeletak Itu Ternyata Kena Serangan Jantung

Kepala Kepolisian Distrik Brickfields ACP Zairulnizam Mohd Zainuddin @ Hilmi mengkonfirmasi insiden tersebut, dan mengatakan kejadiannya pada jam 7.55 sore.

Rabu, 27/05/2020 06:18 0

Arab Saudi

Saudi: Jumatan Akan Kembali Digelar, Umrah dan Haji Tunggu Kabar

"Masjid-masjid akan diizinkan untuk dibuka 20 menit sebelum shalat Jumat dan harus ditutup 20 menit setelah selesai," kata televisi pemerintah di Twitter, mengutip kementerian urusan Islam.

Rabu, 27/05/2020 05:30 0

Info Event

Rayakan Idul Fitri dengan Muhasabah Akbar

Untuk menyemarakkan malam kemenangan, ACT menggelar Muhasabah Akbar pada Sabtu (23/05/2020)

Selasa, 26/05/2020 20:45 0

Indonesia

PKS Salurkan Rp 68,9 Miliar untuk Korban Covid-19

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyalurkan bantuan untuk korban dan penanganan Covid-19 di berbagai kawasan Indonesia, bahkan untuk WNI di luar negeri senilai Rp 68,9 Miliar. Angka tersebut dihitung per Selasa (25/05/2020) pukul 09.00 WIB.

Selasa, 26/05/2020 19:25 0

News

Kota Suci Makkah Lockdown, Habib Rizieq Syihab Lebaran di Rumah Saja

Lebaran di rumah saja.

Selasa, 26/05/2020 19:09 0

Indonesia

New Normal Tanpa Pengendalian Dinilai Berpotensi Timbulkan Bencana Lebih Besar

Belum saatnya melakukan relaksasi kebijakan PSBB dan mempersilahkan masyarakat beraktifitas kembali secara normal

Selasa, 26/05/2020 18:16 0

Info Event

Jakarta Care Line Tetap Beroperasi Saat Idulfitri

Di hari raya Idulfitri, layanan antar beras gratis Jakarta Care Line tetap beroperasi

Selasa, 26/05/2020 17:44 0

Close