... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenag Mesir Awasi Aktivitas Para Ustaz dan Dai di Medsos

Foto: Ilustrasi media sosial. (Foto: Mastel)

KIBLAT.NET, Kairo – “Kami memantau pengkhotbah dan imam dengan mengikuti postingan mereka di media sosial untuk menghentikan retorika dan menghukum mereka yang menulis postingan negatif dan berbahaya.”
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa pernyataan itu dikeluarkan oleh otoritas keamanan seperti Kementerian Dalam Negeri di Mesir. Tetapi anehnya, pernyataan itu dikeluarkan kepala sektor keagamaan di Kementerian Wakaf atau Agama, Dr. Jaber Taya.

Taya mengakui, selama percakapan telepon dengan sebuah program di salah satu saluran TV Mesir beberapa hari yang lalu, bahwa sebuah tim IT di Kementerian Wakaf ditugasi untuk memantau dan mengendalikan perilaku para imam secara digital, mengancam akan memecat semua orang yang menyinggung lembaga-lembaga negara.

Dia mengutip pidatonya mengenai insiden pemecatan seorang profesor di Universitas Al-Azhar dari jabatannya sebagai imam sebuah masjid di Kementerian Wakaf, setelah menulis sebuah postingan Facebook yang menyerukan warga untuk melakukan shalat Jumat di rumah. Hal ini dianggap melanggar keputusan kementerian untuk menghentikan shalat Jumat sebagai langkah untuk melawan wabah virus corona.

Meskipun pemerintah Mesir sedang bergerak ke arah pencabutan larangan dan mengembalikan kehidupan menjadi normal setelah Idul Fitri, Kementerian Wakaf masih melakukan pengetatan, menutup masjid, tidak menyiarkan Al-Qur’an melalui pengeras suara pada saat panggilan sholat Maghrib atau Isya, dan hanya mengumandangkan azan.

Sementara penutupan masjid dan kegiatan doa dihentikan, Kementerian Wakaf menargetkan para imam di media sosial. Yang terakhir adalah profesor Universitas Al-Azhar Ali Muhammad Al-Azhari yang mengatakan bahwa kementerian memecatnya karena ia menulis posting di Facebook mengkritik Menteri Wakaf, Mukhtar Jumaa.

BACA JUGA  Pria Mengaku Al-Mahdi Muncul di Mesir

“Menteri Wakaf Mokhtar Jumaa, telah mencabut lisensi berbicara di depan umum saya 😊 Baiklah, terima kasih, dan alasannya adalah kritik saya kepadanya, lalu…” tulis Ali Mohamed Azhari pada  Senin, 11 Mei 2020.

Ahli hukum Wael Sayed mengatakan bahwa “pemantauan situs media sosial untuk karyawan atau pekerja adalah tindakan yang diambil oleh rezim diktator dan menghalangi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Dia menambahkan bahwa hukum Mesir menetapkan dalam Pasal 65 bahwa kebebasan berpikir dan berpendapat dijamin, dan setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya dengan mengatakan, menulis, memotret atau sarana ekspresi dan penerbitan lainnya selama pendapat itu tidak membahayakan.

Pengakuan Kementerian Wakaf tentang penuntutan imam melalui media sosial datang beberapa hari setelah juru bicara kementerian Ahmed al-Qadi dikeluarkan dari jabatannya satu jam setelah ia membuat pernyataan pers ke saluran satelit, dengan mengatakan bahwa “kementerian akan mempertimbangkan untuk membuka masjid untuk imam hanya selama sholat Tarawih di bulan Ramadhan.”

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Pelonggaran PSBB, IDEAS: Langkah Mundur dan Berbahaya

Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menilai pelonggaran Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) merupakan langkah mundur yang berbahaya dalam penanggulangan dan penanganan pandemi Covid-19.

Selasa, 19/05/2020 04:57 0

Indonesia

Soal Kenaikan Iuran BPJS, Komisi IX: Presiden Mempermainkan Hati Rakyat

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan menyebut kebijakan Presiden menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebagai hal yang mempermainkan hati rakyat.

Senin, 18/05/2020 19:19 0

Suara Pembaca

Ramadhan Syahrun Mubarak

Ramadhan merupakan Syahrun Mubarak (bulan yang diberkahi). Dinamakan Syahrun Mubarak dikarenakan Ramadhan memiliki berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan hijriah lainnya.

Senin, 18/05/2020 16:59 0

Indonesia

Jokowi Naikkan Iuran BPJS, GNPF-Ulama: Bentuk Pelanggaran Hukum Sangat Serius

Keputusan Presiden Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No. 64 Tahun 2020 menuai kontra dari berbagai elemen masyarakat.

Ahad, 17/05/2020 19:13 1

Indonesia

HNW: Transportasi Publik Dibuka, Harus Ada Relaksasi Masjid

Relaksasi pembatasan tempat ibadah perlu dilakukan untuk menghadirkan keadilan dan ketenteraman umat

Ahad, 17/05/2020 15:43 0

Konsultasi

Tanya Jawab dan Panduan Sholat Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan sholat Idul Fitri Sendiri? Jawaban: Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah, dan utamanya dilakukan secara berjamaah,

Ahad, 17/05/2020 07:27 0

Indonesia

Polisi Tangkap Tiga Penjual Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu

Surat keterangan sehat tersebut dijual ke penumpang mobil travel.

Ahad, 17/05/2020 06:28 0

Indonesia

Pandemi Corona, IJC-JITU Gelar Madrasah Jurnalistik Ramadhan Daring

Islamic Journalist Class (IJC) bersama Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar Madrasah Jurnalistik Ramadhan pada 12 hingga 15 Mei 2020.

Ahad, 17/05/2020 05:47 0

Info Event

Berzakat dengan Berbagai Kemudahan di Global Zakat-ACT

Global Zakat-ACT menawarkan berbagai kemudahan bagi muzaki untuk menunaikan zakat tanpa perlu keluar rumah melalui program Zakat Care Line

Sabtu, 16/05/2020 17:14 0

Indonesia

Isak Tangis Para Tahanan Iringi Kebebasan Habib Bahar bin Smith

Tidak hanya 3 tahun kurungan penjara, Habib Bahar bin Smith juga dikenai denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan masa tahanan.

Sabtu, 16/05/2020 16:40 0

Close