... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ashraf Ghani dan Lawan Politiknya Sepakat Bagi Kekuasaan

Foto: Abdullah (kiri) dan Ghani (kanan) meneken kesepakatan bagi-bagi kekuasaan (AFP)

KIBLAT. NET,  Kabul — Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan dengan lawannya Abdullah Abdullah pada Ahad (17/05/2020). Perjanjian ini mengakhiri perselisihan selama berbulan-bulan yang menjerumuskan negara ke dalam krisis politik.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa Abdullah memimpin pembicaraan damai dengan gerilyawan Taliban.

Presiden Ghani menyebut “hari bersejarah” bagi negaranya, dan menegaskan bahwa perjanjian itu dicapai tanpa mediasi internasional.

Berbicara kepada Abdullah selama upacara penandatanganan, dia berkata, “Dalam beberapa hari mendatang, saya berharap bahwa dengan persatuan dan kerja sama kita akan mencapai gencatan senjata (dengan Taliban) dan kemudian perdamaian abadi.”

Sementara itu, Abdullah menunjukkan bahwa perjanjian tersebut memberikan pembentukan “administrasi yang lebih komprehensif, lebih dapat diandalkan dan lebih efisien”.

Dia menambahkan di akun Twitter-nya bahwa perjanjian itu datang pada waktu yang sulit, karena kita harus menghadapi ancaman serius.

Afghanistan menghadapi serangkaian krisis, termasuk wabah Corona dan meningkatnya kekerasan yang menewaskan puluhan orang pekan lalu.

Juru bicara Presiden Ghani,  Siddiq Siddiqu,  menulis di Twetter,  “Dr. Abdullah akan memimpin Komite Tertinggi untuk Rekonsiliasi Nasional dan anggota timnya akan bergabung dengan pemerintah.”

Pada gilirannya, Friedon Khawzan, juru bicara Abdullah, mengatakan bahwa perjanjian tersebut menjamin orang-orang Abdullah menduduki 50 persen posisi di pemerintahan dan gubernur di negara bagian.

“Misinya adalah untuk memastikan jalan menuju perdamaian, meningkatkan pemerintahan, melindungi hak-hak dan menghormati hukum dan nilai-nilai,” tambahnya.

BACA JUGA  AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

Khawzan menyatakan bahwa tokoh-tokoh politik dan nasional yang dihormati secara luas akan mengawasi pelaksanaan perjanjian.

Gambar-gambar yang dirilis oleh Istana Kepresidenan menunjukkan Abdullah dan Ghani duduk berdampingan pada upacara penandatanganan di hadapan tokoh-tokoh terkemuka Afghanistan, termasuk mantan Presiden Hamid Karzai.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyambut baik perjanjian pembagian kekuasaan.

“Saya menyambut keputusan yang diambil oleh dua pemimpin politik di Afghanistan untuk menyelesaikan perbedaan mereka dan bekerja sama untuk membentuk pemerintah yang inklusif,” kata Stoltenberg.

Pada gilirannya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Ahad menyambut perjanjian pembagian kekuasaan. Ucapan itu disampaikan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortigas.

Abdullah adalah “kepala eksekutif” di bawah perjanjian pembagian kekuasaan sebelumnya, tetapi kehilangan “pekerjaannya”setelah ia kalah dari Ghani dalam pemilihan presiden tahun lalu.  Namun Abdullah mendeklarasikan diri menang pemilu bahkan sudah melantik diri sendiri.

 Tekanan Amerika Serikan

Abdullah, dokter spesialis mata, menyatakan dirinya pemenang pemilu presiden dan mengadakan upacara pelantikan pada 9 Maret, sementara Ghani dipasang kembali sebagai presiden pada hari yang sama.

Para ahli mencatat bahwa perjanjian lada Ahad dapat berkontribusi untuk mengeluarkan Afghanistan dari krisis politiknya.

Di bawah perjanjian itu, Abdullah akan memimpin pembicaraan damai di masa depan dengan Taliban, yang telah menandatangani perjanjian bersejarah dengan Washington yang membuka jalan bagi penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

BACA JUGA  Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Lebih Cepat dari Jadwal

“Kedua pemimpin ini sekarang diharapkan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Afghanistan, seperti virus Corona yang baru muncul dan pembicaraan damai dengan Taliban,” kata analis Syed Nasir Mousavi kepada AFP.

Dia menunjukkan bahwa “tekanan luar biasa” yang dilakukan Amerika Serikat terhadap mereka mendorong mereka untuk menyimpulkan perjanjian.

“Tapi situasinya sulit … perbedaan akan tetap sampai mereka mencapai kesepakatan dengan Taliban.”

Analis Andrew Watkins dari International Crisis Group mencatat bahwa perjanjian tersebut tidak diharapkan untuk segera menyelesaikan perselisihan yang mendasari distribusi kekuasaan.

“Tapi itu adalah langkah penting untuk mencegah kemungkinan retak di masyarakat,” katanya kepada France Press.

Abdullah dan Ghani bersaing dalam pemilihan presiden 2014, yang masing-masing mengumumkan kemenangan.

Dalam upaya untuk mencegah konflik, maka Menteri Luar Negeri AS John Kerry menjadi penengah di antara mereka untuk mencapai kesepakatan di mana Abdullah ditunjuk sebagai kepala cabang eksekutif.

Setelah pertikaian serupa di bulan Maret, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecam kegagalan mereka untuk mencapai kesepakatan, mengumumkan pengurangan $ 1 miliar bantuan ke Afghanistan.

Pada saat produk domestik bruto negara itu hanya $ 20 miliar, pemangkasan merupakan pukulan terhadap ekonomi yang bergantung pada hibah.

 

Sumber: AFP

Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Naikkan Iuran BPJS, GNPF-Ulama: Bentuk Pelanggaran Hukum Sangat Serius

Keputusan Presiden Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No. 64 Tahun 2020 menuai kontra dari berbagai elemen masyarakat.

Ahad, 17/05/2020 19:13 1

Indonesia

HNW: Transportasi Publik Dibuka, Harus Ada Relaksasi Masjid

Relaksasi pembatasan tempat ibadah perlu dilakukan untuk menghadirkan keadilan dan ketenteraman umat

Ahad, 17/05/2020 15:43 0

Konsultasi

Tanya Jawab dan Panduan Sholat Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan sholat Idul Fitri Sendiri? Jawaban: Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah, dan utamanya dilakukan secara berjamaah,

Ahad, 17/05/2020 07:27 0

Indonesia

Polisi Tangkap Tiga Penjual Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu

Surat keterangan sehat tersebut dijual ke penumpang mobil travel.

Ahad, 17/05/2020 06:28 0

Indonesia

Pandemi Corona, IJC-JITU Gelar Madrasah Jurnalistik Ramadhan Daring

Islamic Journalist Class (IJC) bersama Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar Madrasah Jurnalistik Ramadhan pada 12 hingga 15 Mei 2020.

Ahad, 17/05/2020 05:47 0

Info Event

Berzakat dengan Berbagai Kemudahan di Global Zakat-ACT

Global Zakat-ACT menawarkan berbagai kemudahan bagi muzaki untuk menunaikan zakat tanpa perlu keluar rumah melalui program Zakat Care Line

Sabtu, 16/05/2020 17:14 0

Indonesia

Isak Tangis Para Tahanan Iringi Kebebasan Habib Bahar bin Smith

Tidak hanya 3 tahun kurungan penjara, Habib Bahar bin Smith juga dikenai denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan masa tahanan.

Sabtu, 16/05/2020 16:40 0

Indonesia

PKS: RUU Cipta Kerja Jauh Panggang dari Api

Anggota Baleg DPR-RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mengungkapkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja memiliki ambiguitas jika dikorelasikan antara judul dan substansi. Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pencermatan oleh internal fraksi PKS di DPR, sebagian besar pasal-pasal yang termaktub dalam Omnibus Law secara substansi cenderung mencerminkan kemudahan berusaha bagi pemodal, bukan pada penciptaan lapangan kerja sebagaimana termaktub dalam judul RUU tersebut.

Sabtu, 16/05/2020 15:44 0

Suara Pembaca

Mengambil Spirit dari Pamungkas Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi

Bulan suci Ramadhan memiliki "senjata pamungkas" yaitu di sepuluh hari terakhirnya. Sepuluh malam terakhir itu terhitung sejak malam ke-21 hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. Baik bulannya naqis (kurang) yaitu 29 hari ataupun tammam (sempurna) yaitu 30 hari. Jika bulannya bulan naqis maka sembilan hari saja.

Sabtu, 16/05/2020 15:21 0

Indonesia

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Majelis Hakim Usulkan Mediasi

Persidangan ke-3, yang berlangsung Rabu (13/05/2020) di PN Tangerang, Banten, terkait dengan gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur, kembali digelar. Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima orang investor terkait dengan investasi Condotel Moya Vidi yang ada di Yogyakarta dan hotel Siti di Tangerang.

Sabtu, 16/05/2020 14:17 0

Close