... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jokowi Naikkan Iuran BPJS, GNPF-Ulama: Bentuk Pelanggaran Hukum Sangat Serius

Foto: Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak

KIBLAT.NET, Jakarta – Keputusan Presiden Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres No. 64 Tahun 2020 menuai kontra dari berbagai elemen masyarakat.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) menyatakan bahwa keputusan tersebut menunjukkan Presiden tidak memiliki empati sama sekali atas beban penderitaan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Ahad (17/05/2020), GNPF-Ulama juga menilai keputusan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum yang sangat serius. Karena Perpres No 75 Tahun 2019 terkait kenaikan iuran BPJS telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).

“Memprotes keras dan menolak dinaikkannya kembali iuran BPJS,” bunyi pernyataan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum GNPF-Ulama, Yusuf Muhammad Martak.

GNPF-Ulama pun mendesak Presiden segera mencabut keputusannya. Kenaikan iuran BPJS di tengah merosotnya daya beli, bahkan hilangnya penghasilan karena pandemi Covid-19, dinilai berpotensi menyengsarakan rakyat.

Kenaikan iuran BPJS di tengah situasi sulit, menurut GNPF-Ulama, telah bertolak belakang dengan kewajiban negara untuk melindungi segenap warga negara sebagaimana yang diamanatkan pembukaan UUD 1945.

Selain itu, GNPF-Ulama menegaskan pelanggaran Presiden terhadap konstitusi bisa berujung pada pemakzulan.

“Keputusan Presiden Jokowi menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebagai bentuk pembangkangan hukum terhadap putusan MA, karena tidak didasarkan pada pertimbangan yang memadai dari segi yuridis, sosiologis, dan filosofis,” lanjut pernyataan tersebut.

Lalu, seperti biasa dalam setiap pernyataannya GNPF-Ulama selalu menghimbau umat Islam Indonesia untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Dan tak lupa mengajak seluruh elemen bangsa merapatkan barisan untuk melakukan perlawanan terhadap berbagai peraturan dan perundangan yang dinilai zalim dan menyengsarakan rakyat.

BACA JUGA  Betulkah Vaksin Senjata Barat Habisi Kaum Muslimin?

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Jokowi Naikkan Iuran BPJS, GNPF-Ulama: Bentuk Pelanggaran Hukum Sangat Serius”

  1. Taufik

    Gawat…..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Konsultasi

Tanya Jawab dan Panduan Sholat Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan sholat Idul Fitri Sendiri? Jawaban: Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah, dan utamanya dilakukan secara berjamaah,

Ahad, 17/05/2020 07:27 0

Suriah

Rezim Suriah dan HTS Saling Menukar Tawanan di Aleppo

Rezim membebaskan tiga anggota HTS dan seorang pejuang Ahrar Syam.

Ahad, 17/05/2020 06:40 0

Asia

Diharapkan Atasi Epidemi, Kain Anti-Virus Bangladesh Diproduksi Massal Usai Idul Fitri

"Corona Block Fabric" dikembangkan oleh Zaber & Zubair Fabrics Ltd. (Z&Z) setelah penelitian lebih dari dua bulan

Ahad, 17/05/2020 05:42 0

Info Event

Berzakat dengan Berbagai Kemudahan di Global Zakat-ACT

Global Zakat-ACT menawarkan berbagai kemudahan bagi muzaki untuk menunaikan zakat tanpa perlu keluar rumah melalui program Zakat Care Line

Sabtu, 16/05/2020 17:14 0

Suara Pembaca

Mengambil Spirit dari Pamungkas Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi

Bulan suci Ramadhan memiliki "senjata pamungkas" yaitu di sepuluh hari terakhirnya. Sepuluh malam terakhir itu terhitung sejak malam ke-21 hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. Baik bulannya naqis (kurang) yaitu 29 hari ataupun tammam (sempurna) yaitu 30 hari. Jika bulannya bulan naqis maka sembilan hari saja.

Sabtu, 16/05/2020 15:21 0

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Info Event

Perkuat Ekonomi Masyarakat Bersama Global Zakat – ACT

Melalui Global Zakat - ACT, zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras bagi mereka yang membutuhkan di tengah pandemi

Jum'at, 15/05/2020 20:14 0

Malaysia

Malaysia Kembali Izinkan Shalat Jamaah di Masjid

KIBLAT. NET, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia mengumumkan mencabut larangan shalat berjamaah di masjid-masjid mulai...

Jum'at, 15/05/2020 07:31 0

Close