... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HNW: Transportasi Publik Dibuka, Harus Ada Relaksasi Masjid

Foto: Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid.

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid mengkritisi sikap Kementerian Agama yang ambigu untuk laksanakan keputusan Raker Kemenag dengan Komisi VIII DPRRI soal relaksasi Masjid/tempat Ibadah.

Ia mengingatkan bahwa dalam Rapat Kerja itu, Kemenag sudah menyepakati untuk mempertimbangkan kebijakan relaksasi pembatasan ibadah di tempat ibadah, khususnya di daerah yang tidak termasuk zona merah. Sementara kalau yang berada di zona merah, disepakati juga untuk tetap ketat dan sepenuhnya mengikuti aturan penanganan covid-19.

“Kalau Pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan relaksasi terkait PSBB, bahkan ketentuan transportasi dan mudik, wajar bila umat Islam diberikan relaksasi. Bisa sholat, menghidupkan syiar di masjid dengan kumandangkan adzan, tadarrus, termasuk untuk sholat Idul Fithri. Khususnya untuk umat yang berada di kawasan zona hijau. Sekalipun tetap melaksanakan ketentuan dasar penanganan covid-19,” kata pria yang kerap disapa HNW melalui siaran persnya pada Ahad (16/05/2020).

Hidayat menjelaskan bahwa relaksasi pembatasan tempat ibadah tetap akan menaati aturan penanganan Covid-19. Misalnya jumlah jama’ah yang tidak membludak, tetap ada physical distancing dan sebagainya.

Ia mengutip fatwa MUI yang dikeluarkan berkaitan dengan panduan ibadah pada saat Covid-19, yang menyebutkan bahwa Umat Islam tidak boleh menyelenggarakan ibadah yang mengumpulkan orang banyak jika kondisi penyebaran Covid-19 di kawasan tersebut tidak terkendali. Namun, MUI bahkan mewajibkan sholat Jumat di kawasan yang kondisi penyebaran Covid-19nya terkendali.

BACA JUGA  Bantu Cegah Corona, DMII-ACT Edukasi Masyarakat Lewat Mobile Covid-19 Education

“Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan kegiatan ibadah menurut fatwa MUI di tempat ibadah sangat bergantung pada kondisi suatu kawasan. Hidayat juga prihatin bahwa Fatwa MUI tidak dipahami dengan baik dan utuh, sehingga di banyak tempat yang bukan zona merah sekalipun, masjid ditutup, bahkan ada yang digembok,” tuturnya.

“Jemaah juga mutlak dilarang sholat Jumat, sholat Tarawih. Sehingga menghadirkan kehebohan dan ketidak harmonisan ditingkat akar rumput umat,” sambungnya.

Menurut Hidayat, mempertimbangkan untuk relaksasi pembatasan tempat ibadah perlu dilakukan untuk menghadirkan keadilan dan ketenteraman umat. Sekaligus menghilangkan stigma seolah-olah Covid-19 ini adalah konspirasi kepada umat Islam khususnya.

“Karena membiarkan hal tersebut justru akan meresahkan dan menimbulkan stres yang bisa menggerus imunitas, sehingga justru membuat Umat rentan terkena Covid-19,” ulasnya.

Dan sebagaimana yang disepakati dalam Raker Komisi VIII, kata dia, relaksasi pembatasan tempat ibadah di zona hijau tersebut bila diterapkan tidak hanya berlaku bagi rumah ibadah umat Islam. Tapi juga berlaku bagi rumah ibadah agama lainnya, sehingga ada keadilan dan ketenangan antar sesama umat beragama.

Reporter: Taufiq Ishaq

Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Konsultasi

Tanya Jawab dan Panduan Sholat Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan sholat Idul Fitri Sendiri? Jawaban: Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah, dan utamanya dilakukan secara berjamaah,

Ahad, 17/05/2020 07:27 0

Suriah

Rezim Suriah dan HTS Saling Menukar Tawanan di Aleppo

Rezim membebaskan tiga anggota HTS dan seorang pejuang Ahrar Syam.

Ahad, 17/05/2020 06:40 0

Asia

Diharapkan Atasi Epidemi, Kain Anti-Virus Bangladesh Diproduksi Massal Usai Idul Fitri

"Corona Block Fabric" dikembangkan oleh Zaber & Zubair Fabrics Ltd. (Z&Z) setelah penelitian lebih dari dua bulan

Ahad, 17/05/2020 05:42 0

Info Event

Berzakat dengan Berbagai Kemudahan di Global Zakat-ACT

Global Zakat-ACT menawarkan berbagai kemudahan bagi muzaki untuk menunaikan zakat tanpa perlu keluar rumah melalui program Zakat Care Line

Sabtu, 16/05/2020 17:14 0

Suara Pembaca

Mengambil Spirit dari Pamungkas Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi

Bulan suci Ramadhan memiliki "senjata pamungkas" yaitu di sepuluh hari terakhirnya. Sepuluh malam terakhir itu terhitung sejak malam ke-21 hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. Baik bulannya naqis (kurang) yaitu 29 hari ataupun tammam (sempurna) yaitu 30 hari. Jika bulannya bulan naqis maka sembilan hari saja.

Sabtu, 16/05/2020 15:21 0

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Info Event

Perkuat Ekonomi Masyarakat Bersama Global Zakat – ACT

Melalui Global Zakat - ACT, zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras bagi mereka yang membutuhkan di tengah pandemi

Jum'at, 15/05/2020 20:14 0

Malaysia

Malaysia Kembali Izinkan Shalat Jamaah di Masjid

KIBLAT. NET, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia mengumumkan mencabut larangan shalat berjamaah di masjid-masjid mulai...

Jum'at, 15/05/2020 07:31 0

Close