... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Majelis Hakim Usulkan Mediasi

Foto: Pimpinan PPPA Daarul Qur'an, Yusuf Mansur.

Oleh: HM Joesoef (Wartawan Senior)

KIBLAT.NET – Persidangan ke-3, yang berlangsung Rabu (13/05/2020) di PN Tangerang, Banten, terkait dengan gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur, kembali digelar. Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima orang investor terkait dengan investasi Condotel Moya Vidi yang ada di Yogyakarta dan hotel Siti di Tangerang.

Dalam persidangan yang ke-3 tersebut, majelis hakim memberikan saran pada kedua belah pihak, penggugat dan tergugat, untuk melakukan mediasi yang akan dilangsungkan pada 3 Juni mendatang. Ini memang prosedur dalam pelaksanaan gugatan perdata. Jika dalam mediasi tidak berhasil menemukan titik temu atau kompromi, maka persidangan perdata akan berlanjut, sampai hakim memutuskan perkaranya.

Gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur terkait dengan investasi Condotel Moya Vidi dan Patungan Usaha dengan proyek berupa hotel Siti. Yusuf Mansur, melalui video yang diunggah di IG-nya Rabu (03/03/2020), mengancam-ancam pihak-pihak yang “mencemarkan” nama baiknya. Ia pun akan melaporkan semua pihak tersebut pada polisi.

Dalam video yang beredar itu, Yusuf Mansur mengelak bahwa ia terlibat dalam proses penjualan Condotel Moya Vidi, 2014. Sedangkan hotel Siti, ia mengakui karena investasinya dipulung dari hasil Patungan Usaha dan Patungan Aset pada tahun 2012-2013.

Tentang Condotel Moya Vidi, kisahnya bermula dari Hj Suryati, seorang pengusaha katering dan pemilik gedung pertemuan di Jalan Jogya – Magelang, Jogyakarta, dengan nama Graha Sarina Vidi, berencana mengembangkan usahanya. Untuk keperluan tersebut, Suryati menggandeng Harjanto Suwondo yang dikenal sebagai konsultan properti. Dua orang ini sepakat membangun condomonium yang diberi nama Condotel Moya Vidi yang akan dikelola oleh PT Graha Suryamas Vinandito. Lokasinya berada di belakang Graha Sarina Vidi.

BACA JUGA  Belajar Mencintai Anak Yatim dari Punk Tebet

Karena butuh modal, Suryati dan Harjanto sepakat menggandeng Yusuf Mansur yang diyakini bisa menggerakkan jaringannya untuk berinvestasi. Yusuf Mansur lalu menggerakkan orang-orang yang bergabung di Veritra Sentosa Internasional (VSI), cikal bakal Paytren, untuk membeli saham di Condotel Moya Vidi. Untuk, menampung dana yang masuk, diserahkan ke CV Bintang Promosindo (BP) yang direktur utamanya bernama Arjun yang tidak lain adalah teman dekat Yusuf Mansur yang tinggal di Solo.

Sejak 22 Februari 2014, Condotel Moya Vidi mulai menjual sahamnya ke masyarakat. Ketika di bulan Maret 2014 Yusuf Mansur bersama rombongan melakukan safari ke Hong Kong, yang dijual adalah hotel Siti, Condotel Moya Vidi, Nabung Tanah, serta Veritra Sentosa Internasional. Spanduk dan brosur tentang prospek Condote; Moya Vidi beserta foto Yusuf Mansur terpampang secara jelas.

Ternyata, kerjasama antara Suryati, Harjanto, dan Yusuf Mansur tidak sampai setahun. Sebelum tahun 2015, kongsi itu bubar. Sementara dana yang telah masuk ke BP sebesar Rp 1, 558 milyar dari sekitar 600-an investor. Lalu Yusuf Mansur secara sepihak mengalihkan investasi Condotel Moya Vidi ke hotel Siti yang ada di Tangerang. Hotel Siti sendiri sebelumnya dibangun dari dana masyarakat yang dikumpulkan lewat Patungan Usaha dan Patungan Aset yang pada Juli 2013 dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan karena telah melanggar regulasi. Lalu Yusuf Mansur mendirikan Koperasi Indonesia Berjamaah (KIB) untuk menampung dana masyarakat tersebut.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Saksi Ungkap Fakta Menarik

Pengalihan dana dari Condotel Moya Vidi ke hotel Siti dilakukan secara sepihak. Karena akadnya adalah Condotel Moya Vidi, maka, ketika akan dipindahkan ke hotel Siti, para investor mestinya diberitahu dan diberi pilihan. Ambil uangnya atau setuju dananya ditempakan ke hotel Siti. Hal yang fundamental tersebut tidak dilakukan oleh Yusuf Mansur.

Di awal investasi, Yusuf Mansur selalu berjanji bahwa akan ada bagi hasil untuk setiap investasi yang dihimpun lewat dia, apakah itu Patungan Usaha, Patungan Aset, Condotel Moya Vidi, Nabung Tanah, dan sebagainya. Ternyata, setelah setahun nasib investasi para pemegang saham tidak pernah jelas. Tidak ada laporan keuangan, tidak ada bagi hasil, dan web yang disediakan untuk itu sudah tidak bisa diakses. Kemana para investor mengadu?

Bagaimana kelanjutannya? Kita ikuti persidangan-persidangan berikutnya. Wallahu A’lam.

NB: Tulisan ini telah tayang sebelumnya di thayyibah.com pada Kamis (14/05/2020) dengan judul “Sidang Perdata Terhadap Yusuf Mansur”.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Info Event

Perkuat Ekonomi Masyarakat Bersama Global Zakat – ACT

Melalui Global Zakat - ACT, zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras bagi mereka yang membutuhkan di tengah pandemi

Jum'at, 15/05/2020 20:14 0

Malaysia

Malaysia Kembali Izinkan Shalat Jamaah di Masjid

KIBLAT. NET, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia mengumumkan mencabut larangan shalat berjamaah di masjid-masjid mulai...

Jum'at, 15/05/2020 07:31 0

Eropa

Kampanye Anti-Islam di Italia Meningkat Usai Pembebasan Romano

Ungkapan terbaru dari wakil Partai Liga sayap kanan Italia Alessandro Pagano yang menyebut Romano "teroris baru".

Jum'at, 15/05/2020 05:25 0

Opini

Kasus Qidam Jangan Biarkan Padam

Kasus tewasnya Qidam Alfariski sudah berlalu satu bulan lebih. Berita soal peristiwa tersebut pun sudah mulai menurun intensitasnya.

Kamis, 14/05/2020 22:02 0

Info Event

ACT Distribusi Paket Pangan Ramadan untuk Pengungsi Somalia

ACT membagikan ratusan paket pangan untuk keluarga di pengungsian di Kota Mogadishu

Kamis, 14/05/2020 21:09 0

Suara Pembaca

Ramadhan dan Pandemi Covid-19

Suasana bulan Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya sebagaimana dirasakan oleh umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ramadhan kali ini umat Islam berpuasa, melakukan shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an dan i'tikaf dalam suasana pandemi Corona Virus Desease 2019 (covid-19).

Kamis, 14/05/2020 19:48 0

Close