... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Resep Penyakit Hati Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Foto: Penyakit Hati

KIBLAT.NET – Semua kita tentunya pernah merasakan sakit hati. Baik itu berupa marah, dendam dan penyakit hati lainnya. Ibnul Qayyim menjelaskan pembagan penyakit hati dan cara mengobatinya.

Pertama, penyakit yang tidak dirasakan sama sekali oleh pemilik hati itu, misalnya penyakit jahl (bodoh), syubhat dan syukuk (ragu).

Sebenarnya penyakit inilah yang menjadikan si sakit lebih menderita. Tetapi karena kerusakan hati,ia tidak merasakan penderitaan juga karena kebodohan dan hawa nafsu membuatnya tidak mampu merasakannya. Bagaimana tidak, sedangkan penderitaan itu benar-benar ada, hanya saja ia terhalang darinya, karena disibukkan dengan kebalikannya. Di antara dua macam penyakit hati, penyakit inilah yang lebih berbahaya dan sulit disembuhkan. Yang biasa mengobati adalah para Rasul dan pengikut mereka. Merekalah dokter penyakit ini.

Kedua, penyakit yang bisa langsung dirasakan, seperti kecemasan, kesedihan, kesusahan dan kemarahan. Penyakit ini bisa hilang dengan obat-obat thabi’iyah (biasa), misalnya dengan menghilangkan faktor penyebabnya atau dengan menggunakan kebalikan dari faktor penyebab tersebut dan apa saja yang keberadaanya bisa menghilangkan.

Hati memang bisa sakit dan menderita disebabkan oleh penyakit dan penderitaan yang menimpa badan, sebagaimana badan seringkali merasa sakit dan menderita karena penyakit dan penderitaan yang menimpa hati.

Jadi, penyakit-penyakit hati yang bisa hilang dengan obat-obat thabi’iyah adalah sejenis penyakit badan. Penyakit ini semata, mungkin  tidak mengakibatkan seseorang menderita dan disiksa setelah mati.

Adapun penyakit-penyakit hati yang tidak hilang kecuali dengan obat-obat imaniyah nabawiyah, itulah yang menyebabkan seseorang ditimpa kesengsaraan dan siksa yang kekal, jika ia tidak memperoleh obat-obat yang membasminya. Bila memakai obat-obatan tersebut, ia akan memperoleh kesembuhan.

Karena itu orang Arab bisa mengatakan , “شفى غيظه” (Telah sembuh kemarahannya). Apabila seseorang dikalahkan oleh musuh, ia merasa menderita tetapi ketika telah berhasil melakukan pembalasan, hatinya menjadi sembuh.

Allah Ta’ala berfirman :

BACA JUGA  Jejak 'Dakwah Bahasa' Para Ulama

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ, وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya,Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah : 14-15)

Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan kaum mukmin untuk memerangi musuh mereka. Allah memberitahu mereka bahwa hal itu mengandung enam faedah.

Jadi, kemarahan itu menyakitkan hati, sedangkan pengobatannya adalah dengan membuangnya. Jika seseorang yang marah mengobati kemarahannya dengan kebenaran, niscaya ia memperoleh kesembuhan. Tetapi jika ia mengobati kemarahan itu dengan kezaliman dan kebatilan, niscaya akan bertambah sakit, meskipun ia mengira akan sembuh.

Sebagaimana orang yang terkena penyakit asmara, mengobatinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan dosa dengan orang yang dicintainya, maka hal itu akan memperparah penyakitnya, bahkan akan menimbulkan penyakit lain pada dirinya yang lebih sulit daripada penyakit asmara, sebagaimana yang akan dijelaskan, insya Allah..

Demikian halnya kesedihan dan kesusahan. Keduanya merupakan penyakit hati. Ia bisa disembuhkan dengan kebalikannya, yaitu keceriaan. Bila keceriaan itu diwujudkan dengan sarana kebenaran, maka hati tersebut akan sembuh dan sehat. Tetapi bila dilakukan dengan menggunakan kebatilan, maka penyakit tersebut hanya tertutup, tetapi tidak hilang bahkan mengakibatkan timbulnya penyakit-penyakit lain yang lebih sulit dan berbahaya.

Demikian halnya al-jahl (kebodohan). Ia merupakan penyakit yang menjadikan hati menderita. Ada manusia yang mengobatinya dengan ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat. Dengan ilmu-ilmu itu ia merasa telah sembuh dari penyakit, padahal ilmu-ilmu itu pada hakikatnya justru menambah penyakitnya.

Hanya saja, ia disibukkan oleh ilmu-ilmu tersebut, sehingga tidak bisa merasakan penderitaan yang tersembunyi di dalam dirinya dikarenakan ketidaktahuannya tentang ilmu-ilmu yang bermanfaat yang merupakan syarat bagi kesembuhannya.

BACA JUGA  Disokong Rusia, Rezim Assad Akan Buat Hagia Sophia Tandingan

Nabi pernah bersabda mengenai orang-orang bodoh yang berfatwa, sehingga orang yang bertanya mati akibat fatwa mereka

Artinya, “Mereka telah membunuhnya, Allah pasti mecelakakan mereka. Mengapakah mereka tidak bertanya jika tidak mengetahui? Karena, obat kebodohan adalah bertanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ad-Darami, Ahmad dan lainnya)

Dalam hadits di atas, beliau menyebut kebodohan sebagai penyakit yang bisa disembuhkan dengan bertanya pada orang yang berilmu.

Demikian halnya orang yang ragu-ragu dan bimbang mengenai sesuatu. Hatinya merasakan penderitaan, sampai ia memperoleh ilmu dan keyakinan. Karena penderitaan ini menimbulkan panas padanya, maka orang yang berhasil memperoleh keyakinan dinyatakan dengan “ثلج قلبه” atau “حصل له برد اليقين”.

Ia juga merasakan kesempitan disebabkan oleh kebodohan dan kesesatannya dari jalan yang lurus, sebaliknya merasakan kelapangan dengan petunjuk dan ilmu. Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلائِفَ الأرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya, “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-A’raf : 165)

Yang perlu ditekankan adalah bahwa di antara penyakit hati tersebut, ada yang bisa hilang dengan obat thabi’iyah dan ada pula yang tidak bisa hilang kecuali dengan obat-obat syar’i imaniyah. Hati bisa hidup, mati, sakit dan sembuh. Itu semua lebih penting daripada hidup, mati sakit dan sembuhnya badan. Hanya Allah yang bisa melimpahkan taufiq.

Redaktur : Dhani El_Ashim

Diinisiasi dari kitab Ighatsatul Lahfan min Mashadisy Syaithan, karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Resep Penyakit Hati Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah”

  1. Penyakit hati? Aduh, penyakit hati kadangkala juga sulit menyembuhkannya. Orang yang dihinggapi penyakit hati, sukanya menyakiti hati orang lain. Semua perilaku dan perbuatan orang lain selalu dicela dan diceritakan kepada orang lain. Tak ada perilaku yang tidak menyakiti hati orang lain. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari penyakit hati.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Isak Tangis Para Tahanan Iringi Kebebasan Habib Bahar bin Smith

Tidak hanya 3 tahun kurungan penjara, Habib Bahar bin Smith juga dikenai denda sebesar Rp50 juta subsider 1 bulan masa tahanan.

Sabtu, 16/05/2020 16:40 0

Indonesia

PKS: RUU Cipta Kerja Jauh Panggang dari Api

Anggota Baleg DPR-RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mengungkapkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja memiliki ambiguitas jika dikorelasikan antara judul dan substansi. Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pencermatan oleh internal fraksi PKS di DPR, sebagian besar pasal-pasal yang termaktub dalam Omnibus Law secara substansi cenderung mencerminkan kemudahan berusaha bagi pemodal, bukan pada penciptaan lapangan kerja sebagaimana termaktub dalam judul RUU tersebut.

Sabtu, 16/05/2020 15:44 0

Suara Pembaca

Mengambil Spirit dari Pamungkas Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi

Bulan suci Ramadhan memiliki "senjata pamungkas" yaitu di sepuluh hari terakhirnya. Sepuluh malam terakhir itu terhitung sejak malam ke-21 hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. Baik bulannya naqis (kurang) yaitu 29 hari ataupun tammam (sempurna) yaitu 30 hari. Jika bulannya bulan naqis maka sembilan hari saja.

Sabtu, 16/05/2020 15:21 0

Indonesia

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Majelis Hakim Usulkan Mediasi

Persidangan ke-3, yang berlangsung Rabu (13/05/2020) di PN Tangerang, Banten, terkait dengan gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur, kembali digelar. Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima orang investor terkait dengan investasi Condotel Moya Vidi yang ada di Yogyakarta dan hotel Siti di Tangerang.

Sabtu, 16/05/2020 14:17 0

Indonesia

Janji Presiden Jokowi Kebut Tes Corona di Indonesia Ditagih

Sudah sebulan lebih target itu disampaikan oleh Presiden, namun hingga kini jumlah 10 ribu tes Covid-19 perhari belum juga tercapai

Sabtu, 16/05/2020 09:20 0

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Indonesia

Pemerintah Didesak Segera Bantu Kelompok Difabel Saat Pandemi Covid-19

Saat pandemi kaum difabel memiliki kerentanan berlapis

Jum'at, 15/05/2020 20:31 0

Info Event

Perkuat Ekonomi Masyarakat Bersama Global Zakat – ACT

Melalui Global Zakat - ACT, zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras bagi mereka yang membutuhkan di tengah pandemi

Jum'at, 15/05/2020 20:14 0

Close