... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS: RUU Cipta Kerja Jauh Panggang dari Api

Foto: Politisi PKS, Bukhori Yusuf.

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Baleg DPR-RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mengungkapkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja memiliki ambiguitas jika dikorelasikan antara judul dan substansi. Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan pencermatan oleh internal fraksi PKS di DPR, sebagian besar pasal-pasal yang termaktub dalam Omnibus Law secara substansi cenderung mencerminkan kemudahan berusaha bagi pemodal, bukan pada penciptaan lapangan kerja sebagaimana termaktub dalam judul RUU tersebut.

“Kami memandang RUU ini agak ‘tricky’. Sebab, jika dikaitkan antara judul dan substansi yang telah kami telaah sejak draft RUU ini kami terima di Baleg, kami menemukan bahwa sebagian besar pasal-pasal yang diubah atau dihapus justru cenderung memberikan karpet merah bagi pengusaha besar,” ungkap Bukhori di Jakarta, Jumat (15/05/2020).

Karpet merah yang dimaksud adalah berbagai kemudahan berusaha serta penyederhanaan perizinan. Sehingga, menurut Bukhori,  dalam peribahasa RUU ini seperti jauh panggang dari api atau tindakan tidak sesuai dengan maksud.

Bukhori memaparkan, secara keseluruhan sebagian besar pengaturan dalam RUU ini, yakni sebanyak 801 pasal memuat ketentuan terkait kemudahan berusaha dan penyederhanaan perizinan. Menurutnya, fakta yuridis tersebut bertentangan dengan UU No 12 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa judul undang-undang harus merefleksikan isi pembahasan.

Pada bagian Lampiran II Undang-Undang RI No 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Teknik Penyusunan Perundang-undangan Bab I, Kerangka Peraturan Perundang-Undangan huruf (A) No. 3 berbunyi:

BACA JUGA  PKS: Dana Haji Adalah Amanah, Hanya untuk Kepentingan Jamaah

“Nama Peraturan Perundang–undangan dibuat secara singkat dengan hanya menggunakan 1 (satu) kata atau frasa tetapi secara esensial maknanya telah dan mencerminkan isi Peraturan Perundang– undangan.”

Lebih lanjut, anggota Komisi VIII tersebut juga mempersoalkan RUU Cipta Kerja yang memiliki masalah secara maknawi. Kata “cipta”, menurutnya bermasalah jika mengacu pada KBBI yang berarti “angan-angan yang kreatif”.

“Padanan kata yang digunakan sebagai judul RUU ini saja sudah bermasalah. ‘Cipta’ berarti angan-angan, sebuah utopia. Sehingga, saya justru membayangkan upaya menciptakan lapangan kerja melalui RUU ini sekadar khayalan. Sebab semangat tersebut ternegasikan oleh materi substansi yang didominasi oleh pasal-pasal yang memanjakan kepentingan pengusaha,” cetus Bukhori.

Politisi PKS ini menganjurkan agar judul RUU ini disesuaikan dengan isi dan benchmarking dengan Omnibus Law di beberapa negara. Misalnya Filipia memiliki The Omnibus Investment Code, Amerika Serikat memiliki The Omnibus Public Land.

“Pemerintah selaku pengusul RUU ini tidak boleh mengecoh publik. Meskipun berniat baik, penyusunan RUU ini harus dilakukan secara jujur dan transparan baik secara judul dan isi. Sebab, dampaknya akan dirasakan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Mengambil Spirit dari Pamungkas Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi

Bulan suci Ramadhan memiliki "senjata pamungkas" yaitu di sepuluh hari terakhirnya. Sepuluh malam terakhir itu terhitung sejak malam ke-21 hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. Baik bulannya naqis (kurang) yaitu 29 hari ataupun tammam (sempurna) yaitu 30 hari. Jika bulannya bulan naqis maka sembilan hari saja.

Sabtu, 16/05/2020 15:21 0

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Info Event

Perkuat Ekonomi Masyarakat Bersama Global Zakat – ACT

Melalui Global Zakat - ACT, zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras bagi mereka yang membutuhkan di tengah pandemi

Jum'at, 15/05/2020 20:14 0

Malaysia

Malaysia Kembali Izinkan Shalat Jamaah di Masjid

KIBLAT. NET, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia mengumumkan mencabut larangan shalat berjamaah di masjid-masjid mulai...

Jum'at, 15/05/2020 07:31 0

Eropa

Kampanye Anti-Islam di Italia Meningkat Usai Pembebasan Romano

Ungkapan terbaru dari wakil Partai Liga sayap kanan Italia Alessandro Pagano yang menyebut Romano "teroris baru".

Jum'at, 15/05/2020 05:25 0

Opini

Kasus Qidam Jangan Biarkan Padam

Kasus tewasnya Qidam Alfariski sudah berlalu satu bulan lebih. Berita soal peristiwa tersebut pun sudah mulai menurun intensitasnya.

Kamis, 14/05/2020 22:02 0

Info Event

ACT Distribusi Paket Pangan Ramadan untuk Pengungsi Somalia

ACT membagikan ratusan paket pangan untuk keluarga di pengungsian di Kota Mogadishu

Kamis, 14/05/2020 21:09 0

Close