... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mengambil Spirit dari Pamungkas Bulan Ramadhan di Tengah Pandemi

Foto: Ramadhan bulan mulia

Oleh: Khalid Syaifurrahman (Mahasiswa Semester Akhir LIPIA Jakarta)

KIBLAT.NET – Bulan suci Ramadhan memiliki “senjata pamungkas” yaitu di sepuluh hari terakhirnya. Sepuluh malam terakhir itu terhitung sejak malam ke-21 hingga berakhirnya bulan suci Ramadhan. Baik bulannya naqis (kurang) yaitu 29 hari ataupun tammam (sempurna) yaitu 30 hari. Jika bulannya bulan naqis maka sembilan hari saja.

Sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan memiliki maziyah atau banyak keistimewaan yang membuatnya diunggulkan dari 20 malam sebelumnya di malam-malam bulan suci Ramadhan. Oleh karenanyalah ia dibedakan. Sebab jikalau tidak mengandung faedah tentu tidak dibedakan. Di antara keistemewaan yang paling fenomenal adalah di dalamnya terdapat malam LailatulQodr.

Malam LailatulQodr adalah sebaik-baik malam. Di mana pada malam ini, bernilai lebih baik dari seribu bulan lamanya, sebagaimana dikabarkan Allah SWT di dalam Al-Quran: “malam lailatul qodr lebih baik dari seribu bulan”. Barangsiapa yang mendapatkan malam tersebut maka orang tersebut adalah orang yang sangat beruntung. Dia mendapatkan pahala beribadah seribu bulan. Hal itu berarti, melampaui pahala jika ia beribadah seumur hidupnya. Selain itu, malam lailatul qadr adalah malam di mana Allah menurunkan Al-QuranSehingga tak syak lagi keberkahannya.

Datangnya bulan Ramadhan menjadi keuntungan tersendiri bagi umat Islam di tengah terpaan problematika di masa pandemi ini. Berpuasa memberi pengaruh baik bagi tubuh kita. Menurut penelitian beberapa peneliti di University of Southern California, menjelaskan bahwasanya rasa lapar ketika berpuasa memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru yang dapat melawan virus. Hal ini berarti,berpuasa membawa dampak positif bagi tubuh dan sangat diperlukan terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

BACA JUGA  Prosedur Pembukaan Rumah Ibadah Saat Pandemi ala Kemenag

Dari sisi psikologis pun puasa memberikan dampak positif. Di antaranya adalah mampu memperbaiki suasana hati dan menurunkan stress dan kecemasan menjadi lebih positif. Sudah menjadi hal yang lumrah di masa pandemi ini tingkat kecemasan masyarakat meningkat. Kecemasan  yang terjadi adalah takut terkena virus corona. Hal ini tidak masalah selama tidak berlebihan. Sebab, kecemasan berlebih terkadang justru malah menyebabkan penyakit itu hadir di dalam diri kita. Sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Sina, “al wahm nisfu da’, wa itmi’nan nisfu dawa’ “. Kecemasan adalah setengah dari penyakit, dan ketenangan adalah setengah dari obat.

Menurut salah seorang psikolog di Rumah Sakit Awal Bros di Pekanbaru yang dikutip dari lamannya, berpuasa bermanfaat bagi psikologis seseorang. Berpuasa mampu memperbaiki suasana hati. Setelah berjam-jam berpuasa, tubuh kita akan memproduksi hormon yang berkaitan dengan suasana hati kita. Ada rasa kepuasan diri setelah berhasil menuntaskan puasa. Selain itu saat berpuasa, otak memproduksi protein. Protein otak ini memiliki efek yang mirip dengan efek obat-obatan anti-depressant, sehingga derajat kecemasan dan stres menurun. Hal ini juga didukung oleh pijar.psikologi.org, ada beberapa manfaat puasa bagi kesehatan di antaranya mengurangi depresi, mencegah penyakit kronis, mengatur mood dan juga dapat meningkatkan self esteem dalam diri seseorang.

Tak hanya berpuasa di siang hari. Di bulan suci Ramadhan pada malam harinya umat Islam akan berpacu untuk meningkatkan ibadah, terutama di sepuluh malam terakhir sekarang ini sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk menghidupkan malam-malamnya. Sebagaimana dahulu Rasulullah SAW senantiasa menghidupkan setiap sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadahan hingga menjelang ajalnya.

BACA JUGA  Solidaritas Muslim Berbagi Mushaf dan Sembako kepada 150 Muallaf Bukit Menoreh

Sebagaimana dalam hadist sohihain yang diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Dahulu Nabi SAW ketika masuk sepuluh malam terakhir mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya dan membangungkan keluarganya”.

Dalam momentum ini kita disyariatkan untuk semakin meningkatkan ibadah dengan cara mengisi hari-hari dengan kebaikan dan menghidupkan malam-malam dengan ibadah. dengan cara beri’tikaf, memperbanyak tilawah Al-Quran, memperbanyak berinfaq, dan tentunya memperbanyak munajat kepada Allah agar lekas mengangkat wabah ini dari negeri kita.

Di sela-sela ibadah bil amal kita juga diharapkan dapat mengencangkan ibadah amal qalbiyah kita, yaitu dengan bertawakal, bersabar, ikhlas dan amal qalbiyah lainnya. Kesemua rangkaian ibadah ini akan memunculkan rasa optimisme dalam diri seorang hamba.Maka dari situlah umat Islam mendapatkan bala bantuan dalam peperangan melawan corona.

Tak syak lagi, bahwa pikiran yang positif akan membawa dampak positif pada tubuh. Hal-hal positif tersebut menjadi kekuatan bagi seorang muslim dalam menghadapi problematika di masa pandemi ini. Selain itu juga, mengharapkan pertolongan dari Allah SWT. Sehingga momen ini menjadi momentum bagi diri untuk memukul balik tekanan-tekanan dan cobaan baik berupa materi maupun non materi di masa pandemi. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung memanfaatkan waktu pamungkas di bulan Ramadhan ini dengan sebaik- baik perbuatan.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sidang Perdata Yusuf Mansur: Majelis Hakim Usulkan Mediasi

Persidangan ke-3, yang berlangsung Rabu (13/05/2020) di PN Tangerang, Banten, terkait dengan gugatan perdata terhadap Yusuf Mansur, kembali digelar. Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh lima orang investor terkait dengan investasi Condotel Moya Vidi yang ada di Yogyakarta dan hotel Siti di Tangerang.

Sabtu, 16/05/2020 14:17 0

Indonesia

Janji Presiden Jokowi Kebut Tes Corona di Indonesia Ditagih

Sudah sebulan lebih target itu disampaikan oleh Presiden, namun hingga kini jumlah 10 ribu tes Covid-19 perhari belum juga tercapai

Sabtu, 16/05/2020 09:20 0

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Indonesia

Pemerintah Didesak Segera Bantu Kelompok Difabel Saat Pandemi Covid-19

Saat pandemi kaum difabel memiliki kerentanan berlapis

Jum'at, 15/05/2020 20:31 0

Indonesia

Pemerintah Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Din: Kezaliman yang Nyata

Langkah pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan merupakan kebijakan yang tidak bijak

Jum'at, 15/05/2020 19:15 0

Indonesia

IDEAS: Kenaikan Utang Pemerintah Pasca Pandemi Makin Mengkhawatirkan

Dengan timbunan utang sebelum pandemi, stok utang pemerintah semakin melonjak

Jum'at, 15/05/2020 19:04 0

Malaysia

Malaysia Kembali Izinkan Shalat Jamaah di Masjid

KIBLAT. NET, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia mengumumkan mencabut larangan shalat berjamaah di masjid-masjid mulai...

Jum'at, 15/05/2020 07:31 0

Close