... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Janji Presiden Jokowi Kebut Tes Corona di Indonesia Ditagih

Foto: Alat tes Covid-19

KIBLAT.NET, Cirebon – Sebulan yang lalu Presiden Joko Widodo menargetkan 10.000 tes Covid-19 setiap hari. Ketua Tim Covid-19 F-PKS DPR RI Netty Prasetiyani menagih janji tersebut.

Target tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) Laporan Gugus Tugas COVID-19 yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, 13 April 2020 lalu. Sudah sebulan lebih target itu disampaikan oleh Presiden, namun hingga kini jumlah 10 ribu tes perhari belum juga tercapai.

Rendahnya capaian target test Covid-19 dikritik oleh Ketua Tim Covid-19 F-PKS DPR RI Netty Prasetiyani. “Tes Covid negara kita sangat rendah, bahkan jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga,” kata Netty, dalam pernyataan yang disampaikan usai melakukan kunjungan dan memberikan bantuan pada warga terdampak Covid-19 di Desa Galagamba, Ciwaringin, Cirebon (15/05/2020).

Menurut Netty seharusnya tes Covid-19 di Indonesia bisa segera dikebut, karena pemerintah sudah memiliki alat-alatnya. Pemerintah pun telah mendatangkan 400 ribu lebih alat tes reagen dari luar negeri.

“Dulu pemerintah beralasan ketidaktersediaan reagen adalah penyebab rendahnya pengetesan. Sekarang kan sudah punya, lantas apa kendalanya?” tanya Netty.

Sebagaimana diketahui, reagen merupakan bahan kimia untuk memproses sampel sebelum masuk mesin real time polymerase reaction chain (RT-PCR).

Melihat situasi itu Netty mengaku prihatin. Apalagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengklaim bahwa Kurva Covid-19 di Indonesia mulai melambat.

BACA JUGA  Amnesty: Kematian Hendri Harus Diusut Tuntas

“Rasio test Covid-19 kita sangat rendah, padahal test ini menjadi salah satu indikator dalam kurva epidemi terkait dengan kasus baru. Para ahli juga mengatakan jumlah orang yang diperiksa akan menentukan seberapa besar derajat kepercayaan terhadap kurva epidemi tersebut,” tambahnya.

Pernyataan Netty merujuk pada rendahnya rasio tes Covid-19 di Indonesia. Rasio pemeriksaan di Indonesia adalah 0,4 orang per 1.000 penduduk. Sementara negara tetangga seperti Malaysia memiliki rasio 7 orang per 1.000 penduduk dan Vietnam tercatat 2,7 orang per 1.000 penduduk.

“Jadi sekarang kita harus menagih janji Presiden yang katanya mau mengebut tes Corona. Lakukan secara masif dan benar di tempat-tempat publik dan fasilitas layanan kesehatan,” tegas anggota Komisi IX DPR RI itu.

Pemerintah harus memudahkan masyarakat dalam mengakses tes tersebut. Jangan sampai orang datang untuk melakukan test, tapi alat dan bahannya tidak ada.

“Padahal masyarakat membutuhkan itu sebagai syarat melakukan perjalanan, misalnya. Makanya wajar saja kalau kemudian terjadi kasus jual beli surat keterangan bebas Covid-19 secara daring,” ujarnya.

“Jadi bagaimana bisa berdamai dengan Corona jika upaya yang dilakukan masih minimalis. Tidak ada damai dengan Corona kalau kita tidak melawannya hingga Indonesia menang,” pungkas Netty.

Reporter: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

AS: Penarikan Pasukan dari Afghanistan Masih Berlanjut

KIBLAT. NET, Kabul — Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Jumat (15/05/2020), mengatakan bahwa...

Sabtu, 16/05/2020 09:01 0

Amerika

Missouri Loloskan RUU Anti-BDS Israel

Perusahaan akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian untuk tidak memboikot Israel dalam melakukan bisnis dengan Missouri. 

Sabtu, 16/05/2020 06:26 0

Turki

12 Juni, Turki Akan Buka Kembali Masjid untuk Shalat Jamaah

"Sambil memprioritaskan kesehatan kami, saya berharap kami akan dapat kembali ke masjid kami sesegera mungkin," kata kepala Diyanet Ali Erbaş pada sebuah program TV.

Sabtu, 16/05/2020 05:25 0

Info Event

Perkuat Ekonomi Masyarakat Bersama Global Zakat – ACT

Melalui Global Zakat - ACT, zakat fitrah ini akan disalurkan dalam bentuk beras bagi mereka yang membutuhkan di tengah pandemi

Jum'at, 15/05/2020 20:14 0

Malaysia

Malaysia Kembali Izinkan Shalat Jamaah di Masjid

KIBLAT. NET, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia mengumumkan mencabut larangan shalat berjamaah di masjid-masjid mulai...

Jum'at, 15/05/2020 07:31 0

Eropa

Kampanye Anti-Islam di Italia Meningkat Usai Pembebasan Romano

Ungkapan terbaru dari wakil Partai Liga sayap kanan Italia Alessandro Pagano yang menyebut Romano "teroris baru".

Jum'at, 15/05/2020 05:25 0

Opini

Kasus Qidam Jangan Biarkan Padam

Kasus tewasnya Qidam Alfariski sudah berlalu satu bulan lebih. Berita soal peristiwa tersebut pun sudah mulai menurun intensitasnya.

Kamis, 14/05/2020 22:02 0

Info Event

ACT Distribusi Paket Pangan Ramadan untuk Pengungsi Somalia

ACT membagikan ratusan paket pangan untuk keluarga di pengungsian di Kota Mogadishu

Kamis, 14/05/2020 21:09 0

Suara Pembaca

Ramadhan dan Pandemi Covid-19

Suasana bulan Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya sebagaimana dirasakan oleh umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ramadhan kali ini umat Islam berpuasa, melakukan shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an dan i'tikaf dalam suasana pandemi Corona Virus Desease 2019 (covid-19).

Kamis, 14/05/2020 19:48 0

Close