... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Stafsus Wapres Prihatin Masih Ada Peredaran Daging Oplosan Jelang Lebaran

Foto: Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M. Si.

KIBLAT.NET, Jakarta – Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, sering terjadi kasus peredaran daging celeng atau babi secara ilegal, baik dalam bentuk oplosan maupun pemalsuan.

Melihat fenomena tersebut, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M. Si. yang merupakan Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Perekonomian mengaku sangat prihatin.

“Ini praktek bisnis yang tidak hanya curang dan jahat, namun juga meresahkan masyarakat karena daging palsu tersebut beredar di kalangan konsumen muslim yang mengharamkan daging babi,” kata Lukmanul Hakim dalam keterangan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (14/05/2020).

Daging celeng oplosan adalah daging celeng yang dicampur dengan daging sapi dan diklaim sebagai daging sapi. Adapun daging palsu adalah daging celeng yang dijual seolah-olah sebagai daging sapi.

Kasus terbaru terjadi di wilayah Bandung, Jawa Barat. Pihak Polresta Bandung berhasil mengamankan empat orang pelaku. Selama hampir setahun terakhir, mereka berhasil mengedarkan sekitar 63 ton daging palsu.

Lukmanul Hakim yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dilihat secara parsial, karena selalu berulang. Menurutnya,masalah utamanya terletak tingginya permintaan dan lemahnya penegakan hukum.

“Kami minta peternak atau pengusaha untuk menghormati konsumen muslim yang menolak mengkonsumsi itu. Jangan menipu kami umat Islam karena penegakan hukum saja tidak selesai. Konsumen sudah tertipu dan mengkonsumsi barang haram,” tegasnya.

BACA JUGA  HNW Apresiasi Komitmen Ormas Islam Lindungi Ulama Pasca Penusukan Syekh Jaber

Pemalsuan daging haram menjadi seolah-olah daging halal merupakan ranah tindak pidana, maka Lukmanul memandang perlunya kepolisian mengusut tuntas tersebut dan menindak tegas serta menghukum para pelaku.

Lukmanul menuturkan bahwa peredaran daging haram sejatinya sudah diatur sedemikian rupa, dan jalur distribusinya pun berbeda dengan jalur distribusi daging halal.

“Kalau ada daging babi beredar di pasar-pasar tanpa memenuhi aturan, itu jelas ilegal,” tuturnya.

Maka dari itu, LPPOM MUI sendiri menyarankan masyarakat untuk membeli daging dari pedagang yang telah bekerjasama dengan rumah potong hewan yang telah memiliki sertifikat halal MUI.

Pemerintah sendiri telah menetapkan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal sebagai payung hukum yang jelas terkait produk halal. Dengan adanya UU tersebut, kasus peredaran daging ilegal mestinya tidak terjadi lagi.

“Tinggal implementasinya yang harus lebih dikuatkan. Untuk itu perlu koordinasi dan kerjasama antar instansi pemerintah serta penegak hukum dalam pengawasan pelaksanaan jaminan produk halal di Indonesia,” pungkas Lukmanul.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Integritas Seorang Pemimpin

Setiap perubahan di negeri manapun, membutuhkan peran pemimpin dan kepemimpinan.

Kamis, 14/05/2020 11:38 0

Artikel

Potret Ulama

Kata ulama “mendadak” menjadi kata yang biasa diucapkan dalam keseharian umat Islam di Indonesia. Sebabnya jelas, rentetan peristiwa nasional yang melibatkan umat Islam akhir-akhir ini memang selalu melibatkan kata ulama, tercatat dimulai sejak skandal “dibohongi pakai Al Maidah” oleh Ahok pada 2016, aksi 411, aksi 212, reuni 212, ijtima ulama yang berjilid-jilid, hingga pemutaran film Hayya pada pertengahan September 2019.

Rabu, 13/05/2020 23:00 0

Info Event

Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan dengan Zakat Lewat IndonesiaDermawan.id

Maksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan dengan Zakat Lewat IndonesiaDermawan.id

Rabu, 13/05/2020 19:15 0

Suara Pembaca

Aksi Galang Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Bersama Sagacov-19

Sejak Januari lalu, negeri kita mulai sakit. Kian bertambahnya waktu, sakit itu semakin parah dan...

Rabu, 13/05/2020 14:45 0

Suara Pembaca

Pandemi Corona dan Pandemi Kebodohan

Sudah bodoh, tertimpa corona.

Rabu, 13/05/2020 13:34 3

Arab Saudi

Saudi Berlakukan Jam Malam Selama Idul Fitri

KIBLAT. NET,  Riyadh — Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan pemberlakuan jam malam di semua wilayah...

Rabu, 13/05/2020 10:44 0

Palestina

Tentara Israel Tewas Terkena Lemparan Batu Pejuang Palestina

KIBLAT. NET,  Tepi Barat — Tentara Israel mengumumkan pada Selasa (12/05/2020)  bahwa satu anggotanya tewas...

Rabu, 13/05/2020 09:07 0

Info Event

Operasi Makan Gratis Bersama GASS di Jakarta

Bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), Gabungan Artis dan Seniman Sunda (GASS) menyediakan 500 porsi hidangan iftar gratis

Selasa, 12/05/2020 21:16 0

Fikih

Sahkah I’tikaf di Rumah Saat Terjadi Pandemi Corona?

Sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin memakmurkan bulan Ramadhan dengan amalan kebaikan dan ketakwaan. Tilawah Al-Quran, sedekah, sholat taraweh adalah amalan yang biasa dilakukan untuk memakmurkan bulan Ramadhan, meskipun saat pandemi virus melanda negeri-negeri kaum muslimin. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan itikaf? i'tikaf adalah ibadah yang mensyaratkan masjid sebagai tempatnya, sedangkan di musim pandemi masjid-masjid ditutup sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Selasa, 12/05/2020 14:19 0

Manhaj

Dakwah Rahasia dan Rumah Arqam bin Abil Arqam Sebagai Pusat Komando

Buku-buku sirah menyebutkan bahwa pemilihan rumah Arqam sebagai pusat komando Rasulullah dilakukan setelah perlawanan pertama yang ditunjukkan oleh Sa'ad bin Abi Waqash.

Selasa, 12/05/2020 11:37 0

Close