... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS Tolak TAP MPRS Pelarangan Komunisme Tak Dimasukkan RUU HIP

Foto: Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta – Fraksi PKS DPR menyatakan menolak tidak dimasukkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme ke dalam RUU Halauan Ideologi Pancasila (HIP). Sikap ini disampaikan secara resmi oleh Fraksi PKS saat pengesahan RUU HIP menjadi inisiatif DPR pada Rapat Paripurna DPR RI.

Menurut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini TAP MPRS XXV/MPRS/1966 yang masih berlaku hingga saat ini menyiratkan bahaya laten PKI dan ideologi komunis yang jelas-jelas menjadi ancaman bagi Pancasila. Jadi ketika bicara Halauan Ideologi Pancasila harus dibunyikan dengan tegas soal larangan PKI dan ideologi komunisnya di Republik ini.

“Jangan abaikan bahaya laten komunisme. TAP MPRS XXV/1966 secara resmi masih berlaku karena bahayanya mengancam bangsa Indonesia sampai dengan saat ini. TAP MPRS tersebut dalam hierarkhi perundang-undangan berada di atas UU dan di bawah UUD, jadi sudah semestinya menjadi rujukan,” kata Jazuli melalui keterangan persnya pada Rabu (13/05/2020).

Apalagi, kata dia, TAP MPRS XXV/1966 itu berkaitan dengan sejarah Pancasila sehingga setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. PKI pernah ingin mengganti ideologi Pancasila tapi gagal. Menjadi aneh, menurut Fraksi PKS, jika TAP MPRS yang penting itu tidak dijadikan konsideran, yaitu pertimbangan yang menjadi dasar penetapan peraturan.

Tidak hanya tegas terhadap bahaya bangkitnya PKI dan ideologi komunisnya tetapi juga bagaimana RUU HIP mampu menegaskan posisi Pancasila terhadap sistem politik/budaya dominan dari paham liberalisme, kapitalisme, sekularisme, hodonisme, konsumerisme. Juga praktek gerakan terorisme, sparatisme dan isme-isme lainnya yang merangsak masuk dalam perikehidupan bangsa Indonesia.

BACA JUGA  Duduk Perkara Warga Bekasi yang Diduga Tertular Corona Usai Shalat Ied

“Oleh karena itu Fraksi PKS meminta secara tegas agar TAP MPRS XXV/1966 dimasukkan sebagai konsideran RUU HIP. Ke depan dalam pembahasan RUU, Fraksi PKS akan terus berkomunikasi lintas Fraksi agar memiliki kesamaan pandang tentang pentingnya TAP MPRS tersebut dan kami dengar sejumlah Fraksi berkomitmen untuk mengusulkan hal yang sama,” tandas Jazuli.

Reporter: Taufiq Ishaq

Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Aksi Galang Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Bersama Sagacov-19

Sejak Januari lalu, negeri kita mulai sakit. Kian bertambahnya waktu, sakit itu semakin parah dan...

Rabu, 13/05/2020 14:45 0

Suara Pembaca

Pandemi Corona dan Pandemi Kebodohan

Sudah bodoh, tertimpa corona.

Rabu, 13/05/2020 13:34 3

Arab Saudi

Saudi Berlakukan Jam Malam Selama Idul Fitri

KIBLAT. NET,  Riyadh — Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan pemberlakuan jam malam di semua wilayah...

Rabu, 13/05/2020 10:44 0

Palestina

Tentara Israel Tewas Terkena Lemparan Batu Pejuang Palestina

KIBLAT. NET,  Tepi Barat — Tentara Israel mengumumkan pada Selasa (12/05/2020)  bahwa satu anggotanya tewas...

Rabu, 13/05/2020 09:07 0

Info Event

Operasi Makan Gratis Bersama GASS di Jakarta

Bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), Gabungan Artis dan Seniman Sunda (GASS) menyediakan 500 porsi hidangan iftar gratis

Selasa, 12/05/2020 21:16 0

Fikih

Sahkah I’tikaf di Rumah Saat Terjadi Pandemi Corona?

Sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin memakmurkan bulan Ramadhan dengan amalan kebaikan dan ketakwaan. Tilawah Al-Quran, sedekah, sholat taraweh adalah amalan yang biasa dilakukan untuk memakmurkan bulan Ramadhan, meskipun saat pandemi virus melanda negeri-negeri kaum muslimin. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan itikaf? i'tikaf adalah ibadah yang mensyaratkan masjid sebagai tempatnya, sedangkan di musim pandemi masjid-masjid ditutup sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Selasa, 12/05/2020 14:19 0

Amerika

Gangster Kejam di Meksiko Tewas Kena Corona

Menurut laporan BBC, Escamella dijatuhi hukuman penjara 37 tahun karena perdagangan narkoba dan senjata, serta pembunuhan 12 orang yang dipenggal pada 2008.

Selasa, 12/05/2020 11:11 0

Afrika

Nama Hijrahnya “Aisyah”, Masuk Islam saat Ditahan Jihadis Somalia

Wanita muda Italia Silvia Romano, yang baru-baru ini dibebaskan setelah ditahan selama 18 bulan oleh Gerakan Pemuda Mujahidin (Al-Syabaab) di wilayah antara Kenya dan Somalia.

Selasa, 12/05/2020 10:35 0

China

Soal Pelarungan Jenazah ABK, China Anggap Laporan Media Tidak Sesuai Fakta

Pemerintah China berjanji akan serius menindaklanjuti laporan mengenai pelarungan jenazah tiga anak buah kapal asal Indonesia dan dugaan eksploitasi terhadap ABK lainnya yang bekerja pada kapal pencari ikan berbendera China.

Selasa, 12/05/2020 10:14 0

Artikel

Ramadhan Bulan Al-Quran

Ramadhan merupakan syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an). Dinamakan demikian karena Al-Quran diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185). Allah SWT juga berfirman:“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh kamilah yang memberi peringatan.” (Ad-Dukhan: 3). Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada lailatul qadar.” (QS. Al-Qadr: 1).

Selasa, 12/05/2020 09:38 0

Close