... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Pandemi Corona dan Pandemi Kebodohan

Penulis: Azzam Diponegoro

KIBLAT.NET – Kita menghadapi dua pandemi: pandemi corona dan pandemi kebodohan. Begitu komentar seorang teman terkait kerumunan di depan McDonalds Sarinah pada Ahad (10/05/2020).

Saya pribadi sangat sependapat dengan teman saya, entah kata apa selain bodoh yang relevan disematkan kepada mereka. Di tengah pandemi corona yang situasi dan penanganannya semakin tidak jelas, ada sekumpulan manusia lintas demografi berjajar berdesakan mengabaikan kemungkinan tertular Covid-19 yang berpotensi membunuh mereka semua, hanya demi sebungkus junk food dan “sesampah” nostalgia.

Kebodohan “cluster” Sarinah sejatinya hanya satu dari sekian kebodohan bangsa ini yang terkuliti habis oleh pandemi corona. Namun dalam tulisan kali ini, saya hanya ingin memperkecil lingkup pembahasan pada orang-orang Islam saja (untuk umat agama lain, saya yakin mereka punya pengkritiknya sendiri).

Sejak awal corona menyapa kita, kita harus bersepakat jika kita kurang bijak menghadapi wabah asal Wuhan tersebut. Bukan soal panic buying ataupun melambungnya harga masker, namun beberapa hal menunjukkan kebodohan kita tentang agama kita sendiri. Nekad menggelar jum’atan bahkan ada yang membobol gerbang masjid yang terkunci, tetap menggelar seremoni-seremoni keagamaan yang tak terlalu urgent, hingga puncaknya ketika tarawih di masjid dilarang sebagian kita dengan nada lirih mengakui, “kami tak punya hafalan satu surat pun, bagaimana kami bisa menjadi imam.”

Tak hanya di kalangan awam, sebagian kecil pemuka agama masih gemar melempar narasi-narasi ambigu yang rentan disalahpahami sebagai peremehan masalah, bahkan masih ada saja yang melempar narasi sarat konspirasi. Pada akhirnya, narasi mereka membuat umat menjadi semakin gagap dan tak bijak menghadapi pandemi.

BACA JUGA  Meme MUI Imbau Ulama Waspada Rapid Test Hoaks

Iman yang tipis berpadu dengan kebodohan sejatinya telah lama menjadi sinyal tanda bahaya bagi kemunduran umat Islam di negeri ini. Kyai Haji Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah asal Surabaya pada tahun 1940 pernah merangkum empat penyebab kemunduran umat Islam Indonesia, yaitu : iman yang tipis, umat yang tidak punya kecerdasan, pemimpin umat Islam yang hanya pandai bergembar-gembor, dan syiar agama Islam yang terlampau kurang.

Keempat hal tersebut, lanjut Mas Mansur, telah menyebabkan umat Islam menjadi sangat-sangat jauh dari penggambaran Nabi Muhammad SAW tentang Islam: “Islam itu agama yang tinggi dan tak ada yang melebihinya.”

Mas Mansur menegaskan jika umat Islam tidak boleh mempersalahkan agamanya ataupun Tuhannya atas kondisi tersebut. Karena Allah sudah menyatakan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali mereka ingin mengubahnya sendiri .

Dan sebagai seorang kyai, Mas Mansur menuliskan beberapa saran untuk keluar dari kondisi tersebut. Yang pertama adalah kembali kepada Al-Qur’an. “…kembali kepada Al-Qur’an ialah yang penting bagi kita, dan janganlah kita terpengaruh dengan beberapa isme-isme lainnya yang beraneka warna bentuk dan ragamnya.”

Lalu yang kedua adalah mengerjakan ayat-ayat Al-Qur’an. Kemuliaan dan ketinggian umat Islam pada zaman dahulu disebabkan mereka mengerjakan apa yang tersebut dalam Al-Qur’an.

Dan yang ketiga, menguatkan kebendaan umat Islam. Kehormatan agama, kehormatan bangsa, dan kehormatan tanah air semua membutuhkan biaya yang tak sedikit. Seringkali umat Islam menyusun sebuah program kemaslahatan namun kandas di tengah jalan karena masalah biaya.

BACA JUGA  Solidaritas Muslim Berbagi Mushaf dan Sembako kepada 150 Muallaf Bukit Menoreh

Yang keempat, perlunya ulama dan kaum terpelajar bergandengan tangan, merapatkan barisan. “… kaum santri dan kaum terpelajar akan hidup bergandengan, seia sekata dan sehidup semati untuk membela agama Tuhan. Dengan mereka itu, umat akan mengetahui bahwa agama Islam adalah agama kerajaan dan kekuasaan, agama kemajuan dan kemakmuran, agama kekayaan dan kemuliaan, agama ilmu dan kekuatan.

Kyai Haji Mas Mansur, menutup segala catatannya terkait kemunduran umat Islam dengan optimisme bahwa suatu saat umat Islam akan bangkit, akan mampu mengatasi sebab-sebab kemunduran, dan akan membawa Islam  menjadi sebuah entitas peradaban yang mapan.

Namun jika mengingat bahwa ia menuliskan hal tersebut sekitar tujuh puluh tahun lalu, sementara hari ini, kita menyaksikan betapa corona telah mempertontonkan dengan sangat telanjang potret-potret kemunduran umat Islam di depan pelupuk mata kita, bukankah hal itu sangat-sangat menyedihkan.

Disclaimer: Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis sepenuhnya, tidak menjadi bagian dari pandangan redaksi KIBLAT.NET.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Pandemi Corona dan Pandemi Kebodohan”

  1. Lia

    Bagus sih ada “disclaimer”-nya…tapi kalo menurut pendapat pribadi saya,,,,sebaiknya ga usah dimuat. Terima kasih.

  2. Hendra Suhendra

    Di awal masalah nya hanya untuk sebungkus junkfood di McDonald tp setelah itu mempermasalahkan agama… tolong di hapus artikel ini. Gak bermutu.

  3. Alisa

    Pada awal artikel mencela orang yang nekat jumatan.pada akhir atikel,solusi pertama kembali pada Al quran.lha jumatan kan perintah Al quran.malah jadi bingung

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Saudi Berlakukan Jam Malam Selama Idul Fitri

KIBLAT. NET,  Riyadh — Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan pemberlakuan jam malam di semua wilayah...

Rabu, 13/05/2020 10:44 0

Palestina

Tentara Israel Tewas Terkena Lemparan Batu Pejuang Palestina

KIBLAT. NET,  Tepi Barat — Tentara Israel mengumumkan pada Selasa (12/05/2020)  bahwa satu anggotanya tewas...

Rabu, 13/05/2020 09:07 0

Indonesia

MUI: Status Covid-19 Belum Jelas, Tetap Jaga Diri

MUI meng imbau untuk mengedepankan pendekatan pemeliharaan dan penjagaan diri (hifdzun nafsi)

Selasa, 12/05/2020 20:50 0

Fikih

Sahkah I’tikaf di Rumah Saat Terjadi Pandemi Corona?

Sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin memakmurkan bulan Ramadhan dengan amalan kebaikan dan ketakwaan. Tilawah Al-Quran, sedekah, sholat taraweh adalah amalan yang biasa dilakukan untuk memakmurkan bulan Ramadhan, meskipun saat pandemi virus melanda negeri-negeri kaum muslimin. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana dengan itikaf? i'tikaf adalah ibadah yang mensyaratkan masjid sebagai tempatnya, sedangkan di musim pandemi masjid-masjid ditutup sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Selasa, 12/05/2020 14:19 0

Amerika

Gangster Kejam di Meksiko Tewas Kena Corona

Menurut laporan BBC, Escamella dijatuhi hukuman penjara 37 tahun karena perdagangan narkoba dan senjata, serta pembunuhan 12 orang yang dipenggal pada 2008.

Selasa, 12/05/2020 11:11 0

Afrika

Nama Hijrahnya “Aisyah”, Masuk Islam saat Ditahan Jihadis Somalia

Wanita muda Italia Silvia Romano, yang baru-baru ini dibebaskan setelah ditahan selama 18 bulan oleh Gerakan Pemuda Mujahidin (Al-Syabaab) di wilayah antara Kenya dan Somalia.

Selasa, 12/05/2020 10:35 0

China

Soal Pelarungan Jenazah ABK, China Anggap Laporan Media Tidak Sesuai Fakta

Pemerintah China berjanji akan serius menindaklanjuti laporan mengenai pelarungan jenazah tiga anak buah kapal asal Indonesia dan dugaan eksploitasi terhadap ABK lainnya yang bekerja pada kapal pencari ikan berbendera China.

Selasa, 12/05/2020 10:14 0

Artikel

Ramadhan Bulan Al-Quran

Ramadhan merupakan syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an). Dinamakan demikian karena Al-Quran diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185). Allah SWT juga berfirman:“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh kamilah yang memberi peringatan.” (Ad-Dukhan: 3). Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada lailatul qadar.” (QS. Al-Qadr: 1).

Selasa, 12/05/2020 09:38 0

Suriah

Amnesty: Rezim Assad dan Rusia Melakukan Kejahatan Perang di Idlib

KIBLAT. NET,  Idlib — Amnesty International mengatakan, Senin (11/05/2020), pihaknya mendokumentasikan sedikitnya 18 serangan rezim...

Selasa, 12/05/2020 09:26 0

Afghanistan

Afghanistan Tangkap Pemimpin ISIS Asia Selatan

KIBLAT. NET, Kabul — Pemerintah Afghanistan mengatakan pada Senin (11/05/2020) bahwa pasukan keamanan Afghanistan menangkap...

Selasa, 12/05/2020 08:05 0

Close